Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

DORONG PARTISIPASI MASYARAKAT DAN TINGGALKAN PENDEKATAN PROYEK

kemiskinan-pemiskinan-partisipasimasyarakat

SAPA - Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Provinsi Sumbar memiliki peran yang sangat strategis da­lam upaya mengentaskan ke­miskinan di Sumatera Ba­rat. Selain fokus membuka in­fra­struktur ekonomi di pelosok nagari, BPM juga memiliki program ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, energi, pendidikan dan kesehatan.

Sayangnya, program dan kegiatan BPM sejauh ini belum terintegrasi dan si­nergi dengan program satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya, yang juga fo­kus me­ma­jukan daerah ter­pencil.

Kepala BPM Sumbar Su­hermanto Raza mengatakan, sukses tidaknya program pem­­bangunan yang dilakukan SKPD, sangat bergantung pada sejauh mana partisipasi masyarakat dalam menyusun hingga mengeksekusi kegia­tan pembangunan.

"Kenapa sejumlah program pembangunan tidak men­dapat dukungan masyarakat, itu ka­rena minimnya keterlibatan mereka dalam setiap peren­canaan pembangunan. Itu pula yang membuat rasa memiliki masyarakat terhadap pem­ba­ngunan rendah," kata Suher­manto Raza saat berdiskusi dengan awak redaksi Padang Ekspres di Kantor Padang Eks­pres, kemarin.

Suhermanto Raza didam­pingi Kepala Bidang Sumber Daya Alam,Teknologi Tepat Guna Zukirwan Chan, Kabid KPM E Rahman.

Dari awak redaksi hadir Wakil Pemimpin Umum Sukri Umar, Wapemred Nashrian Bahzein dan awak redaksinya lainnya.

Dalam diskusi terbatas itu terungkap bahwa BPM memiliki peran strategis dalam mengen­taskan kemiskinan melalui pen­dekatan pemberdayaan masya­rakat, bukan pendekatan proyek. Suhermanto menyadari ren­dahnya outcome dan benefit sebuah program pembangunan, karena cenderung dilakukan project oriented.

Dalam pelaksanaan program dan kegiatan BPM pada 2013, Suhermanto mengi­ngat­kan segenap komponen ma­syarakat penerima bantuan, benar-benar merumuskan prog­r­amnya sesuai kebutuhan. "Ka­lau memang kebutuhannya bukan lagi jalan, ya jangan lagi. Ada 24 macam program yang bisa disesuaikan dengan daerah masing-masing. Seperti pem­buatan energi biogas atau mikro kalau memang tidak ada listrik, atau pembangunan sekolah, posyandu dan lainnya," tambah Zukirwan.

Lemahnya koordinasi antara SKPD dengan BPM, diakui Su­her­manto kerap menimbulkan program antar-SKPD tumpang tindih.

Suhermato juga menya­yang­kan sebagian pasar nagari di Sumbar kondisinya kembang kempes. Padahal, katanya, pasar nagari sangat potensial dikem­bangkan secara profesional. "BPM siap bekerja sama dengan Pemkab untuk mengem­bang­kan pasar-pasar nagari menjadi andalan pendapatan nagari," ujar Suhermanto membuka diri. Tahun ini, BPM menggelar lom­ba pasar nagari terbaik di Sum­bar. "Ini untuk merangsang setiap wali nagari meng­gai­rahkan kembali pasar nagari­nya," ujarnya.

BPM juga mengembangkan teknologi tepat guna. Menurut rencana, Sumbar akan menjadi tuan rumah Expo Teknologi Tepat Guna Nasional ke-15. Kegiatan ini merupakan ajang promosi temuan peralatan yang bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan hasil pro­duksi menuju masyarakat sejah­tera dan mandiri. Direncanakan, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka acara ini.

TTG Nasional merupakan agenda Kemendagri yang dise­lenggarakan setiap tahun secara bergiliran di Indonesia. Gelar TTG tersebut merupakan perce­patan penyebaran informasi secara merata di setiap wilayah dan merupakan ajang alih tekno­logi dari para pelaku teknologi kepada masyarakat sesuai kebu­tuhannya, kegunaan dan ke­mam­puan masyarakat peng­guna.

"Kita berharap tahun ini Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono akan hadir dan meresmikan pembukaan gelar TTG nasional XV. Digelarnya kegiatan ini di Sumbar me­rupakan sebuah apresiasi dari seluruh peserta rakornis yang mewakili masing-masing pro­vinsi seluruh Indonesia dan juga lintas sektor," ujar Suhermanto Raza.

Dia menjelaskan, sebagai langkah strategis dalam pe­nyebarluasan informasi berba­gai teknologi dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat dibentuklah forum untuk meng­gali gagasan pemikiran dalam rangka penyusunan kebijakan penerapan dan pengembangan TTG dalam upaya pember­da­yaan masyarakat di masa men­datang.

"Untuk itu, pada gelar tek­nologi tepat guna nasional, diharapkan kota dan kabupaten dapat berbuat semaksimal mung­kin dalam penyebaran informasi tersebut," ucapnya.

"Kami juga akan menga­dakan lomba inovasi pembuat alat teknologi tepat guna. Ini untuk memotivasi masyarakat untuk berinovasi dalam men­ciptakan teknologi tepat guna. Tahun lalu, Sumbar juara I tingkat nasional soal posyantek. Kami harapkan apa yang dila­kukan oleh Pos Pelayanan Tek­nologi Tepat Guna (Posyantek) di Tanahdatar dapat menjadi contoh bagi kota dan kabupaten lain," ucapnya.

 

padangekspres dot co dot id

Terpopuler

Terbaru

MENDES EKO: JANGAN SAMPAI DANA DESA SALAH SASARAN

MENDES EKO: JANGAN SAMPAI DANA DESA SALAH SASARAN

SAPA INDONESIA - MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,...
ALOKASI DANA DESA DI ABDYA TERANCAM TERSENDAT

ALOKASI DANA DESA DI ABDYA TERANCAM TERSENDAT

SAPA INDONESIA - ALOKASI dana desa tahun anggaran 2017 di Kabupaten...
SOSIALISASI MINIM, DANA DESA GUNAKAN SISKEUDES BIKIN TAKUT KADES SE-JOMBANG

SOSIALISASI MINIM, DANA DESA GUNAKAN SISKEUDES BIKIN TAKUT KADES SE-JOMBANG

SAPA INDONESIA - MINIMNYA sosialisasi pemberlakuan Sistem Keuangan...
BANYUMAS: PENCAIRAN DANA DESA TAHAP I TERTUNDA

BANYUMAS: PENCAIRAN DANA DESA TAHAP I TERTUNDA

SAPA INDONESIA - PENCAIRAN dana desa (DD) tahap pertama tahun...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook