Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

MENINGKATNYA ANGKA KEMISKINAN DI KAB JAYAWIJAYA

kemiskinan-pemiskinan-papua

SAPA - Angka kemiskinan di kabupaten Jayawijaya tahun 2011 meningkat drastis dari tahun sebelumnya berdasarkan hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS). Demikian disampaikan, Kepala BPS kabupaten Jayawijaya, Ir Trisno Leonarson Tamanampo, kepada Harian Pagi Papua di ruang kerjanya, Rabu (30/1/2013).

Dikatakannya, kemiskinan didefinisikan sebagai kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.

"Jadi untuk mengukur tingkat kemiskinan di negara Indonesia, BPS menyediakan dua jenis data, yaitu data kemiskinan makro dan mikro, yang akan mengetahui hasil dari jumlah jiwa kemiskinan pertahun," jelas Trisno Tamanampo.

Dijelaskannya, penghitungan angka kemiskinan sendiri sangat berbeda mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota dengan garis kemiskinan yang berbeda-beda pula.

"Jadi, konsumsi kurang dari nilai rupiah Rp 273.270 per kapita/perbulan atau dibawah 2.100 kkal per orang per hari plus kebutuhan primer non makanan, itu disebut penduduk miskin," ungkapnya.

Menurutnya, untuk perbedaan data makro dan mikro yaitu, data makro dilihat dari ketidak mampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang dilakukan dengan survei sosial ekonomi nasional (susenas). Sedangkan mikro dilihat dari siapa dan dimana alamat penduduk miskin (sasaran) dan juga dipandang dari sisi ciri-ciri rumah tangga miskin, rumah, atap, dinding, lantai, luasan, kepemilikan lahan, ternak, kepemilikan kendaraan, tabungan, pekerjaan dan pendidikan kepala rumah tangga dan lain sebagainya yang termasuk pada kekurangan berumah tangga, data tersebut diambil dengan cara sensus.

"Ketika dilihat dari sistem penghitungan hingga pengambilan data sangatlah rumit, namun hal tersebut harus dilakukan untuk diketahui oleh kalayak umum," ujarnya.

Lanjut Trisno Tamanampo, data kemiskinan tahun 2012 sampai saat ini belum bisa dikeluarkan, karena data tahun 2012 akan rampung hingga akhir tahun 2013. Kemudian untuk tahun 2013 sendiri akan rampung juga pada tahun 2014 akhir.

"BPS belum bisa sampaikan hasilnya untuk tahun berjalan, jadi untuk tahun berjalan akan diundur hingga tahun depan," kata Trisno Tamanampo.

 

harianpapua dot com

Terpopuler

Terbaru

KUTUH DIJADIKAN “ROLE MODEL” PEMBANGUNAN DESA DI BADUNG

KUTUH DIJADIKAN “ROLE MODEL” PEMBANGUNAN DESA DI BADUNG

SAPA INDONESIA - WAKIL Bupati Badung, Ketut Suiasa, menegaskan...
PEMERINTAH BAKAL TAMBAH DANA DESA 10% DI TAHUN DEPAN

PEMERINTAH BAKAL TAMBAH DANA DESA 10% DI TAHUN DEPAN

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat...
KEMISKINAN BENGKULU DAN JANJI KPK YANG DILUPAKAN SANG GUBERNUR

KEMISKINAN BENGKULU DAN JANJI KPK YANG DILUPAKAN SANG GUBERNUR

SAPA INDONESIA - GUBERNUR BENGKULU Ridwan Mukti bersama istrinya,...
DANA DESA TAK KUNJUNG CAIR, KEPALA DESA BERANG PEMBANGUNAN TERHAMBAT

DANA DESA TAK KUNJUNG CAIR, KEPALA DESA BERANG PEMBANGUNAN TERHAMBAT

SAPA INDONESIA - PENCAIRAN Dana Desa di Kabupaten Purworejo...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook