Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

CEGAH URBANISASI, INFRASTRUKTUR DESA PERLU DIGENJOT

pembangunan-infrstrkcghurbnns

SAPA INDONESIA - PEMBANGUNAN wilayah pedesaan dalam program Nawacita Presiden Jokowi dinilai mendesak dilaksanakan. Tujuannya agar orang-orang desa tak lagi memiliki minat untuk bermigrasi ke kota.

Arsitek dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Tjuk Kuswartojo mengatakan, pelaksanaan pembangunan ( infrastruktur) desa perlu terus digenjot. Infrastruktur pedesaan yang kurang baik membuat warganya bermigrasi ke tempat lain.

"Dengan membangun desa, warga desa jadi tidak perlu ke kota," kata pendiri Penelitian Lingkungan Hidup ITB ini di Semarang, Sabtu (23/9/2017).

Tjuk mengatakan, pembangunan desa dalam kerangka arsitektur populis tidak harus modern, atau serba gemerlap.

Infrastruktur yang ada di desa adalah ruang di mana warganya dapat berkreasi membangun wilayah. Karena itu, dia tak setuju jika infrastruktur di desa dibangun dengan konsep yang seragam.

"Membangun dari pinggiran itu dari rakyat kecil. Arsitektur populis ini penting, karena di Mesir, India juga digunakan. Arsitektur bukan yang serba gemerlap," kata Tjuk.

Selain itu, Tjuk juga tak sependapat jika arsitektur hanya diidentikkan dengan bangunan. Arsitektur adalah ruang itu sendiri, yang memungkinkan semua orang dapat bebas mendesain seluruh bangunan.

"Jadi arsitektur seperti itu membuat (ide) tidak akan miskin," ucapnya.
Pengembangan arsitektur populis, tambah Tjuk, akan sesuai dengan negara berkembang seperti Indonesia. Cara populis tidak tepat digunakan untuk negara maju.

"Di negara maju, arsitektur bangunan sudah berupa apartemen. Tapi di Indonesia, ada apartemen dan ada yang senang di bantaran kali," katanya.

Sementara itu, budayawan Semarang Prie GS menilai arsitektur ruang di dalam bangunan harus enak dirasakan. Dia mengkritik cara pengembang properti yang membangun rumah blok yang seragam.

Arsitektur populis justru lebih senang dengan bangunan yang tidak seragam. Semua orang bebas mendesain keinginan.

"Tata ruang kecil dan keseragaman rumah itu meciptakan cost yang tinggi. Dalam arsitektur populis, walau rumah kecil tapi nyaman, bisa melihat langit," papar Prie.

Sumber: Kompas dot com

Terpopuler

Terbaru

DANA DESA RATUSAN JUTA RAIB MISTERIUS, OKNUM PAMONG NGAKU HILANG INGATAN USAI MAKAN SATE

DANA DESA RATUSAN JUTA RAIB MISTERIUS, OKNUM PAMONG NGAKU HILANG INGATAN USAI MAKAN SATE

SAPA INDONESIA - PELAKSANAAN program dengan memakai Dana Desa...
BISNIS INKLUSIF BANTU BERANTAS KEMISKINAN

BISNIS INKLUSIF BANTU BERANTAS KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH berupaya mencapai pertumbuhan ekonomi...
AGAR JKN DAPAT BERLANJUT

AGAR JKN DAPAT BERLANJUT

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH terus mengkaji sejumlah opsi agar...
TAK HANYA MASYARAKAT MISKIN, RENTAN MISKIN JUGA PERLU DIPERHATIKAN

TAK HANYA MASYARAKAT MISKIN, RENTAN MISKIN JUGA PERLU DIPERHATIKAN

SAPA INDONESIA - BADAN Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook