Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

JALUR KHUSUS UNTUK 230 MAHASISWA MISKIN DARI LPSDM

kemiskinan-pemiskinan-mahasiswamiskin

SAPA - Pemerintah Provinsi Aceh melalui Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh tahun 2013 ini melanjutkan kembali program beasiswa Jalur Pengembangan Daerah (JPD) seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, JPD tahun ini dibuka khusus untuk calon mahasiswa S1 dari keluarga miskin se-Aceh yang akan dididik di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan IAIN Ar-Raniry Banda Aceh.

"Kita rekrut mereka sebagai mahasiswa S1 dari jalur khusus tanpa mensyaratkan prestasi akademik yang mereka capai dalam ujian akhir di SMA, MA, atau SMK," kata Koordinator LPSDM Aceh, Dr Bukhari Daud MEd kepada Serambi di Banda Aceh, Kamis (13/6).

Untuk terealisasinya progam ini, LPSDM bekerja sama dengan Unsyiah dan IAIN Ar-Raniry. Kedua rektor dari perguruan tinggi "jantong hate" rakyat Aceh itu, menurut Bukhari, sudah menyatakan kesediaannya menampung calon-calon mahasiswa dari keluarga miskin ini.

Untuk tahun pertama, kata Bukhari, akan ditampung di Unsyiah dan IAIN Ar-Raniry sekitar 230 mahasiswa miskin, masing-masing sepuluh orang dari 23 kabupaten/kota se-Aceh. Mereka akan diterima pada program studi yang sesuai dengan minat dan kemampuannya, setelah melewati tahapan seleksi oleh pihak perguruan tinggi bersangkutan.

Guna memastikan seluruh kabupaten/kota berpartisipasi mendukung program khusus ini, kata Bukhari, LPSDM sejak Kamis kemarin sudah menyurati seluruh bupati/wali kota se-Aceh. Dalam surat itu LPSDM meminta bupati/wali kota memilih sepuluh lulusan SMA/MA/SMK di daerahnya untuk dikirimkan namanya ke LPSDM. Seterusnya LPSDM akan memfasilitasi sampai anak yang bersangkutan bisa kuliah di Unsyiah atau IAIN Ar-Raniry.

Gagasan tentang program khusus yang berpihak kepada keluarga miskin ini, menurut Bukhari, awalnya tercetus dalam pertemuan LPSDM dengan Gubernur Zaini Abdullah di Pendapa Gubernur Aceh baru-baru ini. "Ini upaya Pemerintah Aceh membantu memajukan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusianya, sehingga suatu saat persentase masyarakat Aceh yang berpendidikan S1 makin bertambah," kata mantan bupati Aceh Besar ini.

Program ini, lanjut Bukhari, di satu sisi membantu meringankan beban keluarga miskin dalam menyekolahkan anaknya, di samping bertujuan untuk pemerataan kesempatan mengecap pendidikan tinggi negeri bagi anak-anak miskin di seluruh Aceh.

Menurut Bukhari, melalui sektor pendidikan, Pemerintah Aceh ingin meretas mata rantai kemiskinan di Aceh. Soalnya, upaya pengentasan kemiskinan bagaikan membicarakan mana yang duluan ayam atau telur. "Mereka miskin karena keluarganya kurang berpendidikan. Sebaliknya, karena kurang pendidikan, besar kemungkinan mereka terus berkutat dalam lingkaran kemiskinan dari generasi ke generasi," kata Bukhari.

aceh dot tribunnews dot com
                                                                                

Terpopuler

Terbaru

KEMENDES TARGETKAN KALSEL TERBANGUN 200 DESA ONLINE

KEMENDES TARGETKAN KALSEL TERBANGUN 200 DESA ONLINE

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...
MENDATA PMKS, PERANGKAT DESA DIBAYAR RP400 RIBU

MENDATA PMKS, PERANGKAT DESA DIBAYAR RP400 RIBU

SAPA INDONESIA - TAHUN ini Dinas Sosial (Dinsos) DIY melakukan...
KEMISKINAN NAIK, PENERIMA RASTRA MENURUN

KEMISKINAN NAIK, PENERIMA RASTRA MENURUN

SAPA INDONESIA - KOUTA penerima beras sejahtera (Rastra) di...
KEMENDES HARUS INTENS SOSIALISASIKAN DD

KEMENDES HARUS INTENS SOSIALISASIKAN DD

SAPA INDONESIA - PENYERAPAN anggaran Kementerian Desa, Pembangunan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook