Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PENANGGULANGAN KEMISKINAN HARUS BERSINERGI

sapadefault

sapa.or.id - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal (Bappeda dan PMD) Kota Tanjungpinang menggelar sosialisasi dan penyusunan matriks Rencana Aksi Daerah (RAD) dan MDG's Kota Tanjungpinang, baru-baru ini, di Hotel Bintan Plaza Tanjungpinang. Kegiatan itu sebagai salah satu bentuk implementasi dari Inpres Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan Berkeadilan.
Sosialisasi tersebut diikuti 30 perwakilan dari masing-masing Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Tanjungpinang. Acara dibuka oleh Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan.

Kepala Bappeda Kota Tanjungpinang, Herry Putra dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk sosialisasi percepatan pencapaian target MDG's dan penyusunan matriks MDG's, dimana percepatan pencapaian target harus didukung dengan perencanaan program/kegiatan yang efektif dan efesien, serta tepat sasaran dari SKPD terkait di lingkungan Pemko Tanjungpinang.

"Sejalan dengan itu, maka Kementerian PPN/Bappenas telah menyusun peta jalan (road map) pencapaian tujuan pembangunan MDG's yang diikuti dengan penyusunan RAD untuk percepatan pencapaian MDG's yang difasilitasi langsung oleh Bappenas dan Bappeda Kabupaten/Kota," katanya.

Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan saat membuka acara itu mengatakan, tujuan pembangunan nasional Indonesia, baik di bidang sosial maupun ekonomi merupakan rangkaian tidak terputus dari tujuan pembangunan global yang tertuang dalam MDGs.

"Ada delapan aspek yakni, kemiskinan/kelaparan, pendidikan dasar untuk semua, kesetaraan gender, kesehatan ibu, penurunan angka kematian anak, memerangi HIV/penyakit menular, kelestarian lingkungan hidup dan kemitraan global dalam pembangunan," katanya.

Suryatati mengatakan, berbagai upaya sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah daerah untuk menangani hal-hal yang terkait dengan tujuan MDGs tersebut, baik dengan dana APBD maupun APBN. Namun belum semua terukur capaiannya, sehingga masih sulit mendapat gambaran utuh korelasinya terhadap pencapaian target MDGs.

"Salah satu isu MDGs adalah masalah kemiskinan. Dalam arti bahwa jika masalah kemiskinan ini tertanggulangi, maka aspek lainnya sebagian besar dapat secara otomatis juga tercapai. Angka kemiskinan nasional saat ini 11,9 persen, yang berarti target penurunan minimal satu persen di tahun 2012 ini tidak tercapai karena hanya 0,53 persen penurunannya dari tahun 2011," katanya.

Kata Suryatati, hal itu masih jauh dari harapan sesuai tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) yang memberi target mengurangi 50 persen tingkat kemiskinan dari tahun 1990 sampai 2015, dengan prosentase kemiskinan tahun 1990 sebesar 15,1 persen. Hingga harusnya di tahun 2015 menjadi 7,5 persen.

"Bila melihat hasil Survey PPLS (Pendataan Program Pelindungan Sosial) dari BPS Tahun Tahun 2011 KK miskin Kota Tanjungpinang adalah sebesar 9.925 KK, walaupun istilahnya saat ini disebut keluarga menengah ke bawah. Secara angka sebenarnya terjadi peningkatan dari survey yang sama pada tahun 2008," terangnya.

Lanjutnya, angka-angka tersebut tentunya menjadi titik pijak kita dalam menangani persoalan kemiskinan, berkait dengan aturan, strategi dan targetnya. Di tingkat provinsi sudah diluncurkan pedoman umum pelaksanaan program pengentasan kemiskinan oleh tim koordinasi penanggulangan kemiskinan Provinsi Kepri Tahun 2011.

Hal itu merupakan langkah strategis dalam upaya percepatan dan ketepatan penanggulangan kemiskinan di wilayah Kepri. Seperti halnya angka kemiskinan tersebut, maka aspek-aspek lainya seyogyanya juga dapat dikuantifikasikan capaiannya, dan dalam konteks itu maka acara ini, menurut Suryatati sangat relevan.

"Mengingat pentingnya penyusunan RAD ini, kepada penyelenggara, dan kepada peserta saya berpesan agar dapat dengan seksama memberi kontribusi sebaik-baiknya agar RAD ini benar- benar dapat dioperasionalkan. Mengingat, target pencapaiannya adalah tahun 2015. Berarti kita praktis hanya memiliki waktu dua tahun lagi," katanya. (r/sut)

 

Sumber : haluankepri dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMENDES HARUS INTENS SOSIALISASIKAN DD

KEMENDES HARUS INTENS SOSIALISASIKAN DD

SAPA INDONESIA - PENYERAPAN anggaran Kementerian Desa, Pembangunan...
KADES HARUS LIBATKAN TENAGA PENDAMPING

KADES HARUS LIBATKAN TENAGA PENDAMPING

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH pusat telah menggelontorkan dana...
BANTUAN PANGAN LEWAT KARTU

BANTUAN PANGAN LEWAT KARTU

SAPA INDONESIA - BANTUAN pangan nontunai diluncurkan serentak...
KETIMPANGAN MASIH LEBAR

KETIMPANGAN MASIH LEBAR

SAPA INDONESIA - KUASA pasar menjadi lokomotif memburuknya...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook