Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

RIBUAN MASYARAKAT BOJONEGORO HIDUP DALAM KEMISKINAN

kemiskinan-pemiskinan-bojonegoro

SAPA - Kekayaan alam berupa minyak bumi yang ada di wilayah Blok Cepu, ternyata tidak berimbas ,kesejahteraan bagi rakyat di sekitar wilayah tersebut, adalah realita yang juga sulit terbantahkan.

Hal ini terbukti dari masih tetap miskinnya masyarakat Bojonegoro, terutama yang bermukim di sisi-sisi hutan. lebih ironis lagi, sejumlah desa yang ada di ring satu Blok Cepu masih banyak warganya yang setiap hari berjuang melawan himpitan kelaparan..

Di Bojonegoro sendiri ada perusahaan PetroChina yang menambang di sumur minyak Sukowati dan Exxon Mobil yang menambang di Banyuurip. Mulailah Bojonegoro disebut sebagai Kota Minyak. Nyatanya masih banyak kemiskinan di titik yang justru menjadi lokasi sumber minyak data di Desa Gayam yang merupakan ring satu lokasi kilang minyak, ternyata tidak semua orang mendapatkan berkah kehidupan dari adanya eksplorasi. Masih banyak warga yang ternyata –setelah ditelusuri— hidup dalam kesusahan ekonomi dan kemisikinan.

Dan seharusnya suatu daerah kaya akan kekayaan alam, maka masyarakatnya akan juga harus ikut menikmati hasil alam tersebut. Sehingga, jika perimbangan pembagian hasil eksplorasi tidak bisa dibagi dengan adil, namun kenyataan kini ribuan masyarakat di Bojonegoro hidup dalam garis kemiskinan.

Dan seharusnya dengan segera digarapnya Blok Cepu, diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat disekitarnya. Atau paling tidak dengan hasil penambangan minyak di Blok Cepu, pemerintah Kabupaten Bojonegoro dapat menciptakan dan menambah lapangan pekerjaan baru bagi masyarakatnya. Namun kenyataanya justru sebaliknya.

Keadaan nyata banyak sekali dampak yang dirasakan warga yang tinggal di kawasan lapangan sumur minyak Blok Cepu di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem tersebut Dampak pertama adalah tidak terkelolanya dana hasil pembebasan lahan yang diterima oleh petani. Banyak di antara mereka yang justru membelanjakan uang hasil pembebasan lahan untuk membeli motor.

Akibatnya, mereka masih tetap bergelut dengan persoalan ekonomi setelah uang hasil pembebasan lahan tersebut habis. Hal ini kami sebut sebagai "gegar budaya", karena warga yang pada umumnya berprofesi sebagai petani dan tidak berpendidikan tinggi, terkejut dengan perubahan gaya hidup yang muncul karena mendapatkan uang dalam jumlah cukup besar.

rri dot co dot id

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

SAPA INDONESIA - MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencurigai...
PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) menegaskan...
PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

SAPA INDONESIA - PROGRAM padat karya cash dari dana desa diharapkan...
WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

SAPA INDONESIA - WAKIL Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook