Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

MANFAATKAN LAHAN TERLANTAR MENJADI LAHAN PRODUKTIF

kemiskinan-pemiskinan-lahanterlantar

SAPA - Luasnya wilayah di Kalimantan Tengah yang sekitar satu setengah kali luas Pulau Jawa telah membuat Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang harus bekerja keras dalam menjalankan roda pembangunan. Terutama dalam memanfaatkan lahan telantar di Provinsi Kalteng yang masih sangat banyak, khususnya di kanan kiri jalan raya.

Teras meminta agar para pemilik tanah di kanan kiri jalan untuk memanfaatkannya dengan menjalin kemitraan dengan masyarakat lain yang mempunyai kemampuan menggarap atau mengolahnya menjadi lahan produktif. Terlebih saat ini masih banyak lahan telantar yang dimiliki perorangan, namun tidak digunakan dan dibiarkan kosong.Saya banyak menemukan lahan telantar, tetapi yang dikanan kiri jalan itu sudah dimiliki pribadi, yang sudah bersertifikat, tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik, itu adalah kategori tanah telantar.

Salah satu cara adalah dengan menjadi kemitraan dengan rakyat, melalui program Geber MLT, ujar Teras di Aula Jayang Tingang pekan lalu. Dicontohkannya pola yang dapat digunakan oleh para tuan tanah di Kalteng, adalah dengan mempercayakan kepada warga sekitar untuk mengelolanya. Dengan sistem bagi hasil atau bagi keuntungan. Tanah milik seseorang, kemudian dikelola oleh masyarakat dengan berbagi hasil kemudian. Misalnya pemlik tanah mungkin sudah cukup penghasilannya, dapat bagian 40 persen dan masyarakat diberikan lebih misalnya 60, syukur 70 dan Alhamdulilah 80, bebernya.

Dengan cara itu, Teras menyebut bakal tercipta cermin kebersamaan masyarakat dalam memanfaatkan lahan telantar. Pasalnya tanah yang memiliki fungsi sosial, harus dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sosial. Bagi yang punya tanah karena tanahnya digarap masyarakat, tanah ini bermanfaat mengentaskan kemiskinan. Contoh di Tangkiling ada 0,5 hektare sudah mampu memproduksi bawang merah. Di Kalampangan, punya problem tanah karena tanah gambut, tetapi bisa menanam bawang merah dan hasilnya cukup baik, modal Rp 40 juta satu hektare hasilnya diperkirakan 9 ton atau Rp 110 juta rupiah, ungkap Teras.

Mengacu kepada gambaran tersebut Teras mengatakan Pemprov melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) maupun Dinas Perkebunan (Disbun), siap membantu untuk mewujudkan kemitraan tersebut. Lahan ada, program ada, tinggal kemauan kita, yang punya 10 hektare coba bagi-bagi agar di kanan kiri jalan dapat dimanfaatkan dengan baik, harapnya.

 

kaltengpos dot web dot id

Terpopuler

Terbaru

KORUPSI DANA DESA DI BENGKALIS TERJADI KARENA NIAT KADES TIDAK BAIK DARI AWAL

KORUPSI DANA DESA DI BENGKALIS TERJADI KARENA NIAT KADES TIDAK BAIK DARI AWAL

  SAPA INDONESIA - BAIK dari kepala desa maupun perangkat...
GUNUNGKIDUL: PEMKAB MENILAI DATA BPS DINILAI TAK VALID

GUNUNGKIDUL: PEMKAB MENILAI DATA BPS DINILAI TAK VALID

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul...
BOYOLALI: ADD DICAIRKAN PER BULAN, KADES SENANG

BOYOLALI: ADD DICAIRKAN PER BULAN, KADES SENANG

SAPA INDONESIA - ALOKASI dana desa (ADD) mulai tahun ini dicairkan...
MUSLIMAT NU DORONG PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN

MUSLIMAT NU DORONG PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - MUSLIMAT Nahdlatul Ulama (NU) menggandeng...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook