Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

NTT TARGET TURUNKAN ANGKA KEMISKINAN JADI 15 PERSEN

Data

SAPA - Provinsi Nusa Tenggara Timur menargetkan untuk menurunkan kemiskinan hingga mencapai angka 15 persen pada 2018 mendatang dari jumlah penduduk miskin yang ada hingga Maret 2013 sebesar 993,56 ribu orang atau 20,03 persen.

"Ini target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang Daerah NTT," kata Koordinator Penanggulangan Kemiskinan Bappeda Provinsi NTT, Donald Izaac, di Kupang, Rabu, pada Worshop Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan Nusa Tenggara Timur tentang penanggulangan kemiskinan dan mewujudkan terciptanya lingkungan pemukiman sehat, produktif dan berkelanjutan.

Ia mengatakan, jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Timur pada Maret 2013 sebesar 993,56 ribu orang atau 20,03 persen atau berkurang 6,73 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2012 yang berjumlah 1.000,29 ribu orang atau 20,41 persen dan berkurang sekitar 18,96 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2012 yang berjumlah 1.012,52 ribu orang atau 20,88 persen.

Hal ini pun diikuti dengan PDRB NTT yang pada triwulan I 2013 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2012 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 5,37 persen.

Dampaknya pun cukup terasa yaitu penganggur di NTT pada Februari 2013 sebesar 46,4 ribu orang, berkurang 7,8 ribu orang dibanding penganggur pada Februari 2012 sebesar 54,1 ribu orang, meskipun 20 Kabupaten masuk katagori daerah tertinggal, kecuali Kota Kupang.

Penurunan angka kemiskinan dan jumlah pengangguran yang berkuran dari waktu ke waktu itu terjadi karena program-program baik pemerintah pusat hingga daerah dan keterlibatan banyak pihak untuk ikut memberdayakan masyarakat, termasuk PNPM Mandiri Perkotaan dan Pedesaan yang ada di NTT sejak 2006 lalu.

Dia mengatakan PNPM Mandiri Perkotaan di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang di mulai tahun 2006 sampai sekarang, baru dilaksanakan di 9 kota dan kabupaten dalam wilayah kepulauan ini.

"Meski telah berlangsung cukup lama, namun harus diakui masih terjadi ketidaksamaan dalam persepsi dalam memandang PNPM Mandiri Perkotaan yang sudah lama ada itu," katanya.

Sehingga secara keseluruhan pun di NTT hingga saat ini masih menyisahkan persoalan pada kualitas infrastruktur (Jalan, jembatan, SDA, listrik pelabuhan, perumahan) masih sangat rendah dan terbatas jumlahnya.

Rendahnya investasi swasta dan nilai ekspor/perdagangan lebih rendah dibandingkan impor (kecuali nilai ekspor pada tahun 2013 (Januari-Mei) sebesar 10.296.919 Dolar AS terhadap nilai impor sebesar 7.899.577 Dolar AS terdapat surplus sebesar 2.397.342) Dolar AS.

Masih rendahnya kapasitas fiskal daerah termasuk kontribusi PAD terhadap APBD masih sangat rendah.

"Sebagai provinsi Kepulauan NTT masih masih sangat berat dalam menghadapi pesoalan infrastruktur wilayah sulit dan mahalnya transportasi antarpulau, sumber daya listrik yang belum menjangkau sebagian besar wilayah dan penduduk di NTT Akses masyarakat terhadap air bersih masih sangat rendah, harus menjadi daya dorong semua pihak untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan untuk mewujudkan impian meretas kemiskinan hingga dibawah lima persen pada suatu saat," katanya.

 

iyaa dot com

Terpopuler

Terbaru

BUMDES PERLU SERAP PRODUKSI PERTANIAN

BUMDES PERLU SERAP PRODUKSI PERTANIAN

SAPA INDONESIA - BADAN Usaha Milik Desa (BUMDES) perlu untuk...
YASIN LIMPO: GUBERNUR JANGAN BIARKAN KADES DISOAL DANA DESA

YASIN LIMPO: GUBERNUR JANGAN BIARKAN KADES DISOAL DANA DESA

SAPA INDONESIA - KETUA Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh...
BAWA DUNIA USAHA MASUK DESA, MENDES PDTT DAN MENTAN BERSINERGI

BAWA DUNIA USAHA MASUK DESA, MENDES PDTT DAN MENTAN BERSINERGI

SAPA INDONESIA - PRODUK jenis jagung di Bengkulu Selatan jadi...
BUPATI PURWAKARTA INGATKAN KADES TAK BIKIN KUITANSI FIKTIF DANA DESA

BUPATI PURWAKARTA INGATKAN KADES TAK BIKIN KUITANSI FIKTIF DANA DESA

SAPA INDONESIA - BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi mengumpulkan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook