Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

HARAPAN KEMAJUAN DARI KETERTINGGALAN

kemiskinan-sapa-Harapanketertinggalan

SAPA INDONESIA - "ADIK sekarang umurmu berapa, kah?" "Tidak tahu kakak. Mungkin sa punya umur lima, kah, atau tujuh tahun begitu," tutur Demianus Lokbere, pelajar kelas V Sekolah Dasar Inpres Mbua.

Tentu agak mengagetkan jika seorang anak kelas lima tidak mengetahui umurnya. Perkataan Demianus adalah salah satu potret kualitas pendidikan ratusan anak di Distrik Mbua yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Kenyam, ibu kota Nduga, dan 92 kilometer dari Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya.

Meskipun di Mbua prasarana pendidikan tersedia, siang itu, Selasa (16/8), kelas-kelas di SD inpres yang memiliki 281 siswa itu kosong. Sebagian besar di antara mereka berteduh di emperan kelas dan sebagian lain bermain-main di sekitar sekolah. Di Mbua, ada juga satu SMP dengan 91 siswa serta satu SMA dengan 26 siswa. 

Total jumlah tenaga pengajar untuk ketiga jenjang pendidikan itu sebanyak 29 orang, yang terdiri dari 20 guru pegawai negeri sipil, 5 guru kontrak, dan 4 orang berstatus guru bantu. Namun, menurut sejumlah warga dan siswa, guru bantulah yang kerap mengambil peran utama dalam proses belajar-mengajar di Mbua. Pasalnya, banyak guru PNS meninggalkan tempat tugas untuk mengurus gaji atau mengikuti pelatihan. Mereka biasanya tinggal di Wamena selama beberapa minggu. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Akibatnya, banyak siswa melewati hari-hari mereka di kebun atau hanya berjalan-jalan. Kepala Sekolah SMP Inpres Mbua Thomas Tabuni mengatakan, para guru terpaksa meninggalkan tempat tugas karena mengurus pembayaran gaji yang sering kali tertunda hingga berbulan-bulan. Jika guru-guru tetap itu pergi, guru bantulah yang mengambil semua tugas mengajar. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Berdasarkan data dari BPS Papua tahun 2015, angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah yang terendah berada di daerah-daerah di wilayah Pegunungan Tengah Papua. "Terdapat tiga kabupaten di Papua dengan tingkat kualitas pendidikan terendah, yakni Nduga, Intan Jaya, dan Puncak Jaya," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Papua Protasius Lobya.

Kabupaten Nduga menempati peringkat terendah dengan angka harapan lama sekolah hanya 2,17. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Posisi Papua

Meskipun Bank Dunia menempatkan Papua sebagai salah satu provinsi terkaya di Indonesia, fakta yang dihadapi Demianus tak ubahnya seperti ironi. Diakui atau tidak, jauhnya jarak tempuh Jakarta-Papua juga merefleksikan jauhnya rentang pertumbuhan antara pusat pemerintahan dan ekonomi itu dengan salah satu wilayah pinggiran di bagian timur Indonesia tersebut. Setelah 53 tahun berintegrasi dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan 15 tahun pelaksanaan Undang-Undang Otonomi Khusus tahun 2001, sebagian besar warga Papua dan Papua Barat belum sepenuhnya beranjak dari ketertinggalan.

Data Badan Pusat Statistik Provinsi Papua menyebutkan, indeks pembangunan manusia (IPM) Papua tahun 2015 hanya sebesar 57,25. Meski dibandingkan IPM tahun 2014-sebesar 56,75-ada pertumbuhan sebesar 0,88 persen, angka itu masih di bawah rata-rata IPM nasional, yaitu 69,55. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Angka IPM-yang dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak-itu lebih rendah dibandingkan dengan IPM provinsi-provinsi di Jawa yang rata-rata di atas 68 atau ada dalam kategori sedang.
Meski demikian, tidak benar juga jika mengatakan tidak ada pembangunan di Papua. Dana otonomi khusus yang mengucur sejak tahun 2002 telah memberikan dukungan anggaran lebih dari Rp 52 triliun dan mendorong pertumbuhan di provinsi itu. Kota-kota besar di pesisir Papua dan Papua Barat serta satu-dua kabupaten di pedalaman tumbuh pesat.

Di Jayapura, dalam lima tahun terakhir, hotel-hotel berbintang, gedung-gedung baru dan ruko tumbuh pesat. Demikian juga di Nabire, Merauke, serta kota-kota lain di Papua Barat, seperti Sorong dan Manokwari. Akses masyarakat untuk layanan kesehatan dan pendidikan semakin baik. Banyak anak-anak di kota-kota besar itu berhasil mengikuti pendidikan lanjutan di Jawa atau kota-kota besar lain di Indonesia. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Situasi pedalaman

Akan tetapi, situasi di pedalaman, seperti Mbua, sungguh berbanding terbalik. Di wilayah pegunungan tengah Papua-dihuni oleh 1,7 juta jiwa dan lebih dari 90 persen di antaranya adalah warga asli Papua-angka IPM kawasan itu rata-rata berada dalam kategori rendah. Dari semua kabupaten dengan kategori rendah itu, Kabupaten Nduga adalah yang terendah. Angka IPM-nya hanya 25,47.

Kabupaten Nduga juga menempati peringkat terendah di Papua dalam indikator angka harapan hidup dengan nilai hanya 53,60. Kota Jayapura dengan fasilitas kesehatan yang cukup memadai memperoleh nilai tertinggi, yakni 69,97.

Salah satu peristiwa yang sempat menggemparkan publik Indonesia adalah ketika 54 anak balita di Mbua meninggal karena wabah pertusis. Infeksi bakteri pada paru-paru itu menyerang sejak Oktober 2015 hingga Januari 2016. Puskesmas yang ada kurang optimal membantu karena kekurangan tenaga medis dan obat-obatan.

Seorang warga Mbua, Lucerne Gwijangge, mengatakan, saat itu satu-satunya dokter yang ada tengah mengikuti tes masuk pendidikan spesialisasi.

Lucerne khawatir, manakala diare dan infeksi saluran pernapasan kembali menyerang, warga tidak bisa mendapat pertolongan. Pasalnya, September nanti, satu-satunya dokter di Puskesmas Mbua akan melanjutkan pendidikan spesialisasi.
Lewi Lokbere (50), warga Mbua, berharap jalan penghubung Mbua-Wamena akan membuka peluang lebih besar bagi mereka. Setidaknya, prasarana itu mendukung warga lebih mudah mengakses layanan pendidikan dan kesehatan.

Jangan pinggirkan warga

Penggerak demokrasi dan hak asasi manusia di Papua, P John Jonga, mengingatkan, jangan sampai akses yang terbangun justru meminggirkan warga Papua. Dicontohkan, saat jalan penghubung Nabire-Enarotali terbangun dan beraspal mulus, kebanyakan orang asli Papua justru hanya jadi penonton. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

"Pembangunan yang sedianya menjadi sarana memberdayakan warga justru kontra produktif karena memicu kecemburuan sosial," kata John Jonga.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah lebih aktif berkomunikasi dengan warga, menanyakan apa yang mereka butuhkan, serta memberdayakan dan membekali mereka dengan kemampuan untuk bersaing.
"Mereka harus dibekali kemampuan untuk memanfaatkan peluang yang ada," kata John Jonga. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Sumber: Kompas dot com
                    PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Terpopuler

Terbaru

KORUPSI DANA DESA DI BENGKALIS TERJADI KARENA NIAT KADES TIDAK BAIK DARI AWAL

KORUPSI DANA DESA DI BENGKALIS TERJADI KARENA NIAT KADES TIDAK BAIK DARI AWAL

  SAPA INDONESIA - BAIK dari kepala desa maupun perangkat...
GUNUNGKIDUL: PEMKAB MENILAI DATA BPS DINILAI TAK VALID

GUNUNGKIDUL: PEMKAB MENILAI DATA BPS DINILAI TAK VALID

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul...
BOYOLALI: ADD DICAIRKAN PER BULAN, KADES SENANG

BOYOLALI: ADD DICAIRKAN PER BULAN, KADES SENANG

SAPA INDONESIA - ALOKASI dana desa (ADD) mulai tahun ini dicairkan...
MUSLIMAT NU DORONG PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN

MUSLIMAT NU DORONG PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - MUSLIMAT Nahdlatul Ulama (NU) menggandeng...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook