Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

BANTUAN SISWA MISKIN TIDAK DAPAT DICAIRKAN

kemiskinan-pemiskinan-bsm

SAPA - Kerancuan terhadap informasi dan pelaksanaan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara. Lima murid SD 030 Petung, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara, tidak dapat mencairkan Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012/2013. Alasannya, kelima anak itu berstatus murid SD, sementara program BSM yang mereka terima direruntukkan pelajar SMP kelas 7 tahun ajaran 2012/2013.

"Ini sangat membingungkan orangtua murid, karena mereka ini menerima surat undangan dinyatakan berhak menerima program BSM dari Direktorat Pembinaan SMP, Dirjen Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Tamrin, warga Petung Tunan RT 021 yang ditemui Kaltim Post di Sekretariat LSM Komite Peduli Lingkungan Sosial (KP-Lisos) Penajam Paser Utara di Petung, kemarin.

Ia mengungkapkan, undangan yang diterima mengharuskan murid yang bersangkutan menandatangani kartu khusus dan menyerahkannya ke pihak sekolah. Kartu yang harus diisi identitas murid dan orangtua itu juga tersedia dalam surat yang mereka terima. "Saya tidak yakin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan salah alamat dan data. Surat yang diterima masing-masing orangtua murid benar alamatnya dan kondisinya," kata Tamrin yang juga menerima surat serupa.

Kelima murid SD 030 Petung yang menerima program BSM bekerja sama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) itu adalah Mujarawansyah, Zakaria, Juniti, dan dua murid lainnya. Mereka saat ini tercatat sebagai murid SD 030 Petung kelas II, III, dan IV. "Saya menyangka apakah ini program salah sasaran, tetapi kok nama dan alamatnya benar," katanya.

Dikatakannya, untuk memperjelas hal ini pihaknya sudah menemui pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Penajam Paser Utara. Seorang pegawai yang menemuinya menjelaskan akan koordinasi dengan para pihak termasuk memanggil kepala SD 030. "Tetapi sampai saat ini belum ada tindakan kearah itu. Saya bertanya-tanya, data yang didapatkan Kementerian Pendidikan Nasional itu darimana? Kalau tidak dari sekolah, lalu darimana kok data samanya persis, sehingga sangat tidak mungkin salah kirim, apalagi salah orang," katanya.

Secara nasional, program ini diberikan kepada siswa mulai dari tingkat dasar hingga Perguruan Tinggi dengan besaran BSM SD dan Madrasah Ibtidaiyah sebesar Rp 360.000 per tahun; BSM SMP dan Madrasah Tsanawiyah sebesar Rp 550.000 per tahun; BSM SMA, SMK dan Madrasah Ibtidaiyah sebesar Rp 780.000 per tahun; dan BSM Perguruan Tinggi sebesar Rp 1.200.000 per tahun. Program ini bersifat bantuan langsung kepada siswa dan bukan beasiswa, karena berdasarkan kondisi ekonomi siswa dan bukan berdasarkan prestasi (beasiswa) mempertimbangkan kondisi siswa, sedangkan beasiswa diberikan dengan mempertimbangkan prestasi siswa.

 

kaltimpost dot co id

Terpopuler

Terbaru

DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

SAPA INDONESIA - POLISI meringkus pria berinisial Y (41), oknum...
RAKOR KEMISKINAN MINIM DIHADIRI KETUA TPKD

RAKOR KEMISKINAN MINIM DIHADIRI KETUA TPKD

SAPA INDONESIA - RAPAT Koordinasi (Rakor) teknis tentang penanggulangan...
WAGUB: PEMBANGUNAN TIDAK MERATA PEMICU ANGKA KEMISKINAN

WAGUB: PEMBANGUNAN TIDAK MERATA PEMICU ANGKA KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - WAKIL Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin...
KEMENDES TARGETKAN KALSEL TERBANGUN 200 DESA ONLINE

KEMENDES TARGETKAN KALSEL TERBANGUN 200 DESA ONLINE

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook