Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

ANEH WNA DI SENTANI DAPAT JAMKESMAS

kemiskinan-pemiskinan-jamkesmasbaru

SAPA - Keluhan mengenai salah sasaran program Jamkesmas kembali terjadi. Warga masyarakat yang ada di Kabupaten Jayapura khususnya Distrik Sentani mengeluhkan adanya Warga Negara Asing (WNA) yang memperoleh Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Salah satunya datang dari seorang penjual pinang yang biasa mangkal di Hinekombe Mama Niel.

Menurutnya, di kompleks tempatnya tinggal yang mendapatkan kartu Jamkesmas justru para pegawai yang bekerja di instansi pemerintah bahkan beberapa di antaranya terhitung pejabat eselon.

"Yang paling aneh adalah penerima Jamkesmas itu orang barat (baca: WNA)," ujarnya kepada Bintang Papua Jumat (08/02) ketika ditemui tengah sibuk berbincang dengan rekannya sembari menunjukkan kartu Jamkesmas bertuliskan nama David Eric Kalmbacher dan Carol Jean Kalmbacher.

Dijelaskannya, bagaimana bisa orang asing memperoleh jaminan kesehatan sedangkan penduduk asli berpendapatan minim justru tidak dapat kartunya.

"Kami kecewa karena untuk Jamkesmas ini, kamilah yang lebih membutuhkan sedangkan orang-orang itu (pejabat dan WNA-Red) tidak akan butuh. Mereka berduit kok," ketusnya agak marah.

Sementara itu, ketika dikonfirmasikan kepada Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Khairul Lie, SKM.MKes melalui Kepala Seksi Jaminan Kesehatan Maria L. Griapon, SKM, yang bertanggung jawab dalam pendataan peserta Jamkesmas bukanlah Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura.

"Data peserta Jamkesmas ini berasal dari BPS (Badan Pusat Statistik) yang dikirim ke Kementrian Kesehatan RI, dari sana barulah dikirim ke Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura," ujar Maria kepada Bintang Papua di ruang kerjanya Kamis (08/02).
Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura hanya bertugas untuk mendistribusikan Kartu Jamkesmas ini bagi masyarakat yang ada di 19 distrik di Kabupaten Jayapura.

"Kartu Jamkesmas ini mulai berlaku pada bulan Februari ini, yang mana tanpa kartu ini pun masyarakat masih dapat berobat secara gratis di puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Jayapura," urainya.

Dituturkannya pula, meskipun kartu Jamkesmas ini baru berlaku pada bulan Februari tahun 2013, namun program Jamkesmas yaitu pengobatan gratis bagi masyarakat sudah berlaku sejak lama dan berlaku bagi semua orang.

"Untuk kartu Jamkesmas yang bertuliskan nama orang asing atau orang barat, kemungkinan yang bersangkutan pernah tinggal di wilayah tersebut sehingga namanya masuk dalam data kependudukan BPS," terangnya.

Ditegaskannya, yang jelas tanpa kartu Jamkesmas ini, masyarakat masih bisa mendapatkan layanan pengobatan gratis di puskesmas yang ada di Kabupaten Jayapura.

"Masyarakat tidak perlu takut tidak bisa berobat tanpa kartu Jamkesmas ini," pungkasnya.

 

bintangpapua dot com

 

Terpopuler

Terbaru

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Dalam Negeri memprediksi, alokasi...
DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

SAPA INDONESIA - DANA desa sudah dicairkan sekira 95,54%. Sejak...
SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SAPA INDONESIA - PENYERAPAN Dana Desa (DD) di enam desa di...
MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

SAPA INDONESIA - MENTERI Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo memperkirakan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook