Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan - Indeks Kesejahteraan Rakyat - Dana Desa - Desa Membangun - TKPK - Gerakan Desa - Data Pembangunan SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

MENSOS: "KARTU SAKTI" UNTUK ENTASKAN KEMISKINAN

penanggulangan-kemiskinan-khofifahSAPA - MENTERI Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa program "kartu sakti" yang diluncurkan pemerintah bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan, sehingga penghasilan dari warga miskin bisa digunakan untuk usaha produktif dan keperluan lain.

"Melalui kartu sakti, warga miskin diharapkan mandiri dan ke luar dari kemiskinan. Sedangkan bagi warga miskin yang produktif, Kementerian Sosial menyiapkan program untuk mendorong kemandirian melalui Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Kelompok Usaha Bersama (Kube)," kata Khofifah di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (7/2) malam.

Khofifah mengatakan hal itu usai menutup Rakernas Muslimat Nadlatul Ulama di Hotel Mesra Samarinda, sambil terburu-buru naik mobil untuk menuju Bandara Sepinggan, Balikpapan, guna melanjutkan perjalanan ke Jakarta dalam penerbangan malam.

Menurut ia, pemberdayaan warga miskin melalui program kartu sakti dilakukan untuk memacu kemandirian masyarakat, yakni melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Kemudian bagi warga miskin yang memiliki rumah tidak layak huni, pihaknya telah menyiapkan program rehabilitasi rumah agar menjadi layak huni. Sementara untuk program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dialihkan menjadi KIS.

Pada kondisi tertentu, tambah Mensos, bisa terjadi penerima UEP dan Kube juga masuk dalam daftar KKS dan penerima Program Keluarga Harapan (PKH), sedangkan penerima KKS bisa mendapatkan bantuan rumah layak huni.

"Bantuan rumah layak huni dianggap penting karena rumah merupakan wadah utama bagi penghuninya untuk melakukan aktivitas," tambahnya.

Misalnya, jika ada anak sekolah yang ingin belajar, tetapi di rumah yang hanya satu petak, maka anak pasti tidak memiliki ruang untuk belajar karena akan kalah dengan aktivitas lain dalam keluarga tersebut.

Khofifah menambahkan hal lain yang bisa terjadi adalah tindakan yang tidak layak bisa dilakukan oleh ayah atau kakak ketika malam, yakni dalam rumah satu petak dan tidak ada kamar tidur, sementara di rumah itu ada anak gadis, maka bisa saja ayah melakukan tindakan inses kepada anak kandung.

Perbuatan yang seharusnya tidak dilakukan seorang ayah ini sudah sering terjadi di mana-mana, termasuk di Kaltim karena rumahnya memang tidak layak huni.

"Ketika malam tiba, anak-anak gadis lain yang bisa tidur nyenyak, tetapi bagi anak gadis di rumah tidak layak huni, malam justru menjadi neraka baginya karena mereka takut perbuatan asusila bapaknya atau kakaknya akan terulang lagi," katanya.

Terkait kartu sakti, ia menjelaskan jumlah bantuan setiap bulan untuk KIS sebesar Rp19.250, KIP tingkat SD Rp450.000 jenjang SMP Rp750.000, dan SMA Rp1 juta. Sementara untuk KKS sebesar Rp200.000, tetapi tidak setiap bulan menerima, namun pada bulan tertentu saja.

"Adanya keterintegrasian berbagai program pemberdayaan sosial ini, maka diharapkan warga miskin menjadi siap mandiri, sekaligus mampu ke luar dari kondisi kemiskinannya," kata Khofifah.

kaltim dot antaranews dot com
                                                                            Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan - Indeks Kesejahteraan Rakyat - Dana Desa - Desa Membangun - TKPK - Gerakan Desa - Data Pembangunan

Terpopuler

Terbaru

BUMDES PERLU SERAP PRODUKSI PERTANIAN

BUMDES PERLU SERAP PRODUKSI PERTANIAN

SAPA INDONESIA - BADAN Usaha Milik Desa (BUMDES) perlu untuk...
YASIN LIMPO: GUBERNUR JANGAN BIARKAN KADES DISOAL DANA DESA

YASIN LIMPO: GUBERNUR JANGAN BIARKAN KADES DISOAL DANA DESA

SAPA INDONESIA - KETUA Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh...
BAWA DUNIA USAHA MASUK DESA, MENDES PDTT DAN MENTAN BERSINERGI

BAWA DUNIA USAHA MASUK DESA, MENDES PDTT DAN MENTAN BERSINERGI

SAPA INDONESIA - PRODUK jenis jagung di Bengkulu Selatan jadi...
BUPATI PURWAKARTA INGATKAN KADES TAK BIKIN KUITANSI FIKTIF DANA DESA

BUPATI PURWAKARTA INGATKAN KADES TAK BIKIN KUITANSI FIKTIF DANA DESA

SAPA INDONESIA - BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi mengumpulkan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook