Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PEMKAB SIDOARJO KLAIM ANGKA KEMISKINAN MENURUN

Data

SAPA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengklaim jika angka kemiskinan dalam beberapa tahun ini menurun. Hal ini didasarkan hasil Survei Sosial-Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) atas warga miskin yang ada di Sidoarjo.

Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) MG. Hadi Sutjipto mengatakan angka kemiskinan data hasil Susenas BPS yang dimulai tahun 2006 sampai sekarang terus mengalami penurunan. "Tiap tahun ada penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan," ujar pria yang juga menjabat Wakil Bupati Sidoarjo itu. Hadi Sutjipto menjelaskan, tahun 2006 lalu, angka kemiskinan di Kabupaten Sidoarjo dalam prosentase sebesar 11,81%.

Sekarang ini turun menjadi 6,97% yang berarti penurunan angka kemiskinan tersebut di atas rata-rata nasional maupun propinsi Jawa Timur. Angka kemiskinan di Kabupaten Sidoarjo sebesar 6,97% tahun ini melampaui angka nasional sebesar 12,36%. Sedangkan angka kemiskinan Pemprov Jatim masih berada pada angka 13,85% meskipun juga terus mengalami penurunan sejak tahun 2006 lalu.

Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sidoarjo merupakan hasil kerja keras semua elemen masyarakat yang dilibatkan. Untuk itu, Hadi Sutjipto mengajak semua pihak untuk bersama-sama mempercepat penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sidoarjo. Sementara itu pandangan berbeda disampaikan Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Habibul Muis. Menurutnya, saat ini jumlah penduduk miskin di Kota Udang semakin bertambah.

Fakta ini berdasarkan semakin tingginya jumlah warga yang mengurus Jamkesda atau Surat Keterangan Tanda Miskin (SKTM) untuk berobat. Habibul Muis mencontohkan, jika tahun 2011 warga miskin yang menggunakan Jamkesda atau SKTM sebanyak 99.000 Kepala Keluarga (KK). Ironisnya tahun 2012, warga yang minta SKTM mencapai 121.000. Sehingga, Pemkab harus menganggarkan dana Rp 40 miliar untuk dana kesehatan warga miskin.

"Tahun 2013 ini ada kemungkinan warga yang menggunakan SKTM akan bertambah," tandasnya. Kenapa banyak warga yang menggunakan SKTM, padahal secara angka ada penurunan warga miskin?, Habibul Muis mengaku untuk berobat membutuhkan biaya cukup besar. Jika wargamenderitapenyakitkronis tentu butuh biaya besar, sehinggamerekamemilihSKTMkarena dari segi keuangan mereka tak mampu.

Saat ini jumlah penduduk Sidoarjo mencapai 2 juta jiwa yang tersebar 353 desa/kelurahan yang berada di 18 kecamatan. Penambahan penduduk di Kota Delta itu salah satunya karena banyaknya warga dari luar daerah yang pindah ke Sidoarjo. Padahal, penduduk migrasi itu tidak semuanya berasal dari kalangan menengah ke atas.

Sebagian berasal dari kalangan menengah ke bawah yang bekerja sebagai buruh pabrik dan memilih pindah kependudukan Sidoarjo. "Salah satu yang menyebabkan bertambahnya warga miskin karena migrasi penduduk ke Sidoarjo," pungkas Habibul.

 

koran-sindo dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

SAPA INDONESIA - MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencurigai...
PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) menegaskan...
PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

SAPA INDONESIA - PROGRAM padat karya cash dari dana desa diharapkan...
WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

SAPA INDONESIA - WAKIL Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook