Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

HERAN KENAPA MASIH ADA ORANG MISKIN DI BALI

SAPA - Pemprov Bali baru saja membentuk dan melantik Komite Standar Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Desa (KSPPMD). Pelantikan para anggota KSPPMD tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Wiswa Sabha Renon, Rabu (26/12).

Pelantikan langsung disaksikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi Bali Putu Astawa, Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta serta para kepala SKPD lainnya. Anggota KSPPMD terdiri dari para praktisi, para dosen lintas kampus di Bali, LSM dan tokoh masyarakat lainnya.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya mengatakan, Bali yang sangat kecil ini seharusnya sudah tidak ada lagi orang yang miskin. Namun kenyataannya, masih ada saja orang miskin. Dan orang miskin itu ada di desa. Ia menegaskan, jika selama ini sudah banyak dana yang dikeluarkan dan diperuntukkan bagi orang miskin tetapi orang miskin itu tetap saja ada. "Ini berarti ada yang salah dengan program pengentasan kemiskinan tersebut yang dilakukan selama ini. Karena di desa yang sama misalnya, ada program pengentasan kemiskinan dari pusat, dari provinsi, dan juga dari kabupaten tetapi tetap saja tidak bisa menyelesaikan masalah kemiskinan. Saya sendiri sangat penasaran dengan hal ini, kenapa sampai terjadi," ujarnya.

Menurut Pastika, bila dihitung maka dalam satu desa semuanya ada 48 program mulai dari pusat hingga kabupaten kota yang tugasnya untuk mengentaskan kemiskinan. Namun program yang banyak tersebut belum bisa menjamin agar masyarakat miskin teratasi. "Bahkan kepala desa sendiri di berbagai kesempatan saat ditanya malah bingung karena program terlalu banyak," ujarnya.

Untuk itu Pastika berharap, tim yang diambil dari lintas sektor ini bisa menjalankan peran koordinasi dan komunikasi dalam mengoptimalkan berbagai program yang ada seperti sistem pertanian terintegrasi, gerakan pembangunan desa terpadu, green province, Bali Clean and Green, dan Jaminan Kesehatan Bali Mandara, program bedah rumah dan sebagainya. Tim ini memiliki tugas untuk melakukan kajian, menilai, mengevaluasi dimana letak kelemahan, kekuatan, tantangan, peluang yang ada terhadap berbagai program yang ada.

Tugas tersebut bukan berhenti sampai disini tetapi dari hasil tersebut bisa memberikan pelatihan terhadap SDM masyarakat desa dan kelurahan seluruh Bali untuk memberdayakan dirinya sendiri, sesuai dengan sumber daya alam, sumber daya manusia yang ada. "Pemerintah akan mendukungnya dengan pendanaan. Dan kita punya cukup uang untuk hal itu. Sekarang tinggal masyarakat mau bekerja keras atau tidak setelah mendapatkan pelatihan dari tim KSPPMD tersebut," ujarnya.


Sumber : Berita Dewata

Terpopuler

Terbaru

DANA DESA RP 120 T, KEMENDES KAJI 2 OPSI PENCAIRAN

DANA DESA RP 120 T, KEMENDES KAJI 2 OPSI PENCAIRAN

SAPA INDONESIA - MENTERI Desa, Pembangunan Desa Tertinggal,...
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DARI DANA DESA CETAK SEJARAH

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DARI DANA DESA CETAK SEJARAH

SAPA INDONESIA - DI bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo...
DANA DESA DIHARAPKAN TAK MELULU UNTUK BANGUN INFRASTRUKTUR

DANA DESA DIHARAPKAN TAK MELULU UNTUK BANGUN INFRASTRUKTUR

SAPA INDONESIA - ANGGOTA Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera...
19 KADES KOTA BARU DIPERIKSA TERKAIT DANA DESA SENILAI RP 6,4 MILIAR

19 KADES KOTA BARU DIPERIKSA TERKAIT DANA DESA SENILAI RP 6,4 MILIAR

SAPA INDONESIA - DANA Desa yang diterima desa di lokasi Kota...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook