penanggulangan kemiskinan, melawan pemiskinan, kemiskinan, angka kemiskinan, data kemiskinan, pengentasan kemiskinan, tkpk, IKRAR, pnpm mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

JUMLAH PENDUDUK MISKIN DESA DI PROVINSI ACEH MENINGKAT

kemiskinan-pemiskinan-desa-miskin-aceh

SAPA - Besarnya persentase jumlah penduduk miskin di pedesaan di Provinsi Aceh hingga September 2013 dilaporkan adalah 20,14 persen atau mencapai 699.000 orang. Ini berarti mengalami peningkatan dibandingkan pada Maret 2013 yang hanya 19,96 persen atau 685.000 orang. Sedangkan penduduk miskin di kawasan perkotaan Aceh dilaporkan menurun dari 11,59 persen atau 156,37 orang pada Maret 2013 menjadi 11,55 persen atau 156,80 orang pada September 2013.

"Jumlah penduduk miskin perkotaan di Aceh pada September 2013 menurun dibandingkan posisi Maret 2013. Sementara penduduk miskin pedesaan pada periode sama justru sebaliknya mengalami peningkatan," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Hermanto kepada wartawan, Kamis (2/1).

Dikatakan, secara keseluruhan persentase jumlah penduduk miskin di Provinsi Aceh hingga posisi September 2013 sebesar 17,72 persen atau 856.000 orang. Jika dibandingkan dengan persentase penduduk miskin pada September 2012 yang hanya 18,58 persen, berarti persentase penduduk miskin turun 0,86 persen.

Hal ini disebabkan antara lain oleh pertumbuhan ekonomi Aceh dengan migas pada triwulan III-2013 secara triwulanan (q-to-q) mencapai 1,28 persen dan tanpa migas sebesar 1,76 persen. Kemudian Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2012-September 2013 mengalami peningkatan dari 131,33 pada September 2012 menjadi 134,31 pada September 2013 (5,37 persen).

Selanjutnya, pada September 2013 Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat sebesar 103,14, turun 0,42 persen dibandingkan September 2012 sebesar 103,56. Besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Selama periode September 2012-September 2013, garis kemiskinan di Aceh naik sebesar 8,16 persen, yaitu dari Rp 321.893 per kapita per bulan pada September 2012 menjadi Rp 348.172 per kapita per bulan pada September 2013. Untuk daerah perkotaan, Garis Kemiskinan naik sebesar 6,31 persen, dari Rp 352.056 per kapita per bulan pada September 2012 menjadi Rp 374.261 per kapita per bulan pada September 2013, sedangkan untuk daerah pedesaan naik sebesar 8,99 persen, yaitu dari Rp 310.089 per kapita per bulan pada September 2012 menjadi Rp 337.962 per kapita per bulan pada September 2013.


Lebih besar⁠

Dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan, yang terdiri dari garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan bkan makanan (GKBM), peranan komoditi makanan lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).

Pada September 2012 sumbangan GKM terhadap GK sebesar 76,11 persen dan pada September 2013 sebesar 76,42 persen. Komoditi yang paling penting bagi penduduk miskin adalah beras dan rokok kretek filter. Pada September 2013, sumbangan pengeluaran beras terhadap garis kemiskinan makanan sebesar 35,81 persen di perkotaan dan 39,92 persen di pedesaan. Sementara untuk komoditi bukan makanan, biaya perumahan mempunyai peranan yang cukup besar terhadap garis kemiskinan bukan makanan dengan total 22,26 persen di perkotaan dan 21,31 persen di pedesaan.

Lebih lanjut Hermanto mengungkapkan, persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan penanggulangan kemiskinan juga sekaligus dapat mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

Pada periode September 2012-September 2013, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami peningkatan sebesar 0,14 poin. Indeks Kedalaman Kemiskinan bergeser dari 3,069 pada September 2012 menjadi 3,201 pada September 2013.

Sedangkan untuk Indeks Keparahan Kemiskinan pada periode yang sama bergeser dari 0,825 menjadi 0,829. Besaran nilai indeks ini mengindikasikan, rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung menjauhi garis kemiskinan, sementara kondisi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin relatif tidak berubah.

tanohgayo dot com
                                                            Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan - Kemiskinan - Pengentasan Kemiskinan - TKPKD - Angka Kemiskinan - Data Kemiskinan - Musrenbang - PNPM Mandiri

Terpopuler

Terbaru

MENTERI PDTT: DANA DESA NAIK LAGI TAHUN 2018

MENTERI PDTT: DANA DESA NAIK LAGI TAHUN 2018

SAPA INDONESIA - MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...
PENGELOLAAN DANA DESA, KADES DI WONOGIRI MINTA ADA TENAGA PENDAMPING

PENGELOLAAN DANA DESA, KADES DI WONOGIRI MINTA ADA TENAGA PENDAMPING

SAPA INDONESIA - KALANGAN kepala desa (Kades) di Wonogiri mengakui...
MENDES APRESIASI EMBUNG DESA MANFAATKAN DANA DESA

MENDES APRESIASI EMBUNG DESA MANFAATKAN DANA DESA

SAPA INDONESIA - MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,...
JUMLAH PENGANGGURAN DIY CAPAI 80.245 ORANG

JUMLAH PENGANGGURAN DIY CAPAI 80.245 ORANG

SAPA INDONESIA - KEPALA Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook