Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

TANPA BLSM JUMLAH KEMISKINAN BERTAMBAH

kemiskinan-pemiskinan-blsm

SAPA - Pemerintah meminta pengertian kepada semua pihak bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mutlak disertai dana kompensasi bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM).

Ini mengingat bahwa kenaikan harga BBM tanpa disertai BLSM diklaim dapat meningkatkan kemiskinan dari 11,66 persen pada saat ini menjadi lebih dari 14 persen.

"Kenaikan BBM pasti menyebabkan inflasi. Harga sembako naik, harga angkutan naik dan sebagainya. Tanpa kompensasi langsung, kemiskinan makin dalam," kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) HR Agung Laksono, seusai memimpin rapat koordinasi tingkat menteri tentang finalisasi direktif presiden tahun 2013, di Jakarta, Jumat.

Agung Laksono menjelaskan, pemberian kompensasi BLSM itu sesuai dengan arahan Presiden. Kala itu Presiden menginstruksikan agar daya beli masyarakat harus dipertahankan dan kemiskinan absolut pada tahun ini jangan sampai bertambah gara-gara harga BBM naik. "Pemberian BLSM juga untuk menurunkan target defisit 2,5 persen PDB," katanya.

Mengingat mendesaknya kebutuhan dana BLSM, pemerintah berharap pembahasan APBNP untuk tahun ini di DPR-RI bisa dipercepat. Menurut Agung Laksono, pemerintah ingin pada akhir Mei atau awal Juni APBNP sudah bisa disepakati. Pasalnya, dana BSLM bakal bersumber dari APBNP yang harus disepakati pemerintah dan DPR.

Menko Kesra mengaku belum bisa menentukan besaran dana untuk penerima BLSM. Itu semua, kata dia, tergantung pada pembahasan di DPR nanti. Yang jelas, menurutnya, pemerintah ingin dana BLSM berkisar Rp 100 ribu-Rp 150 ribu untuk 15,5 juta rumah tangga sasaran (RTS) per bulan.

Untuk rentang waktu, pemerintah mengusulkan pemberian BLSM diberikan pada RTS sangat miskin selama 3-6 bulan. Pada kesempatan itu Menko Kesra juga mengatakan, kecurigaan bahwa BLSM bakal disalahgunakan untuk kepentingan politik dinilainya terlalu berlebihan.

"Masak kita mau menolong orang miskin malah dicurigai," kata Agung Laksono yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Kalau perlu, menurut Menko Kesra, sesuai usulan Presiden, saat pembagian BLSM semua partai boleh ikut serta mengibarkan benderanya di lapangan agar masyarakat tidak salah tangkap dengan menganggap pemberian BLSM hanya bersumber dari partai tertentu.

Kendati telah merencanakan memberikan BLSM sebagai kompensasi jika harga BBM jadi dinaikkan, pemerintah juga masih memberikan kompensasi lain yang disebut program percepatan dan perluasan perlindungan sosial (P4S).

Program-program itu adalah beras untuk rakyat miskin (raskin), bantuan siswa miskin (BSM), dan program keluarga harapan (PKH). Untuk saat ini, raskin diberikan pada 15,5 juta RTS sangat miskin.

Masing-masing RTS mendapatkan jatah 15 kg beras per bulan sebanyak 12 kali dalam satu tahun. Nanti jatah beras diusulkan diberikan 15-16 kali dalam setahun.

Sedangkan PKH pada saat ini diberikan untuk 2,4 juta RTS. Jika dirata-rata, setiap RTS mendapat hibah sebesar Rp 1,4 juta per tahun. Dengan bakal dinaikannya harga BBM, pemerintah mengusulkan penambahan alokasi dana PKH sehingga rata-rata hibah per tahun per RTS meningkat jadi Rp 1,8 juta.

PKH adalah program hibah bersyarat (conditionally cash transfer) bagi rumah tangga sangat miskin. Bantuan diberikan pada rumah tangga miskin yang memiliki ibu hamil dan anak. Syarat bantuan diberikan adalah penerima bantuan harus memeriksakan kehamilan ke sarana kesehatan dan menyekolahkan anak mereka.

Terakhir bantuan yang akan diperluas adalah BSM. Pada saat ini, melalui program BSM, telah dibagikan beasiswa pada siswa miskin sebanyak 9,5 juta orang. Ke depan pemerintah mengusulkan cakupan beasiswa ditingkatkan menjadi 17,2 juta siswa atau 30 persen dari total siswa di Indonesia.

Tak hanya itu, alokasi dana yang diterima juga ditingkatkan. Saat ini hibah beasiswa pada siswa SD sekitar Rp 340 ribu per tahun, diusulkan naik menjadi Rp 450 ribu jika harga BBM jadi dinaikan. Kenaikan serupa juga rencananya bakal diberikan pada siswa SMP yang saat ini mendapat jatah Rp 700 ribu per tahun dan SMA yang Rp 1 juta per tahun.

"Untuk program percepatan da perluasan perlindungan sosial ini, jumlah anggarannya mencapai Rp 27,186 triliun," kata Agung.

 

suarakarya-online dot com

Terpopuler

Terbaru

DANA DESA HARUS MENJANGKAU 40% PENDUDUK LAPISAN BAWAH

DANA DESA HARUS MENJANGKAU 40% PENDUDUK LAPISAN BAWAH

SAPA INDONESIA - PRESIDEN Joko Widodo meminta agar program-program...
BUMDES DIMINTA KEMBANGKAN BISNIS ALTERNATIF

BUMDES DIMINTA KEMBANGKAN BISNIS ALTERNATIF

SAPA INDONESIA - BADAN Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan...
TERIMA DANA RATUSAN JUTA, DESA WANGUNREJO FOKUS KEMBANGKAN PERTANIAN

TERIMA DANA RATUSAN JUTA, DESA WANGUNREJO FOKUS KEMBANGKAN PERTANIAN

SAPA INDONESIA - DANA desa tahun 2017 sudah mulai didistribusikan...
KALAU PENYALURAN RASTRA TAK TELAT, KEMISKINAN PASTI TURUN

KALAU PENYALURAN RASTRA TAK TELAT, KEMISKINAN PASTI TURUN

SAPA INDONESIA - PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook