Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI DIY BELUM TEPAT SASARAN

kemiskinan-pemiskinan-miskinkebumen

SAPA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menilai anggaran program pengentasan kemiskinan sebesar Rp6,7 miliar dari pemerintah provinsi belum tetap sasaran.

Ketua DPRD Kulon Progo, Ponimin Budi Hartono di Kulon Progo, Sabtu mengatakan, mengatakan program pengentasan kemiskinan ini merupakan kebijakan dari Pemprov DIY untuk menurunkan angka kemiskinan yang saat ini mencapai 17 persen atau sekitar 500.000 jiwa dari jumlah penduduk.

"Program ini diperuntukkan bagi warga yang hampir miskin supaya tidak jatuh miskin. Jadi warga miskin tidak mendapat bantuan dari program ini. Kami menduga, anggaran ini untuk menurunkan angka kemiskinan sebanyak 10 persen dari 17 persen penduduk miskin DIY," kata Ponimin.

Dia mengatakan, melalui program pengentasan kemiskinan ini, rencannya pemprov akan memberikan bantuan sebesar Rp 1 juta per kepala keluarga miskin kelompok usaha ekonomi produktif. Dengan anggaran Rp6,7 miliar tersebut, sebanyak 6700 KK miskin Kulon Progo akan mendapatkan bantuan.

Namun demikian, ia mengatakan, seperti di Desa Wijimulyo, Kecamatan Nanggulan, sebanyak 25 kepala keluarga (KK) yang mendapat bantuan program pengentasan kemiskinan. Tetapi dari 25 KK yang menerima, 95 persennya tidak tepat sasaran.

"Kami tidak memahami, apa yang menjadi dasar atau acuan pembagian dana pengentasan kemiskinan. Data penerima semuanya dari Pemprov DIY. Kami minta, pemprov melakukan evaluasi dari program penanggulangan kemiskinan, khususnya di wilayah Kulon Progo," katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DIY Tavip Agus Rayanto mengatakan Pemprov DIY akan menggelontorkan bantuan sosial (Bansos) sebesar Rp46 miliar bagi 46 ribu kepala keluarga (KK) miskin produktif.

Menurut Tavip, kebijakan ini atas rekomendasi Badan Pusat Statistik (BPS) dengan kajian dilapangan untuk menekan angka kemiskinan DIY hingga 2 persen pada tahun 2013.

"BPS merekomendasikan kalau ingin menurunkan angka kemiskinan dua persen harus memberi insentif atau bansos sebesar 46 ribu warga miskin. Sedangkan kalau ingin menurunkan 3 persen dibutuhkan intervensi sampai 60 ribu warga miskin tergantung APBD DIY," kata Tavip.

Tavip menjelaskan sesuai kemampuan APBD DIY masih 46 ribu orang dan sudah mendapat persetujuan DPRD sehingga setiap KK miskin akan mendapatkan bansos sebesar Rp1 juta. Bantuan itu bukan untuk memenuhi kebutuhan pribadi namun digunakan untuk kegiatan produktif lain dan berdasarkan pertimbangan garis kemiskinan di DIY pendapatannya berkisar Rp 280 ribu.

jogja dot antaranews dot com
                                                                                             Kemiskinan - Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan - Pengentasan Kemiskinan - TKPK - Angka Kemiskinan - Data Kemiskinan - Musrenbang - PNPM Mandiri

Terpopuler

Terbaru

KUTUH DIJADIKAN “ROLE MODEL” PEMBANGUNAN DESA DI BADUNG

KUTUH DIJADIKAN “ROLE MODEL” PEMBANGUNAN DESA DI BADUNG

SAPA INDONESIA - WAKIL Bupati Badung, Ketut Suiasa, menegaskan...
PEMERINTAH BAKAL TAMBAH DANA DESA 10% DI TAHUN DEPAN

PEMERINTAH BAKAL TAMBAH DANA DESA 10% DI TAHUN DEPAN

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat...
KEMISKINAN BENGKULU DAN JANJI KPK YANG DILUPAKAN SANG GUBERNUR

KEMISKINAN BENGKULU DAN JANJI KPK YANG DILUPAKAN SANG GUBERNUR

SAPA INDONESIA - GUBERNUR BENGKULU Ridwan Mukti bersama istrinya,...
DANA DESA TAK KUNJUNG CAIR, KEPALA DESA BERANG PEMBANGUNAN TERHAMBAT

DANA DESA TAK KUNJUNG CAIR, KEPALA DESA BERANG PEMBANGUNAN TERHAMBAT

SAPA INDONESIA - PENCAIRAN Dana Desa di Kabupaten Purworejo...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook