Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

BPS JOGJA: GARIS KEMISKINAN NAIK 5,42%

kemiskinan-sapa-yogyanaik54koma2persen

SAPA - BADAN Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat adanya kenaikan garis kemiskinan pada Maret 2016 terhadap periode sebelumnya. Kenaikannya mencapai 5,42%. Kondisi ini terjadi baik di pedesaan maupun di perkotaan.

Kepala BPS DIY, Bambang Kristiyanto memaparkan, garis kemiskinan pada Maret 2015 sebesar Rp335.886 perkapita per bulan sementara Maret tahun ini naik menjadi Rp354.084 perkapita per bulan. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

"Andil besarnya [untuk garis kemiskinan] dari sektor pangan. Andil garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sampai 71,25 persen," jelas Bambang, belum lama ini.

Andil makanan periode Maret 2016 ini menurutnya cukup besar. Andilnya jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Di perkotaan, dari lima komoditas penyumbang kenaikan garis kemiskinan, beras mengambil porsi paling besar yaitu mencapai 26,57%. Selanjutnya diikuti rokok kretek filter sebesar 10.79%, telur ayam ras 5,63%, daging ayam ras 5,37%, dan mie instan 3,88%. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Meski angka garis kemiskinan naik, jumlah penduduk miskin di DIY cenderung turun. Jumlah penduduk miskin yaitu penduduk yang konsumsinya berada di bawah garis kemiskinan. Pada Maret 2016, jumlah penduduk miskin ada 494,94 ribu orang. Bila dibandingkan setahun sebelumnya, jumlah penduduk miskin mencapai 550,23 orang atau turun sebesar 55,29 ribu jiwa. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Bambang berpendapat, faktor sosial masih menjadi pemicu kemiskinan khususnya di pedesaan. Ada warga miskin yang masih ingin tetap tinggal di desa hanya karena menjaga perasaan tetangga di sekitarnya. Karena faktor sosial ini, mereka lebih memilih untuk tidak berpindah ke tempat lain yang secara ekonomi dapat meningkatkan taraf hidupnya. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Ditemui terpisah, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Fauzi Nugroho mengatakan kondisi masyarakat DIY terbilang unik dibandingkan provinsi lain. Sebagai kota pendidikan, DIY masih terjadi ketimpangan yang besar antara wilayahnya. "Ada beberapa wilayah yang masuk kategori sangat tertinggal. Kesenjangan antarwilayah ini hanya sedikit di atas Papua," tutur Fauzi. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Sumber: Harianjogja dot com
                     PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN ANCAM WARGA YOGYAKARTA, JADI TAMU DI DAERAH SENDIRI

KEMISKINAN ANCAM WARGA YOGYAKARTA, JADI TAMU DI DAERAH SENDIRI

SAPA INDONESIA - PERKEMBANGAN wilayah perdesaan (rural) di...
RPJMN TARGETKAN RASIO GINI MENCAPAI 0,36 PADA 2019

RPJMN TARGETKAN RASIO GINI MENCAPAI 0,36 PADA 2019

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH berkomitmen mempercepat laju pemerataan...
KETIMPANGAN SOSIAL TURUN BANTU CAPAI TARGET SDGS

KETIMPANGAN SOSIAL TURUN BANTU CAPAI TARGET SDGS

SAPA INDONESIA - SEJALAN dengan penurunan rasio gini, indeks...
KORUPSI DANA DESA RP 137,9 JUTA, SEORANG KADES DITAHAN

KORUPSI DANA DESA RP 137,9 JUTA, SEORANG KADES DITAHAN

SAPA INDONESIA - KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Gunungkidul, Yogyakarta,...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook