Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

DAHLAN: BIROKRASI MENGHAMBAT PENGENTASAN KEMISKINAN

kemiskinan-pemiskinan-dahlan-iskan

SAPA - Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebut bahwa birokrasi sebagai salah satu faktor penghambat pengentasan kemiskinan di Indonesia. Dana yang disiapkan negara untuk masyarakat miskin tidak tersalurkan penuh karena ribetnya birokrasi. Salah satu contohnya adalah dalam penyaluran BLSM yang tidak tepat sasaran.

Menurut Dahlan saat ini kementerian dan negara menyiapkan dana yang banyak untuk mengentaskan kemiskinan. Jika saja dana tersebut bisa ditransfer langsung by name by address, kemiskinan di Indonesia dapat langsung berkurang secara drastis.

"Dana pengentasan kemiskinan di seluruh kementerian banyak ber-triliun-triliun. Kalau dibagi langsung ke mereka mungkin tidak miskin lagi, tapi karena ada birokrasi. Jika saja ada rekening, langsung dikasih mungkin tidak ada lagi kemiskinan itu," ucap Dahlan akhir pekan ini di Jakarta.

Dahlan menyebut, dari penyaluran BLSM saja dapat dilihat banyak yang tidak tepat sasaran. Penerima BLSM ada yang mempunyai Blackberry dan memakai kalung emas.

Karena mengirim uang melalui rekening kepada rakyat miskin susah diimplementasikan, Dahlan mempunyai ide tersendiri dalam mengentaskan kemiskinan ini. Dahlan ingin mengelompokkan rakyat miskin ini dalam beberapa kategori.

"Seandainya betul orang miskin itu 30 juta, dugaan saya bisa 5 juta di antara 30 juta tidak mungkin tidak bisa diangkat dari kemiskinan karena sudah tua dan tidak punya anak. Kalau ada datanya by name by address 5 juta ini disisihkan ini tanggung jawab siapa. Saya pengen realisasi seperti ini, 5 juta ini ditandatangani satu lembaga," ucap Dahlan.

Setelah kategori ini, Dahlan ingin mengelompokkan lagi rakyat miskin dari yang mau bekerja dan tidak mau bekerja. Jika rakyat miskin ini mau bekerja pemerintah bisa membantu dari sisi permodalan. "25 juta kita pilah-pilah lagi orang miskin muda mau bekerja dan tidak punya lahan. Ada lagi Anak muda mau kerja tapi ada di perkotaan, harus diambil tindakan," katanya.

Untuk kategori selanjutnya adalah orang miskin yang benar-benar tidak mau bekerja. Dahlan berkelakar orang miskin seperti ini bisa diserahkan saja kepada ulama. "Jika ada berapa juta memang tidak mau bekerja, mabuk-mabukkan, malas bekerja, kerjanya marahin istrinya, judi, ini kita kasih ulama saja," tutup Dahlan.

merdeka dot com

Terpopuler

Terbaru

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Dalam Negeri memprediksi, alokasi...
DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

SAPA INDONESIA - DANA desa sudah dicairkan sekira 95,54%. Sejak...
SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SAPA INDONESIA - PENYERAPAN Dana Desa (DD) di enam desa di...
MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

SAPA INDONESIA - MENTERI Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo memperkirakan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook