Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

ANGKA KEMISKINAN TURUN, KESENJANGAN BERTAMBAH

kemiskinan-sapa-winandinimawanSAPA - Badan Pusat Statistik mengungkapkan data tingkat kemiskinan Indonesia terbaru per September 2012 yakni sebesar 11,66 persen dari total penduduk Indonesia atau 28,59 juta orang, turun dari angka kemiskinan yang diukur Maret 2012 sebanyak 0,3 persen. Kendati turun, kesenjangan diperkirakan makin lebar.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Wynandin Imawan dalam jumpa pers di kantornya kemarin. Tingkat kesenjangan antara kelompok penduduk termiskin dan penduduk terkaya diukur lewat rasio gini. Kendati BPS mengaku belum menghitung, Wynandin mensinyalir ratio gini akan naik dari posisi 2011 yang 0,41, menggambarkan penyebaran kekayaan semakin senjang.

"Kalau persentase, kalau dia (angka kemiskinan) turun satu persen, dia biasanya gini ratio ada di bawah, sekitar 0,35-0,36. Tapi ini (penurunan angka) kan mulai seret. Masalahnya ini kan perbedaan yang kaya dan yang miskin. Kalau yang miskin di bawah nggak naik-naik, yang di atas naik terus, kan semakin lebar jaraknya," tutur Wynandin pada wartawan.

Secara jumlah, penduduk yang keluar dari garis kemiskinan pada periode Maret-September 2012 lebih besar dari Maret-September 2011.

Jumlah penduduk miskin turun 0,54 juta orang di September 2012 sementara pada periode yang sama tahun lalu hanya 0,13 juta. Adapun angka kemiskinan pada Maret 2012 ialah 11,96 persen dari total penduduk Indonesia atau sebanyak 29,13 juta orang.

Target kemiskinan yang ditetapkan pemerintah ada dalam kisaran 10,5-11,5 persen dari total penduduk. Angka kemiskinan September memang belum masuk dalam kisaran tersebut, namun Wynandin mengatakan, hal ini belum bisa menjadi ukuran kegagalan pemerintah.

"Kalau target akhir tahun kan sampai Desember, belum bisa disimpulkan berapa. Tahun anggaran kan berakhir di Desember, masih ada tiga bulan.

Kita tidak tahu bisa mencapai atau nggak," jelasnya seraya mengatakan, ukuran kinerja APBN 2012 bisa dilihat pada data kemiskinan Maret 2013.

BPS sendiri sengaja tidak melakukan survey pada Desember karena biasanya konsumsi masyarakat naik pada akhir tahun. Dengan demikian, jika mengukur belanja masyarakat pada akhir tahun, angka kemiskinan bisa jadi tidak menggambarkan yang sebenarnya.

Garis kemiskinan yang dipakai BPS juga naik secara rata-rata seiring dengan kenaikan harga, yakni sebesar 4,35% menjadi Rp 259.520 perkapita perbulan dari sebelumnya Rp 248.707 perkapita perbulan. BPS menggunakan indikator makanan dan non makanan dalam mengukur garis kemiskinan. Indikator makanan ialah konsumsi 2.100 kilokalori sementara indikator non makanan adalah perumahan, sandang, pendidikan, kesejahteraan, dan kebutuhan non makanan.


Sumber : Victory News

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

SAPA INDONESIA - MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencurigai...
PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) menegaskan...
PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

SAPA INDONESIA - PROGRAM padat karya cash dari dana desa diharapkan...
WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

SAPA INDONESIA - WAKIL Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook