Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

POTRET KEMISKINAN WARGA KULON PROGO

kemiskinan-pemiskinan-miskin-ntb

SAPA - Kehidupan sederhana jauh dari standar kesehatan, ternyata masih saja dialami oleh warga Kulonprogo. Setidaknya, hal itu yang dirasakan oleh Bodin, warga Tempel, Bumirejo, Kecamatan Lendah. Ironisnya, dia tidak banyak mendapatkan bantuan dan jaminan dari pemerintah.

Wajah Bodin, nampak murung ketika sejumlah wartawan dan petugas Puskesmas datang ke rumahnya. Sambil berjalan gontai, dia menghampiri petugas yang memperkenalkan diri. Dibelakangnya, istrinya Murti Nuraini, menggendong Muhammad Miftahuldzaq, ikut menemui.

Menurut Bodin, rumah berukuran 4x8 meter ini adalah tempat tinggalnya sehari-hari. Meskipun beralaskan tanah, dan berdinding dari anyaman bambu, dia masih bertahan mengarungi bahtera rumah tangga. Dia juga tidak menghiraukan kondisi atap rmahnya yang mulai rusak, dan banyak genting yang melorot.

Sementara, anaknya yang berusia tiga tahun sedikit mengalami ganguan gizi buruk yang membuatnya belum bisa berjalan. Sedangkan istrinya juga mengalami gangguan jiwa, dan sudah beberapa kali dibawa ke RS Grasia, Pakem, Sleman.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, Bodin menggantungkan hidupnya dari mencari belalang di sepanjang pesisir selatan

Kulonprogo. Penghasil yang diperoleh pun tidak menentu tergantung tangkapan.

Ketika sedang bernasib baik, dia bisa mendapatkan dua kilogram yang laku dijual Rp20 ribu per kilogramnya. Namun bila sedang sepi, kadang hanya beberapa ons saja. Padahal kalau sedang musim, justru harga jualnya akan murah. "Pekerjaan saya hanya itu, mencari belalang," ujarnya polos.

Selain kondisi ekonomi dan rumahnya yang memprihatinkan, ternyata Bodin juga tidak banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Satu-satunya yang dipegang hanyalah kartu Jamkesmas. Selebihnya, dia tidak pernah menerima bantuan beras bagi warga miskin (raskin) maupun Bantuan Lanngsung Seentara masyarakat (BLSM) dari pemerintah.

"KTP dan KK saya juga komplit saya punya," terangnya sambil menunjukkan kartu keluarga dari lipatan dompet plastik.

Kepala Dukuh Tempel Anang Windradianto mengatakan, tidak hanya Bodin yang kehidupannya memprihatinkan. Namun masih ada empat warga lain yang kondisiya tidak jauh berbeda. Bahkan juga ada yang mengalami cacat fisik dan harus berjalan menggunakan kruk.

"Mereka ini sebenarnya sudah masuk album kemiskinan, tetapi belum banyak bantuan yang ada," jelasnya.

Bodin, ujar dia, pernah diusulkan rumahnya dijadikan lokasi bedah rumah. Namun karena tidak memiliki dana swadaya untuk mendukung, bantuan ini akhirnya dialihkan. Begitu pula ketika mendapakan bantuan raskin, dia mengaku berasnya kurang enak dan tidak mau menebus.

"Kita berharap pemerintah bisa membantu kehidupan mereka agar lebih baik," tuturnya.

daerah dot sindonews dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

SAPA INDONESIA - MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencurigai...
PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) menegaskan...
PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

SAPA INDONESIA - PROGRAM padat karya cash dari dana desa diharapkan...
WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

SAPA INDONESIA - WAKIL Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook