Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PENERIMA JAMKESMAS DIKURANGI KARENA TIDAK TEPAT SASARAN

kemiskinan-pemiskinan-jamkesmas13

SAPA - Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di beberapa daerah di Provinsi Kalimantan Tengah dipangkas karena tidak tepat sasaran, kata anggota Komisi IX DPR RI asal Kalteng, Hang Ali Saputra Syahpahan, kemarin.

"Pengurangan jumlah Jamkesmas dari satu jutaan menjadi sekitar 700 ribuan. Jamkesmas 2012 mengacu pada data 2008 berdasarkan kuota yang diajukan, namun data tersebut dinilai tidak relevan dan tidak tepat sasaran."

Tahun 2013, pembagian Jamkesmas mengacu pada hasil pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Hasilnya, secara nasional penerima Jamkesmas 2013 bertambah 10 juta jika dibanding 2012, namun di beberapa daerah justru mengalami penurunan. "Jamkesmas yang sekarang berbasis pada data 2011 yang dipakai oleh TNP2K yang diketuai oleh Wakil Presiden," tambah politisi Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan Kalteng tersebut.

Penerima Jamkesmas adalah penduduk di bawah garis kemiskinan meliputi sekitar 80% garis kemiskinan, penduduk miskin antara 80-100%. Penduduk rentan miskin 100-120%, penduduk rentan miskin lainnya 120-160%. "Seharusnya 96,4 juta orang, tapi karena dana tidak mencukupi hanya ditambah 10 juta orang sehingga menjadi 86.4 juta. Indeks dalam prosentasi tersebut mengacu pada batas garis kemiskinan yang berlaku. Semua itu ditetapkan by name by address."

Di Kabupaten Kotawari­ngin Timur Kalteng, jumlah penerima Jamkesmas berkurang drastis pada 2013. Kotim hanya menerima sekitar 106 ribu kartu Jamkesmas, dan ini berkurang dari sebe­lumnya yang mencapai 114.261 kartu Jamkesmas.

Sebagai antisipasi, peme­rintah daerah menyiapkan anggoran bagi kemungkinan membengkaknya jumlah peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) jika Jamkesmas terjadi pengurangan.

Logikanya, 8.000 lebih warga yang tadinya tidak lagi menerima Jamkesmas, otomatis akan menjadi tanggungan Jamkesda sehingga tidak menutup kemungkinan kebutuhan anggaran akan meningkat."Peserta Jamkesmas di Kotim memang berkurang, tapi mereka yang tidak tercatat di Jamkesmas akan kita tampung lewat Jamkesda.

Soal kemungkinan pembengkakan anggaran, ini sudah diantisipasi supaya mencukupi," kata Kepala UPT Jamkesda Kotim, Agus Winoto.

borneonews dot co dot id
                                                                       Kemiskinan - Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan - Pengentasan Kemiskinan - TKPKD - Angka Kemiskinan - Data Kemiskinan - Musrenbang - PNPM Mandiri - Jamkesmas

Terpopuler

Terbaru

BUMDES PERLU SERAP PRODUKSI PERTANIAN

BUMDES PERLU SERAP PRODUKSI PERTANIAN

SAPA INDONESIA - BADAN Usaha Milik Desa (BUMDES) perlu untuk...
YASIN LIMPO: GUBERNUR JANGAN BIARKAN KADES DISOAL DANA DESA

YASIN LIMPO: GUBERNUR JANGAN BIARKAN KADES DISOAL DANA DESA

SAPA INDONESIA - KETUA Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh...
BAWA DUNIA USAHA MASUK DESA, MENDES PDTT DAN MENTAN BERSINERGI

BAWA DUNIA USAHA MASUK DESA, MENDES PDTT DAN MENTAN BERSINERGI

SAPA INDONESIA - PRODUK jenis jagung di Bengkulu Selatan jadi...
BUPATI PURWAKARTA INGATKAN KADES TAK BIKIN KUITANSI FIKTIF DANA DESA

BUPATI PURWAKARTA INGATKAN KADES TAK BIKIN KUITANSI FIKTIF DANA DESA

SAPA INDONESIA - BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi mengumpulkan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook