Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

Kemiskinan Jadi Tantangan Utama

SOLO — Di antara delapan Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) yang menjadi komitmen negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, pemberantasan kemiskinan dan kelaparan ekstrem menjadi tantangan utama dalam pencapaiannya. Hingga kini, kemiskinan masih terus dihadapi kota/kabupaten di Indonesia, yang juga berkomitmen mencapai MDG.

Hal ini terungkap dalam pertemuan Kerja Sama Pemerintah Kota Solo dan Kemitraan Integritas dalam Percepatan Pencapaian Target MDG di Solo, Jawa Tengah, Senin (21/5/2012).

Program Officer Kemitraan Integritas Bagus Sarwono mengungkapkan, tingkat pencapaian MDG Solo mencapai 50,08 persen. Sisanya, 22,92 persen akan tercapai, 16,17 persen belum tercapai, dan 8,33 persen belum teridentifikasi.

Dari delapan target MDG, tujuan pertama adalah pemberantasan kemiskinan dan kelaparan ekstrem, sedangkan tujuan keenam memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lain. "Tujuan ketujuh memastikan kelestarian lingkungan harus menjadi perhatian karena angka capaiannya masih rendah," kata Bagus.

Lembaga non-pemerintah Kemitraan Integritas menjadi mitra Pemkot Solo sejak November 2011 untuk percepatan pencapaian MDG. Menurut Bagus, setiap daerah memiliki kendala sendiri-sendiri dalam pencapaiannya. Namun, target pertama MDG, yakni pemberantasan kemiskinan, dihadapi hampir setiap kota/kabupaten dengan masalah khas masing-masing.

Data Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Solo, jumlah warga miskin mencapai 133.000 jiwa dari total 530.000 penduduk. Jumlah ini lebih besar daripada data Badan Pusat Statistik Solo yang mencatat 85.000 warga miskin. Ini terjadi karena TKPKD memakai 25 parameter, sedangkan BPS hanya menggunakan 14 parameter.

Angka garis kemiskinan di Solo juga tinggi karena adanya kesenjangan yang besar antara orang kaya dan miskin. Namun, langkah Pemkot Solo yang memberikan bantuan biaya kesehatan dan bantuan pendidikan dinilai sangat membantu warga miskin agar tidak semakin jatuh miskin.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Solo Joni Hari Sumantri mengatakan, perencanaan yang dibuat pihaknya berupaya memberi prioritas pada sektor yang menjadi target pencapaian MDG. Hal ini juga didukung dengan alokasi anggaran yang dibutuhkan.

Sumber : Kompas.com

Terpopuler

Terbaru

WALIKOTA MAGELANG MINTA DANA KELURAHAN DAPAT DIREALISASIKAN

WALIKOTA MAGELANG MINTA DANA KELURAHAN DAPAT DIREALISASIKAN

SAPA INDONESIA - WALIKOTA MAGELANG, Sigit Widyonindito, menyambut...
SUKOHARJO: 17 KELURAHAN SEGERA TERIMA DANA KELURAHAN

SUKOHARJO: 17 KELURAHAN SEGERA TERIMA DANA KELURAHAN

SAPA INDONESIA - PEMKAB Sukoharjo memastikan sebanyak 17 kelurahan...
KEMENDAGRI SERAHKAN KONSEP DANA KELURAHAN

KEMENDAGRI SERAHKAN KONSEP DANA KELURAHAN

SAPA INDONESIA - MENTERI Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan...
KEMENDES SEBUT INOVASI DESA YOGYA MUNCUL BERKAT ADEM AYEM POLITIK

KEMENDES SEBUT INOVASI DESA YOGYA MUNCUL BERKAT ADEM AYEM POLITIK

SAPA INDONESIA - ANGGOTA Tim Advisor Kementerian Desa Pembangunan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook