Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

GARIS KEMISKINAN DI JABAR DIDOMINASI PERAN DARI KOMODITI MAKANAN

kemiskinan-sapa-faktormakanankmsnanjabar

SAPA INDONESIA - JUMLAH penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Jawa Baratpada bulan Maret 2016 sebesar 4.224.325 (8,95 persen).

Gariskemiskinan Jawa Barat bulan Maret 2016 sebesar Rp. 324.992,- atau mengalami peningkatan sebesar 2,01 persen dibandingkan dengan garis kemiskinan bulan September 2015 sebesar Rp 318.602.

Produk makanan menyumbang garis kemiskinan di Jabar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Bachdi Bachdi R, mengatakan, jumlah penduduk miskin bulan Maret 2016 mengalami penurunan sebesar 261.329 orang (5,82 %) dari total penduduk miskin September 2015. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Persentase penduduk miskin di Jawa Barat bulan September 2015 dibandingkan dengan bulan Maret 2016 mengalami penurunan sebesar 0,62 % poin. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Menurutnya,jumlah penduduk miskin bulan Maret 2016 untuk daerah perkotaan sebanyak 2.497.592 orang (7,67 % terhadap jumlah penduduk perkotaan) sedangkan di daerah perdesaan sebanyak 1.726.733 orang (11,80 % terhadap total penduduk perdesaan).

Dibandingkan dengan September 2015 terjadi penurunan persentase penduduk miskin di perkotaan sebesar 0,91 % yaitu dari 8,58 % menjadi 7,67 %. Dan di perdesaan terjadi kenaikan sebesar 0,19 % yaitu dari 11,61 persen menjadi 11,80 %. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

"Untuk garis kemiskinan Jawa Barat pada bulan Maret 2016 sebesar Rp. 324.992 atau mengalami peningkatan sebesar 2,01 persen dibandingkan dengan garis kemiskinan bulan September 2015 sebesar Rp. 318.602," katanya di Kantor BPS Jabar, Senin (29/8/2016).

Untuk daerah perkotaan garis kemiskinan bulan Maret 2016 sebesar Rp. 325.017 atau naik 2,11 % dari kondisi bulan September 2015 sebesar Rp. 318.297. Garis kemiskinan di daerah perdesaan mengalami peningkatan yang lebih rendah yaitu 1,79 % menjadi sebesar Rp. 324.937 dibandingkan dengan kondisi September 2015 yaitu sebesar Rp. 319.228. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

"Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan(perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).

Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan (GKM) terhadap Garis Kemiskinan (GK) sebesar 70,21 persen untuk daerah perkotaan. Sedangkan di daerah perdesaan sebesar 75,89 persen. Secara total peranan komoditi makanan terhadap GK adalah sebesar 72,04 persen," katanya.

Pada periode September 2015 - Maret 2016 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) sama-sama menunjukkan kecenderungan mengalami penurunan.

Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati dari garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga cenderung menyempit. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Sumber: Tribunnews dot com
                   PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Terpopuler

Terbaru

DANA DESA RP 120 T, KEMENDES KAJI 2 OPSI PENCAIRAN

DANA DESA RP 120 T, KEMENDES KAJI 2 OPSI PENCAIRAN

SAPA INDONESIA - MENTERI Desa, Pembangunan Desa Tertinggal,...
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DARI DANA DESA CETAK SEJARAH

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DARI DANA DESA CETAK SEJARAH

SAPA INDONESIA - DI bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo...
DANA DESA DIHARAPKAN TAK MELULU UNTUK BANGUN INFRASTRUKTUR

DANA DESA DIHARAPKAN TAK MELULU UNTUK BANGUN INFRASTRUKTUR

SAPA INDONESIA - ANGGOTA Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera...
19 KADES KOTA BARU DIPERIKSA TERKAIT DANA DESA SENILAI RP 6,4 MILIAR

19 KADES KOTA BARU DIPERIKSA TERKAIT DANA DESA SENILAI RP 6,4 MILIAR

SAPA INDONESIA - DANA Desa yang diterima desa di lokasi Kota...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook