Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

KEMISKINAN SEBABKAN MIMPI 622 PELAJAR DI CIAMIS KANDAS

kemiskinan-sapa-622siswaciamis

SAPA INDONESIA - MESKI perempuan, Nursofa (16) ingin jadi montir. Setelah tamat dari SMPN 6 Ciamis, Juni lalu, anak pertama pasangan Odis (40) dan Lastri (39), warga Lingkungan Awi Rarangan, RT 01/RW 04, Kelurahan Linggasari, Kecamatan/Kabupaten Ciamis, itu ingin masuk SMK jurusan otomotif.

Tapi cita-cita Nursofa kandas. Kedua orang tuanya, yang sehari-hari bekerja serabutan, tak sanggup membiayai sekolah anak sulungnya itu. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

"Pengennya masuk STM (SMK), jurusan motor (otomotif). Katanya mau kerja di bengkel. Tapi kalau sekolah di STM, kan, jauh dari sini. Harus berapa kali naik angkot, banyak biayanya. Belum lagi untuk jajan dan segala macam," tutur Lastri kepada Tribun, Sabtu (3/9).

Lastri sekeluarga tinggal di rumah panggung sangat sederhana berukuran 3 x 4 meter persegi dengan kolong melompong dan dinding rumah berupa GRC (semacam tripleks). Di rumah yang berada di bawah rimbunan pohon duku itu, Lastri dan suaminya serta anak bungsunya, Dimas (10), tinggal sehari-hari. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Adapun Nursofa tinggal bersama neneknya, Ijah, di Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis. Setelah tamat dari SMPN 6 Ciamis, meski usianya masih usia sekolah, Nursofa memilih bekerja sebagai pelayan toko. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

"Si Neng (Nursofa) bekerja di toko. Sekarang tinggal Dimas yang masih sekolah di SD kelas III, di SDN 5 Linggasari, tidak begitu jauh dari sini, tinggal nyeberang jalan," ujar ibu dua anak itu. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Nasib Lili Tarli (14) tak kalah tragis. Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan suami-istri Mahmud dan Nurhayati, warga Dusun Ranca Utama, RT 02 RW 07, Desa Pawindan, Ciamis, itu terpaksa meninggalkan bangku sekolah. Memasuki tahun ajaran baru 2016/2017 ini, pendidikan Lili kandas alias drop out (DO). PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Lili terpaksa meninggalkan bangku sekolahnya. Padahal ia naik ke kelas VIII (kelas 2) di MTsN Ciamis. Lili terpaksa bekerja di sebuah industri rumahan di Tasikmalaya guna membantu ekonomi keluarganya. Ayah Lili, Mahmud, sehari-hari bekerja sebagai buruh penebang kayu.

"Tadi pagi Mang Amud (Mahmud, Red) berangkat ke Bogor. Katanya ada pekerjaan di situ. Rumahnya lagi kosong, Lili kerja di Tasik," ujar salah seorang tetangga Mahmud sembari menunjukan satu rumah sangat sederhana yang di belakangnya terdapat kandang domba. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Lain lagi dengan Mina Moharomah (15). Anak Ny Emi, warga Lingkungan Awi Rarangan, RT 02/RW 04, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, yang baru tamat dari SMPN 6 Ciamis itu memang tidak melanjutkan ke sekolah formal. Jadi, sehari-hari ia membantu orang tuanya di rumah. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Sumber: Tribunnews dot com
                       PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Terpopuler

Terbaru

PENGGUNAAN DANA DESA PERLU DITINJAU ULANG

PENGGUNAAN DANA DESA PERLU DITINJAU ULANG

SAPA INDONESIA - PENGGUNAAN dana desa yang saat ini cenderung...
SEBAGIAN DANA DESA BANGUN JARINGAN INTERNET

SEBAGIAN DANA DESA BANGUN JARINGAN INTERNET

SAPA INDONESIA - PEJABAT Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten...
DANA DESA UNTUK BUDI DAYA PERIKANAN DARAT

DANA DESA UNTUK BUDI DAYA PERIKANAN DARAT

SAPA INDONESIA - DINAS Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko...
KEJARI BANDA ACEH BENTUK TIM INVESTIGASI DANA DESA

KEJARI BANDA ACEH BENTUK TIM INVESTIGASI DANA DESA

SAPA INDONESIA - KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Banda Aceh membentuk...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook