Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

DANA PNPM MANDIRI PERDESAAN KALSEL NAIK 900 JUTA

 

kemiskinan-pemiskinan-pnpmperdesaan

SAPA - Tahun 2013 ini Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat kucuran anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Mandiri perdesaan mencapai Rp79,905 miliar.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMD) Provinsi Kalsel, Gusti Syahrar mengatakan jika dibandingkan tahun 2012 lalu, kucuran dana APBN untuk PNPM mandiri perdesaan untuk tahun ini meningkat sekitar Rp900 juta.

Menurut Syahyar, yang dikutip dari laman pemprov, kucuran dana APBN untuk PNPM mandiri perdesaan di Kalsel tahun 2013 itu disalurkan kepada 10 kabupaten dan daerah yang tidak menerima dana dalam rangka pengentasan kemiskinan itu yakni seperti Kabupaten Tabalong. Sedangkan untuk Kota Banjarmasin dan Banjarbaru akan menerima kucuran dana PNPM mandiri perkotaan.

Sementara itu, untuk pemberdayaan masyarakat pada 10 kabupaten di Kalsel harus mengalokasikan anggarannya dalam APBD mencapai Rp13,395 miliar atau meningkat dari tahun lalu sebesar Rpl2,385 miliar.

Syahrar menambahkan dari 10 kabupaten yang mendapat kucuran dana PNPM mandiri perdesaan tahun 2013 itu, terbesar diterima Kabupaten Kotabaru mencapai Rp15,820 miliar dengan dana pendamping sebesar Rp3,630 miliar tersebar pada 19 kecamatan.

Kemudian diikuti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), yang menerima dana PNPM mandiri perdesaan sebesar Rp11,115 miliar dengan dana pendamping dari AND setempat sebesar Rpl,235 miliar yang tersebar pada 16 kecamatan.

Selain itu, Kabupaten Tanah Bumbu mendapat kucuran APBN sebesar Rp8,840 miliar dengan dana pendamping Rp2,110 miliar tersebar pada 10 kecamatan, selanjutnya Kabupaten Banjar menerima Rp8,795 miliar dengan pendamping Rp955 juta tersebar pads 12 kecamatan. Kabupaten Tapin mendapat alokasi dana Rp8,200 miliar dengan pendamping Rp2,050 miliar tersebar pads 12 kecamatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menerima Rp7,120 miliar dengan pendamping Rp780 juta tersebar pada 9 kecamatan.

Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), mendapat alokasi dana Rp5,320 miliar dengan pendamping Rp280 juta tersebar pada enam kecamatan, Kabupaten Balangan Rp5,2 miliar dengan pendamping Rp1,3 miliar tersebar pada delapan kecamatan.

Lanjutnya, Kabupaten Tanah Laut (Tala), mendapat alokasi Rp4,815 miliar dengan pendamping Rp535 juta tersebar pads enam kecamatan dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menerima dana Rp4,680 miliar dengan pendamping Rp520 juta tersebar pada enam kecamatan.

 

wartaekonomi dot co id

Terpopuler

Terbaru

ALOKASI UNTUK TUMBUHKAN EKONOMI

ALOKASI UNTUK TUMBUHKAN EKONOMI

SAPA INDONESIA - ALOKASI dana desa diharapkan mampu menumbuhkan...
KEMENTERIAN KEUANGAN JADIKAN DESA MATANGGONAWE SEBAGAI CONTOH PENGGUNAAN DANA DESA

KEMENTERIAN KEUANGAN JADIKAN DESA MATANGGONAWE SEBAGAI CONTOH PENGGUNAAN DANA DESA

SAPA INDONESIA - DESA Matanggonawe, Kecamatan Sawa Konawe Utara,...
WAPRES JK TINJAU PENGGUNAAN DANA DESA DI TULUNGAGUNG

WAPRES JK TINJAU PENGGUNAAN DANA DESA DI TULUNGAGUNG

SAPA INDONESIA - WAKIL Presiden Jusuf Kalla (JK) meninjau penggunaan...
PEMBANGUNAN DESA HARUS DISESUAIKAN KEBUTUHAN

PEMBANGUNAN DESA HARUS DISESUAIKAN KEBUTUHAN

SAPA INDONESIA - SEJUMLAH mega proyek yang akan dilangsungkan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook