Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

3 TAHUN SBY-BOEDIONO : PENURUNAN KEMISKINAN PERLU PERCEPATAN

kemiskinan-sapa-percepatansapa.or.id - Angka kemiskinan memang terus menurun. Namun, penurunan itu melambat karena sejumlah faktor.
Hingga September 2011, masyarakat miskin di Indonesia masih mencapai 29 juta orang (12,4%).
Untunglah pada Maret 2012 angka tersebut telah menurun menjadi 11,9%.

Kendati angka kemiskinan menurun, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengakui penurunan kemiskinan di dalam negeri tengah mengalami perlambatan.

"Adanya banyak bencana alam dan terjadinya perubahan iklim yang ekstrem banyak menyebabkan orang menjadi miskin mendadak," ucap Agung dalam wawancara tertulis dengan Media Indonesia baru-baru ini.

Agung mengakui, angka kemiskinan 11,9% dari sekitar 237 juta orang memang tergolong masih tinggi. Untuk mencapai tingkat kemiskinan pada 2014 tinggal tersisa 8%, berarti setiap tahun kemiskinan harus turun 1%. Saat ini penurunan tingkat kemiskinan hanya 0,8% per tahun.

Tapi, menurut Agung, kondisi seperti itu harus dilihat secara lebih menyeluruh. Sebut saja, angka kemiskinan di zaman Orde Baru berkisar 21%, namun Maret 2012 angkanya turun menjadi 11,9%.

"Penurunan memang tidak cepat. Tapi saya optimistis dalam jangka lima tahun tingkat kemiskinan bisa turun menjadi 8%, sesuai target kita."

 

Optimisme itu didasari beberapa faktor
Salah satunya, meski banyak wilayah banyak terkena musibah bencana alam, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6,3%, sebuah angka yang dianggap cukup baik.

Ditambah lagi, program-program penanggulangan kemiskinan berjalan relatif baik. Program-program yang menjadi andalan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan itu antara lain program hibah seperti Jamkesmas, Jampersal, raskin, dan Program Keluarga Harapan (PKH). Yang kedua ialah program pemberdayaan melalui Program Nasional Pemberdayaan

Masyarakat (PNPM) Mandiri baik di perdesaan maupun perkotaan yang dilaksanakan oleh 17 kementerian.

Yang ketiga ialah kredit usaha rakyat, dan yang keempat, program murah seperti rumah murah, listrik murah, dan air bersih murah.

Berdasarkan fakta-fakta itu, Agung berkeyakinan target angka kemiskinan 8%10% pada 2014 dapat tercapai. "Dengan catatan, kinerja ekonomi kita terus stabil dan membaik."

Pada tahun ini untuk mempercepat lagi penanganan masalah kemiskinan dan kesejahteraan rakyat dalam arti luas, pemerintah mendorong Gerakan Kemitraan Gema Mitra, yakni suatu gerakan bersama membangun lokasi-lokasi dan kelompok masyarakat yang selama ini kurang mendapat perhatian melalui kegiatan yang bersifat kolaborasi dan gotong royong.

"Model-model kemitraan dengan melibatkan dunia usaha tengah kami kembangkan."

Selain itu, guna meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil, pemerintah melaksanakan ekspedisi bersama berbagai kementerian dan lembaga ke pulau pulau terpencil dan perbatasan.

Misalnya kegiatan Bakti Kesra Nusantara yang baru saja menyelesaikan perjalanan keliling tujuh pulau terluar selama satu bulan.

Direncanakan, tahun depan akan diselenggarakan juga bakti sosial keliling sembilan pulau di Nusa Tenggara Timur terkait dengan event Sail Komodo. "Ada juga rencana Ekspedisi NKRI koridor Sulawesi. Kita akan keliling Sulawesi dengan membawa berbagai bantuan dari pemerintah maupun perusahaan swasta."

Kendala koordinasi Agung mengakui, masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan. Yang menjadi masalah utama ialah koordinasi yang belum optimal dalam pelaksanaan program di lapangan.

Selain itu, ada beberapa daerah yang belum bersedia memberikan dukungan untuk kegiatan PNPM Mandiri. Menurut Agung, rendahnya partisipasi daerah pada kegiatan PNPM sangat disayangkan.

Pasalnya, pemerintah pusat bercita-cita program itu akan diserahkan ke daerah agar prinsip-prinsip dan pengelolaannya dapat diadopsi dan direplikasi oleh pemerintah daerah.

"Partisipasi semua pihak termasuk daerah sangat penting untuk pencapaian target peningkatan kesejahteraan, termasuk mencapai target MDGs."

Agung berharap visi mewujudkan masyarakat yang berdaulat dan bermartabat sesuai dengan amanah UUD 1945 dapat tercapai.(H-3)


Sumber : Koran digital

Terpopuler

Terbaru

SEJAK DIGULIRKAN, DANA DESA TERUS MENINGKAT

SEJAK DIGULIRKAN, DANA DESA TERUS MENINGKAT

SAPA INDONESIA - SEJAK dana desa digulirkan tahun 2015 lalu...
MENDES PERCEPAT BENTUK HOLDING BUMDES

MENDES PERCEPAT BENTUK HOLDING BUMDES

SAPA INDONESIA - MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...
PLN: PEMANGKASAN SUBSIDI UNTUK WILAYAH TIDAK BERLISTRIK

PLN: PEMANGKASAN SUBSIDI UNTUK WILAYAH TIDAK BERLISTRIK

SAPA INDONESIA - MANAGER Senior Public Relations PT Perusahaan...
TEKAN KEMISKINAN, MENSOS TAMBAH 1 JUTA PENERIMA BANSOS PKH

TEKAN KEMISKINAN, MENSOS TAMBAH 1 JUTA PENERIMA BANSOS PKH

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH terus berupaya mengurangi angka...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook