Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

RATUSAN DESA BELUM PUNYA BUMDES

bumdes-ratusandesablumpunya

SAPA INDONESIA - RATUSAN desa di Pamekasan belum memiliki badan usaha milik desa (BUMDes). Padahal pembentukan BUMDes merupakan program prioritas yang diluncurkan pemerintah pusat, khususnya terkait realisasi dana desa (DD).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan Ach. Faisol mengatakan, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meluncurkan empat program prioritas realisasi DD. Peluncuran program prioritas mulai Juli–Agustus.

Empat program tersebut yakni pembentukan BUMDes dan penetapan produk unggulan desa (prudes). Dua program prioritas lainnya yaitu pembangunan embung tempat penampungan air dan pembangunan sarana olahraga.

Sayangnya, tidak banyak desa yang menjalankan program prioritas tersebut. Salah satunya pembentukan BUMDes. Sebab, program itu diluncurkan di tengah APBDes berjalan. "APBDes berjalan, tidak mungkin mengubah program," kata Faisol kemarin (22/9).

Dijelaskan, dari total 178 desa se-Pamekasan, yang memiliki BUMDes baru 40 desa. Itu pun, manajemen 40 BUMDes belum berjalan efektif. Sebab, desa memiliki keterbatasan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola perusahaan.

Di samping itu, banyak regulasi yang berubah-ubah sehingga desa harus menyesuaikan. Konsultasi mengenai pengelolaan badan usaha yang didanai DD terus dilakukan. Tujuannya, agar kebijakan yang diambil sesuai aturan.

Faisol menyampaikan, sisa tahun anggaran yang tinggal beberapa bulan lagi tidak memungkinkan seluruh desa membentuk BUMDes. Dengan demikian, pemerintah menargetkan, pembentukan badan usaha dimulai tahun depan.

Menurutnya, dengan persiapan matang, diyakini pembentukan BUMDes berjalan maksimal. Bahkan, mantan Kabag Pemdes Setkab Pamekasan itu yakin seluruh desa bisa memiliki badan usaha. "Target kami seluruh desa memiliki BUMDes," ujarnya.

Namun demikian, jika ada desa yang tidak membentuk badan usaha, tidak ada sanksi yang dijatuhkan. Sebab, tidak ada regulasi yang mengatur sanksi bagi desa yang tidak memiliki BUMDes.

Anggota Komisi I DPRD Pamekasan Andi Suparto mengatakan, realisasi DD harus memerhatikan program prioritas. Tujuannya, agar target capaian pemerintah menggelontorkan dana tersebut tercapai.

Andi menyampaikan, penggunaan DD rata-rata untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan. Padahal, pemerintah pusat mengamanahkan tidak hanya untuk pembangunan jalan.

Tetapi, ada program yang ditujukan untuk peningkatan ekonomi. "BUMDes dan prudes itu untuk peningkatan ekonomi. Itu juga harus diperhatikan," tandasnya.

Sumber: Jawapos dot com

Terpopuler

Terbaru

DANA DESA RATUSAN JUTA RAIB MISTERIUS, OKNUM PAMONG NGAKU HILANG INGATAN USAI MAKAN SATE

DANA DESA RATUSAN JUTA RAIB MISTERIUS, OKNUM PAMONG NGAKU HILANG INGATAN USAI MAKAN SATE

SAPA INDONESIA - PELAKSANAAN program dengan memakai Dana Desa...
BISNIS INKLUSIF BANTU BERANTAS KEMISKINAN

BISNIS INKLUSIF BANTU BERANTAS KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH berupaya mencapai pertumbuhan ekonomi...
AGAR JKN DAPAT BERLANJUT

AGAR JKN DAPAT BERLANJUT

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH terus mengkaji sejumlah opsi agar...
TAK HANYA MASYARAKAT MISKIN, RENTAN MISKIN JUGA PERLU DIPERHATIKAN

TAK HANYA MASYARAKAT MISKIN, RENTAN MISKIN JUGA PERLU DIPERHATIKAN

SAPA INDONESIA - BADAN Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook