Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

48,8 JUTA ORANG INDONESIA TINGGAL DI KAWASAN HUTAN

kemiskinan-sapa-48jutatinggaldihutan

SAPA INDONESIA - SEKITAR 48,8 juta jiwa penduduk Indonesia tinggal di kawasan hutan, dan sekitar 10,2 juta jiwa di antaranya masuk dalam klasifikasi penduduk miskin.

"Dari data tersebut diketahui sekitar 6 juta jiwa penduduk memiliki mata pencaharian langsung dari hutan dan sekitar 3,4 juta jiwa di antaranya bekerja di sektor swasta kehutanan," kata pengamat kehutanan Imam Suramenggala di Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) UGM di Yogyakarta, Jumat (30/9/2016). PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Namun, kebijakan pembangunan bidang kehutanan yang dilakukan pemerintah selama ini dinilai belum mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar area hutan secara optimal. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Hal itu, lanjut Imam, disebabkan masih adanya saling ketidakpercayaan antara pemerintah dengan masyarakat terkait pengelolaan area hutan. "Kegagalan pembangunan kehutanan tersebut lebih disebabkan oleh tidak adanya kepercayaan. Masih ada anggapan bahwa masyarakat perusak hutan," ungkap dia. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Menurutnya, dengan terus meluasnya degradasi hutan, turunnya produktivitas kayu, dan tingginya tingkat kemiskinan masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan serta munculnya berbagai konflik pemanfaaan sumber daya hutan, menggambarkan kegagalan pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan kehutanan. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Padahal, kata dia, keberadaan sumber daya hutan sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar kawasan hutan. Hal ini ditunjukkan dari budaya dan diterapkannya nilai-nilai kearifan lokal yang merupakan hasil interaksi masyarakat dengan sumber daya hutan. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Namun, seiring dengan berubahnya kondisi hutan dan terbukanya akses ekonomi terhadap hutan secara luas, menyebabkan terjadinya pergeseran tata nilai dan budaya masyarakat terhadap hutan dan ekosistemnya, kata Imam.

Ditambahkan Imam, bahwa keberhasilan masyarakat dalam mengelola hutan secara mandiri di beberapa daerah menunjukkan sebenarnya masyarakat memiliki peluang dan modal sosial yang cukup besar dalam pembangunan kehutanan.

"Kearifan lokal yang berkembang di masyarakat dalam mengelola sumber daya hutan merupakan hasil interaksi yang sangat lama dengan lingkungannya, yaitu melalui pendekatan pengelolaan oleh masyarakat berbasis ekosistem dan ekonomi kerakyatan," tegas Imam. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Sumber: Bisnis dot com
                PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Terpopuler

Terbaru

KEMENDES TARGETKAN KALSEL TERBANGUN 200 DESA ONLINE

KEMENDES TARGETKAN KALSEL TERBANGUN 200 DESA ONLINE

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...
MENDATA PMKS, PERANGKAT DESA DIBAYAR RP400 RIBU

MENDATA PMKS, PERANGKAT DESA DIBAYAR RP400 RIBU

SAPA INDONESIA - TAHUN ini Dinas Sosial (Dinsos) DIY melakukan...
KEMISKINAN NAIK, PENERIMA RASTRA MENURUN

KEMISKINAN NAIK, PENERIMA RASTRA MENURUN

SAPA INDONESIA - KOUTA penerima beras sejahtera (Rastra) di...
KEMENDES HARUS INTENS SOSIALISASIKAN DD

KEMENDES HARUS INTENS SOSIALISASIKAN DD

SAPA INDONESIA - PENYERAPAN anggaran Kementerian Desa, Pembangunan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook