Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

KABUPATEN WAY KANAN BERPOTENSI PENGHASIL PADI TERBESAR

sapa.or.id - Kabupaten Way kanan berpotensi menjadi sentra penghasil padi terbesar di Provinsi Lampung, mengingat masih terdapat tujuh ribu hektare lebih lahan baku persawahan yang belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Waykanan, luas areal tanam sawah di daerah ini tahun 2012 kurang lebih seluas 37.605 hektare yang menghasilkan padi sebanyak 135.717 ton per tahun.

Sedangkan luas tanaman palawija kurang lebih 4.273 hektare, dengan hasil produksi sebanyak 104.466 ton per tahun. Potensi hasil panen padi dan komoditas perkebunan di Waykanan masih dapat ditingkatkan lagi.

"Enam sungai besar juga belum didayagunakan secara optimal untuk pengembangan sektor pertanian guna meningkatkan produksi padi," ujar Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Rawa pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Waykanan, Najamudin Setia Guna.

Terdapat 12.793 hektare lahan baku persawahan teknis dengan produksi padi sekitar 40 ton per hektare, kata Najam, belum mampu dipanen tiga kali dalam setahun.

Kenyataan tersebut membuat sejumlah petani di daerah itu mengalihfungsikan lahan persawahan mereka menjadi lahan perkebunan, seiring kekurangan pasokan air irigasi bagi lahan mereka.

"Banyak areal persawahan yang akhirnya menjadi kebun karet. Namun sebagian juga ada yang memilih menanam jagung di lahannya, akibat kekurangan air irigasi," kata petani dari Kampung Balisadar Utara, Kecamatan Banjit, Wayan Tinde.

Ketersediaan air irigasi di lahan milik Tinde mengalir dengan lancar, tetapi alirannya masih kecil, sehingga tidak semua areal itu dapat terairi secara mencukupi.

Menurut Siam, Petani dari Kampung Waypisang, Kecamatan Waytuba, petani di daerahnya juga banyak yang mengalihfungsikan lahan mereka menjadi kebun karet.

"Kami tidak bisa tanam dan panen lebih dari satu kali, karena kekurangan pasokan air irigasi, sehingga banyak yang beralih bertanam karet," ujar dia lagi.

Ketersediaan air irigasi yang kurang memadai itu, juga disampaikan petani dari Kampung Banjarnegara, Kecamatan Baradatu, Supriyati.

Ia mengaku, tahun lalu gagal memanen selama dua kali musim tanam, akibat kekurangan air irigasi. Padahal kabupaten ini telah ditetapkan sebagai "Bumi Petani".

"Sakit hati ini, bila sebagai petani sampai harus membeli beras," kata dia, seraya mengharapkan pasokan air irigasi menjadi lancar sehingga petani bisa mendapatkan hasil panen secara lebih baik lagi.

Sodetan Sungai Permasalahan ketersediaan air irigasi yang masih minim di Kabupaten Waykanan ini, akhirnya menemukan alternatif jalan keluarnya.

Kementerian Pekerjaan Umum akhirnya mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Waykanan melakukan suplesi atau penyodetan Sungai (Way) Besai guna memenuhi kebutuhan air untuk mengairi persawahan di daerah itu.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Waykanan, M Yazid Zakaria menyatakan, dukungan itu disampaikan kementerian tersebut melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dalam surat nomor: PW.0301/AW/498 tertanggal 22 Agustus 2011 menanggapi rencana rehabilitasi daerah irigasi Way Umpu.

Dalam surat tersebut, kata Yazid pula, tercantum permintaan supaya Pemkab Waykanan berpartisipasi, khususnya dalam membebaskan lahan untuk saluran suplesi tersebut.

Karena itu, Bupati Waykanan, Bustami Zainudin mengharapkan agar masyarakat yang lahannya akan digunakan untuk keperluan tersebut harus berpartisipasi, dengan tidak menjual lahan itu dengan harga mahal, mengingat hal tersebut untuk kepentingan masyarakat banyak.

"Masyarakat harus mempunyai kesadaran dan kepekaan, mengingat kepentingan golongan harus diutamakan di atas kepentingan pribadi," kata Bustami lagi.

Debit air Sungai (Way) Umpu pada musim kemarau hanya mencapai 4,2 meter kubik per detik, serta tidak lagi mampu melewati tanggul pelimpasannya.

Atas pertimbangan kondisi tersebut, penyodetan Sungai (Way) Besai juga diperlukan untuk mencegah terjadi alih fungsi lahan baku persawahan menjadi lahan perkebunan, baik perkebunan karet maupun sawit yang sedang tren di masyarakat Waykanan.

Jaringan irigasi teknis di Kabupaten Waykanan saat ini memanfaatkan Sungai (Way) Umpu sebagai sumber air irigasi bagi dua kecamatan, yaitu Banjit dan Baradatu, dengan masing-masing luas persawahan fungsional 4.064 hektare dan 3.413 hektare, kata Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Rawa pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Waykanan, Najamudin Setia Guna.

Namun saat kemarau, kata dia, Sungai (Way) Umpu hanya mampu mengairi 22 persen dari luas lahan sawah yang tersedia, yaitu sekitar 2.466 hektare, sehingga mengakibatkan petani di daerah itu tidak bisa panen tiga kali dalam setahun.

Adapun irigasi Way Komering, Provinsi Sumatera Selatan sepanjang 30 km yang masuk ke Waykanan yang ditetapkan sebagai "Bumi Petani", kata Najam lagi, hanya mampu mengairi kurang lebih 2.456 hektare dari 5.136 hektare lahan baku persawahan yang ada.

"Dibandingkan dengan Kota Metro yang lebih kecil, produksi padi dari Waykanan masih kalah karena pendayagunaan air di sana berlangsung secara optimal, sehingga petani bisa menanam dan panen lebih dari sekali dalam setahun," kata dia pula.

Persiapan pembangunan sarana pendukung ketersediaan irigasi di Kabupaten Waykanan yang diperkirakan menghabiskan biaya Rp65 miliar hingga Rp80 miliar itu mulai berlangsung.

Bupati Bustami Zainudin mengharapkan warga setempat benar-benar mendukung suplesi Way Besai itu, untuk memenuhi ketersediaan air irigasi yang diperlukan guna mengairi persawahan daerahnya.

Tujuan semua upaya itu, tidak lagi untuk dapat mendongkrak produksi padi di daerah itu agar mendukung tercapai swasembada pangan.

"Perlu kebersamaan dan pengorbanan kita semua untuk menjadikan Kabupaten Waykanan sebagai daerah utama penghasil padi di Lampung, untuk mendukung swasembada pangan itu," ujar Bupati Bustami Zainudin pula.


Sumber : Berita Daerah dot com

Terpopuler

Terbaru

ALOKASI UNTUK TUMBUHKAN EKONOMI

ALOKASI UNTUK TUMBUHKAN EKONOMI

SAPA INDONESIA - ALOKASI dana desa diharapkan mampu menumbuhkan...
KEMENTERIAN KEUANGAN JADIKAN DESA MATANGGONAWE SEBAGAI CONTOH PENGGUNAAN DANA DESA

KEMENTERIAN KEUANGAN JADIKAN DESA MATANGGONAWE SEBAGAI CONTOH PENGGUNAAN DANA DESA

SAPA INDONESIA - DESA Matanggonawe, Kecamatan Sawa Konawe Utara,...
WAPRES JK TINJAU PENGGUNAAN DANA DESA DI TULUNGAGUNG

WAPRES JK TINJAU PENGGUNAAN DANA DESA DI TULUNGAGUNG

SAPA INDONESIA - WAKIL Presiden Jusuf Kalla (JK) meninjau penggunaan...
PEMBANGUNAN DESA HARUS DISESUAIKAN KEBUTUHAN

PEMBANGUNAN DESA HARUS DISESUAIKAN KEBUTUHAN

SAPA INDONESIA - SEJUMLAH mega proyek yang akan dilangsungkan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook