Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

GUNUNGKIDUL BUTUH KOMITMEN STOP BAB SEMBARANGAN

kemiskinan-sapa-GunungkidulstopBABsmbrbagn

SAPA INDONESIA - DIKENAL sebagai daerah yang sulit air dan berkontur kasar, Gunung Kidul dihadapkan pada berbagai persoalan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakatnya.

Hal ini juga diakui Bupati Gunungkidul, Badingah, S.Sos., sebaran penduduk yang tidak merata ditambah kontur wilayah yang tak menentu menyulitkan kabupaten ini untuk dijangkau program pembangunan dari pemerintah. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

"Gunungkidul memang sudah tidak termasuk sebagai daerah tertinggal oleh Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal. Namun kategori penduduk miskinnya tertinggi di DIY," katanya di sela-sela kunjungan kerja Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek di Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Rabu (26/10/2016). PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Kondisi ini ikut menghambat upaya peningkatan kualitas kesehatan di kabupaten ini. Belum lagi akses masyarakat Gunungkidul ke fasilitas layanan kesehatan juga terbilang sulit, seperti lokasi yang berjauhan. Untuk itu tantangan ini berusaha diantisipasi dengan peningkatan upaya preventif dan promotif, salah satunya melalui stop buang air sembarangan.

Di sisi lain, staf ahli sosial budaya dan hubungan masyarakat DIY, Bayu Haryono mengakui masih ada masyarakat DIY yang buang air besar sembarangan, salah satunya karena banyak wilayah yang masih berupa alam terbuka. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

"Bisa di sungai atau pantai. Selain karena kurangnya kesadaran masyarakat dan BAB sembarangan sudah menjadi kebiasaan," timpalnya. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Meski begitu, sejak tahun 2011, 402 dari 438 desa di DIY telah mencanangkan diri sebagai desa yang berkomitmen untuk menjalankan Sanitasi Terpadu Berbasis Masyarakat (STBM).

Baginya, menyatakan diri sebagai wilayah yang bebas buang air besar sembarangan adalah salah satu indikator yang bisa menunjukkan besarnya komitmen masyarakat terhadap peningkatan kualitas kesehatan mereka. 

"Alhamdulillah, respons masyarakat juga baik (sosialisasi Stop Buang Air Sembarangan, red)," ungkap Badingah. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Pihaknya juga mendukung program ini dengan Surat Edaran Bupati yang mewajibkan setiap camat untuk memetakan ketersediaan jamban di wilayah masing-masing. Laporan ini lantas ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati yang mendasari pemberian bantuan pembuatan jamban untuk masyarakat. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Dalam kesempatan yang sama, 18 camat dari kabupaten Gunungkidul juga mendeklarasikan komitmen masyarakat mereka untuk Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan) secara serentak. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Bayu menambahkan 194 desa di DIY telah bebas dari kebiasaan buang air besar sembarangan. "DIY sudah 99 persen (bebas buang air sembarangan)," timpal Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY, drg Pembayun Setyaningastutie, MKes.

Sisanya masih ada, meski tersebar di sejumlah daerah seperti Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Sumber: Detik dot com
                 PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Terpopuler

Terbaru

PKH MENDORONG ANAK-ANAK PENERIMA MANFAAT UNTUK BERPRESTASI

PKH MENDORONG ANAK-ANAK PENERIMA MANFAAT UNTUK BERPRESTASI

SAPA INDONESIA - PROGRAM Keluarga Harapan (PKH) yang menjadi...
CEGAH URBANISASI, INFRASTRUKTUR DESA PERLU DIGENJOT

CEGAH URBANISASI, INFRASTRUKTUR DESA PERLU DIGENJOT

SAPA INDONESIA - PEMBANGUNAN wilayah pedesaan dalam program...
RATUSAN DESA BELUM PUNYA BUMDES

RATUSAN DESA BELUM PUNYA BUMDES

SAPA INDONESIA - RATUSAN desa di Pamekasan belum memiliki badan...
DESA DIDORONG OPTIMALKAN PENYERAPAN DANA DESA

DESA DIDORONG OPTIMALKAN PENYERAPAN DANA DESA

SAPA INDONESIA - SAAT ini, masih ada satu desa di Boyolali,...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook