Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

JAWA TENGAH : 9 JUTA WARGA HIDUP DALAM KEMISKINAN

kemiskinan-sapa-desamiskinSAPA - Sedikitnya 9 juta jiwa warga yang tinggal di desa sekitar hutan di Jawa Tengah hidup dalam kemiskinan. Mereka tinggal tersebar di 1.927 desa sekitar kawasan hutan milik negara baik yang berada di wilayah pegunungan maupun pesisir.

"Kemiskinan terjadi karena perhatian pemerintah kabupaten terhadap warga yang tinggal di wilayah sekitar hutan minim,"kata Ketua Ketua LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Jawa Tengah, Muhammad Adib, Selasa (4/12).

Di Jateng terdapat 1.927 desa yang berada di sekitar hutan baik diwilayah pegunungan hingga pesisir, yang warganya hidup miskin. "Data yang kita miliki sebanyak 1.927 desa tersebut dihuni oleh sekitar 9 juta jiwa, sebagian besar hidup dalam kemiskinan," jelasnya.

Sebagian besar mereka adalah petani dan buruh tani dengan kepemilikan lahan dibawah 0,25 hektar, itupun berupa lahan kering. Sehingga kemudian mereka memanfaatkan lahan hutan untuk mengembangkan pertaniannya.

Pemda selalu berdalih bahwa mereka menjadi tanggung jawab Perhutani sebagai pemangku hutan di kawasan itu. "Padahal, hal ini sama sekali tidak benar. Seharusnya, tanggung jawab masyarakat di sekitar hutan, juga menjadi tanggung jawab pemerintah di kabupaten setempat," jelasnya.

Masyarakat sekitar hutan saat ini membutuhkan perhatian berupa kebijakan pemerintah mengenai penyaluran pupuk bersubsidi. "Program tersebut hanya diberikan pada kelompok tani atau gabungan kelompok tani pemilik areal persawahan. Kebijakan ini, mestinya diperluas lagi sehingga tidak hanya petani sawah saja yang bisa menikmati pupuk bersubsidi," jelasnya.

Selain itu, juga masalah pemberian kredit bagi perbankan. Adib menilai, program kredit pertanian yang diberikan kalangan perbankan, hanya bisa dinikmati oleh petani-petani sawah yang terhimpun dalam Gapoktan. "Kami juga berharap, pemerintah bisa memperluas kebijakan ini, sehingga petani sekitar hutan bisa ikut menikmati kredit perbankan," katanya.

Salah desa dan dusun disekitar hutan yang menjadi kantong kemiskinan adalah di Dusun Watujaran Desa Sikapat Kecamatan Baturaden. Dusun Sikapat berada di perbatasan hutan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur.

Kaur Kesra Desa Sikapat, Abdulhamid,mengatakan, sebanyak 144 kepala keluarga di Desa Sikapat katagori rawan pangan. Kebutuhan makan sehari-hari diperoleh dari alam," Untuk mendapatkan uang, sebagian orang bekerja mencari kayu bakar di hutan dan menjualnya ke pasar. Pendapatannya ditaksir sekitar Rp10.000- 20.000 per hari,"jelasnya.

Pekerjaan warga mayoritas sebagai pencari kayu bakar, penderes dan buruh. "Ada warga yang tidak memiliki pendapatan namun masih bisa makan seadanya. Sehingga dikatakan sebagai warga dengan kategori rawan pangan," jelas Abdulhamid.


Sumber : Desa Merdeka

Terpopuler

Terbaru

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Dalam Negeri memprediksi, alokasi...
DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

SAPA INDONESIA - DANA desa sudah dicairkan sekira 95,54%. Sejak...
SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SAPA INDONESIA - PENYERAPAN Dana Desa (DD) di enam desa di...
MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

SAPA INDONESIA - MENTERI Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo memperkirakan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook