Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PEMERINTAH SIAPKAN STRATEGI ATASI PENINGKATAN ANGGARAN

kemiskinan-sapa-hattarajasaanggaranSAPA - Meskipun pada tahun 2012 lalu, defisit anggaran masih terkendali pada angka 1,77 persen dari PDB, jauh dibawah 3 persen yang menjadi persyaratan undang-undang kita, Pemerintah bertekad tetap menjaga kesehatan fiskal dengan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasinya.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam konperensi pers di sela-sela Rapat Kerja Pemerintah (RKP) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (28/1) petang mengemukakan, inti dari strategi Pemerintah dalam mencegah defisit adalah optimalisasi penerimaan dan peningkatan kualitas belanja modal.

Langkah-langkah tersebut adalah: Pertama, Optimalisasi penerimaan perpajakan dapat melalui perluasan objek pajak atau ekstensifikasi. Menurut Menko Perekonomian, saat ini diperkirakan adalah sekitar 50 juta orang yang masuk kelas menengah (middle class) sesuai prakiraan Mckinsey.

"Mereka harusnya adalah tax payer. Sekarang saya mau bertanya, berapa tax payer ditanah air kita? Kurang dari 50 juta kan. Oleh sebab itu ruang ekstensifikasi, perluasan objek pajak masih terbuka luas dan ini adalah upaya-upaya yang terus kita lakukan," ungkap Hatta Rajasa.

Kedua, adalah optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pemerintah, lanjut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, akan memaksimalkan kontribusi penerimaan sumber daya alam migas dan non migas. Target lifting migas harus dicapai setelah sekian tahun lifting drop terus, dan diprediksi pada 2013 ini mencapai 830-850 barel saja. "Kita harus melakukan efisiensi padacost recovery," ungkap Hatta.

Adapun dari sisi nonmigasnya, Pemerintah akan mengupayakan negosiasi kontrak pada 2013 ini bisa tuntas, sehingga akan lebih meningkatkan pendapatan negara baik melalui revenue royalti maupun share saham.

Ketiga, adalah dengan meningkatkan kualitas belanja. Menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, pemerintah akan mengendalikan subsidi energi sebesar Rp 211 triliun pada 2013 ini. Langkah-langkah pengendalian itu di antaranya adalah dengan pengendalian dan penghematan serta diversifikasi; penyesuaian tarif listrik yang sudah disetujui oleh DPR secara bertahap dan konsisten; dan memperbaiki input energi .

Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan alokasi belanja modal. "Kalau serapan belanja modal rendah, berarti kita merugi karena impactnya terhadap 2012 walaupun belanja K/L kita terus meningkat tetapi realisasinya baru mencapai 86 persen. Nah ini yang tidak boleh terjadi. Oleh sebab 2013-2014 kita bertekad belanja K/L terutama belanja modal, belanja barang harus betul-betul mencapai sasaran," tegas Hatta Rajasa.

Yang terakhir, Pemerintah akan mencegah yang bersifat mandatori anggaran, karena akan mengurangi ruang gerak untuk fleksibilitas fiskal untuk belanja-belanja infrastruktur.

Pemerintah juga bertekad untuk menciptakan lapangan kerja , sekitar 750 ribu - 1 juta lapangan kerja netto pada tahun 2013 melalui belanja APBN, dan khususnya pada Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I).

 

Sumber : Setkabri

Terpopuler

Terbaru

KUTUH DIJADIKAN “ROLE MODEL” PEMBANGUNAN DESA DI BADUNG

KUTUH DIJADIKAN “ROLE MODEL” PEMBANGUNAN DESA DI BADUNG

SAPA INDONESIA - WAKIL Bupati Badung, Ketut Suiasa, menegaskan...
PEMERINTAH BAKAL TAMBAH DANA DESA 10% DI TAHUN DEPAN

PEMERINTAH BAKAL TAMBAH DANA DESA 10% DI TAHUN DEPAN

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat...
KEMISKINAN BENGKULU DAN JANJI KPK YANG DILUPAKAN SANG GUBERNUR

KEMISKINAN BENGKULU DAN JANJI KPK YANG DILUPAKAN SANG GUBERNUR

SAPA INDONESIA - GUBERNUR BENGKULU Ridwan Mukti bersama istrinya,...
DANA DESA TAK KUNJUNG CAIR, KEPALA DESA BERANG PEMBANGUNAN TERHAMBAT

DANA DESA TAK KUNJUNG CAIR, KEPALA DESA BERANG PEMBANGUNAN TERHAMBAT

SAPA INDONESIA - PENCAIRAN Dana Desa di Kabupaten Purworejo...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook