Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PALEMBANG : JATAH PAGU RASKIN TIDAK BERTAMBAH

kemiskinan-sapa-irwandestrapalmbangSAPA - Untuk Kota Palembang Pagu Raskin tahun 2013 tercatat sebesar 7.578.690 kilogram untuk 72.178 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM).

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Palembang Irwan Destra mengatakan, jumlah ini sama dengan hasil pendataan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TPN2K) periode Juni-Desember 2012 lalu.

"Seberang Ulu 1 adalah kecamatan dengan penerima raskin terbanyak, yakni 11.749 rumah tangga. Kemudian Kecamatan Kertapati sebanyak 10.370 rumah tangga," kata Irwan, usai sosialisasi pagu raskin 2013 di Ruang Parameswara Pemkot Palembang.

Ia menyebut, dua kecamatan ini tetap yang terbanyak menerima raskin, kendati jumlah rumah tangga penerimanya turun lumayan banyak. Yakni 18.076 untuk Seberang Ulu I dan 12.185 rumah tangga untuk Kertapati.

Terkait penyerapan raskin di tahun 2012 lalu, Irwan mengatakan sudah terealisasi 100 persen."Tidak ada tunggakan distribusi raskin di seluruh kecamatan," ujarnya.

Total jumlah raskin yang disalurkan selama 2012 tersebut sebesar 15.986.385 kilogram. "Untuk 2013 ini sudah mulai kita salurkan Februari ini. Jadi, raskin Januari kita rapel di bulan Februari," kata Irwan.
Dia menambahkan, harga raskin ditetapkan Rp 1600 per kilogram di titik distribusi. Alokasi yang diberikan tetap 15 kg/RTS/bulan. Irwan tidak menampik jika harga yang sampai ke RTS masih lebih tinggi dari harga yang ditetapkan.

"Kendala kita di biaya angkut. Apalagi truk sudah mulai dibatasi melintas di dalam kota sehingga distribusi sedikit terhambat. Sementara subsidi biaya transport sudah kita hapuskan tahun ini," kata Irwan.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang Chairannita menyebutkan, jumlah RTS-PM untuk program raskin 2013 menurun 2 juta rumah tangga dari data tahun 2009-2012.

Yakni dari 17.488.007 menjadi 15.530.897 rumah tangga. Menurutnya, jumlah RTS-PM ini meliputi sekitar 25% penduduk dengan peringkat kesejahteraan terendah secara nasional.

Jatah Raskin Sumsel Menurun
Sebelumnya, Kepala Bulog Divre III Sumsel Bambang Napitupulu, mengatakan, jatah pagu raskin tahun ini turun. Pada 2012 jatah raskin Sumsel sebanyak 75.524 ton. Tahun ini hanya 68.328 ton, berkurang 7.196 ton.

Penurunan jatah raskin ini praktis mempengaruhi pengurangan jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima.
Tahun kemarin, penerima raskin sebanyak 459.561 RTS. Tahun ini penerima raskin sebanyak 419.579 RTS, berkurang sebanyak 39.982 RTS.

Dari 15 kabupaten/kota di Sumsel, penurunan pagu raskin ini paling dominan di Prabumulih, Lubuk Linggau, Pagaralam, dan Ogan Komering Ulu, di kisaran 12 persen.
Sebetulnya, ujar Napitupulu, penurunan pagu raskin sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. "Tapi, penurunan ini mengindikasikan juga bahwa tingkat kemiskinan di Sumsel terus berkurang," katanya.

Disinggung soal kualitas raskin, Napitupulu menjamin pihaknya siap setiap waktu melakukan penukaran jika penerima raskin ingin komplain.
Diakuinya, kualitas raskin yang kurang baik itu bisa saja lolos sampai ke RTS karena survei Bulog hanya pada 5 persen sampel beras pengadaan dari petani saja.

"Sebenarnya kami bisa saja survei ke petani sampai 100% tapi antreannya pasti panjang. Ini bahaya karena bisa dimanfaatkan spekulan untuk menekan harga," ujar Napitupulu.
Seperti tahun sebelumnya, raskin tahun ini dibagikan 13 kali termasuk raskin ke-13 dengan jumlah 15 kilogram per RTS.

Pembagian raskin ke-13 itu upaya pemerintah meringankan beban masyarakat kecil saat paceklik yang biasa terjadi setiap akhir tahun. Upaya itu juga sekaligus untuk mengendalikan gejolak harga kala petani menjalani masa tanam.
Napitupulu menerangkan, tahun ini pihaknya menargetkan pengadaan beras dari petani sebanyak 95.000 ton, atau meningkat 20.000 ton dari tahun lalu sebanyak 75.000 ton.

"Peningkatan pengadaan itu untuk mencukupi berbagai kebutuhan mendasar Bulog. Misalnya untuk pemenuhan raskin, cadangan beras pemerintah, hingga menutupi defisit beras di Provinsi Bengkulu dan Jambi," Napitupulu menerangkan.

 

Sumber : Palembangnews dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN ANCAM WARGA YOGYAKARTA, JADI TAMU DI DAERAH SENDIRI

KEMISKINAN ANCAM WARGA YOGYAKARTA, JADI TAMU DI DAERAH SENDIRI

SAPA INDONESIA - PERKEMBANGAN wilayah perdesaan (rural) di...
RPJMN TARGETKAN RASIO GINI MENCAPAI 0,36 PADA 2019

RPJMN TARGETKAN RASIO GINI MENCAPAI 0,36 PADA 2019

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH berkomitmen mempercepat laju pemerataan...
KETIMPANGAN SOSIAL TURUN BANTU CAPAI TARGET SDGS

KETIMPANGAN SOSIAL TURUN BANTU CAPAI TARGET SDGS

SAPA INDONESIA - SEJALAN dengan penurunan rasio gini, indeks...
KORUPSI DANA DESA RP 137,9 JUTA, SEORANG KADES DITAHAN

KORUPSI DANA DESA RP 137,9 JUTA, SEORANG KADES DITAHAN

SAPA INDONESIA - KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Gunungkidul, Yogyakarta,...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook