Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PANGKAS ANGKA KEMISKINAN FOKUS KABUPATEN/KOTA

kemiskinan-pemiskinan-gubernuraceh

SAPA - Gubernur Provinsi Aceh H Zaini Abdullah mengharapkan kepada aparatur pemerintah di wilayahnya agar dalam upaya menekan (memangkas) angka kemiskinan difokuskan ke kabupaten/kota yang angka kemiskinannya masih di atas rata-rata.

Sementara kabupaten/kota juga harus fokus kepada kecamatan-kecamatan yang mempunyai angka kemiskinan tinggi.

"Jadi kita harapkan seperti itu, secara berjenjang fokus kepada wilayah-wilayah yang memiliki angka kemiskinan tinggi dengan program sektor-sektor unggulan sesuai potensi wilayah," kata Zaini, Senin (13/5).

Selain itu, pemerintah daerah harus memprioritaskan penuntasan pekerjaan atau kegiatan-kegiatan yang belum fungsional, terbengkalai, multi years dan lanjutan baik sumber dananya dari pemerintah provinsi maupun dari pemerintah kabupaten/kota.

"Hal ini menjadi tanggungjawab kita semua untuk penuntasan sehingga bisa dimanfaatkan oleh semua masyarakat," katanya.

Menurut gubernur, semua harapan tersebut jika dilaksanakan secara serius dapat membawa Aceh menjadi lebih baik. Namun itu baru dapat dilakukan apabila semua sepakat dan mau bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita mulia masa depan Aceh yang lebih baik.

"Karena itu, mari kita semua melakukan perubahan-perubahan mendasar dalam pelaksanaan pembangunan," imbuhnya.

Menurut gubernur lagi, dirinya sangat optimis ke depan kemiskinan di Aceh akan berhasil dientaskan.

Apalagi pada tahun 2014 anggaran pendapatan Aceh cukup besar yaitu Rp 11,7 triliun, yang bersumber dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dana TDBH migas dan otsus, serta pendapatan lain yang sah.

Sementara persentase pendapatan Aceh yang terbesar adalah dari dana TDBH migas dan otsus dengan pagu indikatif Rp 6 triliun lebih.

Alokasi dana tersebut 40% untuk kabupaten/kota dan 60% untuk provinsi sesuai dengan Qanun Nomor 2 Tahun 2013. Sedangkan usulan program dan kegiatan prioritas RAPBN tahun 2014, Pemerintah Aceh mengusulkan untuk dana sektoral (infrastruktur jalan nasional, irigasi dan pelabuhan laut), tugas perbantuan dan dekonsentrasi lebih kurang Rp 18 triliun lebih.

"Karena itu pada Muresbang awal tahun, kita telah meminta Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas untuk mengawal alokasi APBN untuk Aceh, karena ada beberapa hal yang sangat prioritas yang belum terselesaikan seperti jalan lintas tengah, PPI Lampulo, pelabuhan, irigasi dan lain-lain," papar Zaini.

 

medanbisnisdaily dot com

Terpopuler

Terbaru

DANA DESA RP 79.83 MILIAR DIBAGI, DESA DIDORONG BENTUK BUMDES

DANA DESA RP 79.83 MILIAR DIBAGI, DESA DIDORONG BENTUK BUMDES

SAPA INDONESIA - DANA desa tahap pertama sebanyak 60 % dibagikan...
DANA DESA TERMIN PERTAMA CAIR

DANA DESA TERMIN PERTAMA CAIR

SAPA INDONESIA - DANA desa termin pertama 2017 sudah mulai...
TERAPKAN SISKEUDES, KADES DIMINTA REKRUT SARJANA PENDAMPING

TERAPKAN SISKEUDES, KADES DIMINTA REKRUT SARJANA PENDAMPING

SAPA INDONESIA - PENGELOLAAN keuangan desa berupa dana desa...
BUMDES BUAT DESA LEBIH MANDIRI

BUMDES BUAT DESA LEBIH MANDIRI

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook