Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan - Pengentasan Kemiskinan - TKPK - Angka Kemiskinan - IKraR - Pemberdayaan Masyarakat - PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN HARUS LEBIH EFEKTIF

penanggulangan-kemiskinan-ketua-dprd-kulon-progoSAPA - Program pengentasan kemiskinan di Kulonprogo dinilai telah berjalan dengan baik. Dalam dua tahun terakhir mampu menurunkan angka kemiskinan dari 24, 6 persen pada tahun 2011 menjadi 22, 27 persen di tahun 2013.

Namun demikian harus ada upaya dari semua pihak terkait, agar program tersebut bisa terlaksana secara lebih efektif. Sehingga penurunan angka kemiskinan bisa lebih optimal.

Demikian dikatakan Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati, Rabu (24/12) di gedung Dewan setempat. "Penurunan itu sudah bagus. Namun masih ada peluang untuk bisa dilakukan dengan lebih efektif sehingga nantinya angka penurunannya bisa lebih besar lagi," tandas Akhid.

Akhid menilai, bebarapa terobosan untuk menekan angka kemiskinan yang dilakukan oleh Bupati Hasto Wardoyo sangat bagus. Antara lain melalui penerbitan album kemiskinan, bedah rumah, Jamkesda serta pendampingan warga miskin oleh PNS. Program-program tersebut, tambah dia, memiliki kontribusi yang cukup signifikan dalam penanganan warga miskin.

Program-program yang sudah dilaksanakan bupati itu, tutur Akhid, perlu ditindaklanjuti oleh semua pihak. Termasuk SKPD di jajaran Pemkab Kulonprogo. Berbagai program yang dilaksanakan oleh SKPD perlu diorientasikan untuk mendukung pengentasan kemiskinan. Baik di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, perikanan, UMKM dan lain sebagainya. Dengan harapan, pengentasan kemiskinan bisa dilakukan secara komprehensif dan terpadu, ujar Akhid.

Secara lebih detail Akhid mencontohkan, yang akan dilaksanakan oleh Pemkab pada tahun 2015 nanti adalah program 'Bedah Menoreh'. Dia berharap, program itu bisa dilaksanakan secara terpadu dalam rangka mendukung pengentasan kemiskinan. Baik berupa dukungan infrastruktur bagi wilayah yang masih kesulitan untuk mengakses jalan ke wilayah lain, menunjang peningkatan produktivitas UMKM maupun untuk memperkuat ketahanan pangan.

"Program-program itu nantinya agar diorientasikan untuk mendukung pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan. Bukan hanya temporal dan terputus-putus," tandas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuanagan (PDIP) tersebut.

Dikatakan pula oleh Akhid, beberapa waktu lalu Gubernur DIY Sri Sultan HB X minta agar biaya perjalanan dinas dan keperluan kantor dikurangi, untuk memperbesar anggaran pengentasan kemiskinan. Menurut dia, himbauan Ngarso Dalem itu harus didukung oleh semua jajaran pemerintahan. Baik di tingkat Pemerintah DIY, Pemerintah Kabupaten/kota, Kecamatan hingga Pemerintah Desa.

"Kalau himbuaan ini bisa dilaksanakan dengan baik di semua jajaran pemerintahan di DIY, saya yakin pengentasan kemiskinan akan terlaksana lebih cepat. Dan itu bisa menjadi contoh bagi provinsi-prtovinsi lain di seluruhIndonesia," papar Akhid.

Lebih jauh Akhid menyoroti pendampingan warga miskin oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kulonprogo. Dimana, setiap PNS yang bekerja wilayah pemerintahan Pemkab Kulonprogo diwajibkan untuk mendamping empat warga miskin. Pendampingan tersebut bukan berarti PNS harus meberikan bantuan dalam bentuk material kepada warga miskin yang didampingi. Namun memfasilitasi warga dalam mengakses program-program pengentasan kemiskinan dari pemerintah.

"Misalnya bagaimana cara mengakses Jamkesda atau Bantuan Siswa Miskin (BSM). Karena ada kemungkinan tidak semua warga miskin tahu dan bisa mengakses program-program tersebut maka PNS yang nota bene adalah tokoh masyarakat harus membantunya. Dengan tujuan, semua warga miskin di Kulonprogo bisa mengakses seluruh program pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan oleh pemerintah dari tingkat pusat hingga kabupaten," jelas Akhid.

Di bagian lain Akhid berharap, program-program pengentasan kemiskinan akan lebih banyak yang berorientasi pada kegiatan produktif. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong setiap warga miskin yang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha sesuai dengan kemampuannya. Sehingga nantinya warga miskin dapat meningkatkan produktivitas dan kemampuan ekonominya.

"Program ini terutama ditujukan bagi warga miskin berusia produktif. Dalam album kemiskinan potensi warga miskin sudah tercantum, sehingga bisa menjadi acuan untuk melaksanakan program-program yang dibutuhkan oleh masing-masing warga," imbuh Akhid.

setwan dot kulonprogokab dot go dot id
                                                                         Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan - Pengentasan Kemiskinan - TKPK - Angka Kemiskinan - IKraR - Pemberdayaan Masyarakat - PNPM Mandiri

Terpopuler

Terbaru

PEMDA DIDORONG BANTU SOSIALISASI SUBSIDI LISTRIK TEPAT SASARAN

PEMDA DIDORONG BANTU SOSIALISASI SUBSIDI LISTRIK TEPAT SASARAN

SAPA INDONESIA - SUBSIDI listrik untuk 18,7 juta pelanggan...
PERTUMBUHAN TINGGI TAK JAMIN BEBAS MASALAH KEMISKINAN

PERTUMBUHAN TINGGI TAK JAMIN BEBAS MASALAH KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika mengatakan...
PEMBANGUNAN EKONOMI PERDESAAN BUTUH PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN

PEMBANGUNAN EKONOMI PERDESAAN BUTUH PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN

SAPA INDONESIA - SEJUMLAH kalangan menilai pengembangan ekonomi...
DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

SAPA INDONESIA - POLISI meringkus pria berinisial Y (41), oknum...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook