Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

KEMISKINAN DI BATAM TIDAK BISA DIHAPUS

kemiskinan-pemiskinan-miskinpekanbaru

SAPA - Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengklaim bahwa pada tahun 2011 masih ada 40.493 rumah tangga miskin atau setara dengan 6,11% dari total jumlah penduduk di Batam yang hidup miskin. Jumlah ini diupayakan untuk terus dikurangi tapi tidak untuk menyelesaikannya.

Angka di atas menurut Wakil Wali Kota Batam, Rudi berada dibawah angka kemiskinan nasional dan telah melampaui target MDG's. Namun demikian, masyarakat miskin ini tetap menjadi perhatian Pemko Batam khususnya dan Pemerintah Provinsi Kepri pada umumnya dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan.

Rudi yang juga ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Batam, mengatakan program yang dilakukan oleh Pemko bukan menghilangkan, akan tetapi dengan cara meningkatkan mutu, melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi melalui beberapa program seperti pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB), Koperasi dan sebagainya.

Selain itu juga dilakukan program bedah rumah yang difasilitasi pendanaannya melalui APBN, APBD Tingkat I dan APBD Tingkat II dalam berbagai program pengentasan kemiskinan.

"Program-programnya meliputi program pemenuhan hak-hak dasar penduduk miskin atau desa tertinggal, program rumah layak huni, program pembinaan unit usaha penduduk miskin dan program pembangunan dan peningkatan infrastruktur di kawasan hinterland", katanya.

Hal ini disampaikan Rudi disela-sela rapat koordinasi Pemerintah, pemda dan multipihak untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kemenko Kesra) di Hotel Harmonie One, siang tadi (27/3).

Sementara itu, Asisten Deputi VII Kemenko Kesra, Hadi Santoso mengatakan sebagai kota metropolitan yang berpenduduk kurang lebih 1,2 juta jiwa, Kota Batam tentu memiliki problematika yang lazim terjadi di kota besar yaitu urbanisasi yang tinggi dan kebutuhan lapangan kerja.

Hal inilah yang berdampak pada meningkatnya angka penduduk miskin di Kota Batam. Untuk itu, Pemko Batam harus meningkatkan program seperti percepatan infrastruktur kelurahan (PIK) dalam upaya penanggulangan masyarakat miskin di Kota Batam dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Contohnya program PIK yang digagas pemko Batam, dengan nilai 250 juta per tahun per kelurahan dan rencananya akan dinaikkan menjadi Rp400 juta hingga Rp500 juta tahun depan. Program yang sangat baik ini mudah-mudahan dapat dicontoh oleh daerah lain dalam mensejahterakan masyarakat," ujarnya.

 

batampos dot co dot id

Terpopuler

Terbaru

PEMDA DIDORONG BANTU SOSIALISASI SUBSIDI LISTRIK TEPAT SASARAN

PEMDA DIDORONG BANTU SOSIALISASI SUBSIDI LISTRIK TEPAT SASARAN

SAPA INDONESIA - SUBSIDI listrik untuk 18,7 juta pelanggan...
PERTUMBUHAN TINGGI TAK JAMIN BEBAS MASALAH KEMISKINAN

PERTUMBUHAN TINGGI TAK JAMIN BEBAS MASALAH KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika mengatakan...
PEMBANGUNAN EKONOMI PERDESAAN BUTUH PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN

PEMBANGUNAN EKONOMI PERDESAAN BUTUH PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN

SAPA INDONESIA - SEJUMLAH kalangan menilai pengembangan ekonomi...
DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

SAPA INDONESIA - POLISI meringkus pria berinisial Y (41), oknum...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook