Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PETANI TETAP SULIT AKSES MESKIPUN BUNGA KUR DIPANGKAS

kemiskinan-pemiskinan-kur

SAPA - Kebijakan pemotongan bunga pinjaman KUR tidak serta merta membangkitkan minat masyarakat kecil seperti petani untuk memanfaatkan kredit ringan dari pemerintah meski mengalami pemangkasan hingga separuh. Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Advokasi Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Lampung Ahmad Suryanto mengungkapkan, masalah utama keengganan petani mengajukan kredit di bank, terkait agunan dan proses administrasi.

"Pemerintah telah berkali-kali menyatakan pinjaman KUR bisa tidak pakai agunan. Tapi dalam pelaksanaannya, bank tidak akan memberikan kredit kepada petani kalau tidak ada agunan. Kerumitan masalah administrasi dan agunan menjadi salah satu kendala bagi petani untuk mengajukan KUR ke perbankan," kata Ahmad, Senin (11/2/2013).

Akibatnya, kata Ahmad, petani lebih memilih meminjam uang ke tengkulak dan terjebak dengan pemberian bunga yang jauh lebih tinggi dari bunga kredit perbankan. "Tengkulak bunganya memang sangat tinggi. Tapi bagi petani, akses mendapatkan modalnya juga jauh lebih mudah. Ini masalah klasik," imbuhnya.

Selain masalah agunan, kelemahan petani tidak saja pada masalah permodalan. Tapi juga pada mental kewirausahaan yang belum terbentuk. "Petani kita lemah di bidang wirausaha. Jadi walaupun bunga KUR rendah, kalau petani tidak ingin berwirausaha, pasti sulit kalau mau pinjam modal," kata dia.

Ahmad mengungkapkan, petani di Indonesia, khususnya Lampung, sebagian besar masih berkutat pada masalah produksi, yakni mengolah lahan, menanam, dan memanen. Idealnya, petani harus punya gambaran usaha lain selain produksi, semisal pengolahan hasil produksi menjadi produk bahan setengah jadi atau barang jadi yang memiliki nilai jual lebih. "Makanya banyak petani yang tidak mengajukan KUR. Karena memang tidak punya jenis usaha lain selain berproduksi," kata Ahmad.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarifuddin Hasan beberapa waktu lalu mengatakan, pemerintah akan menerapkan sistem bunga baru pada kredit usaha rakyat (KUR), yaitu pemberian bunga tetap (flat) dan akan dikenakan per bulan. "Besarannya 0,95 persen untuk usaha mikro dan 0,57 persen untuk usaha ritel. Masyarakat banyak yang meminjam hanya beberapa bulan. Dengan bunga yang kecil ini, masyarakat akan lebih ringan dalam mencicil KUR," kata Syarifuddin selepas rapat koordinasi tentang KUR di kantor Kementerian Perekonomian Jakarta, pekan lalu.

 

watnyus dot com

Terpopuler

Terbaru

DANA DESA RP 79.83 MILIAR DIBAGI, DESA DIDORONG BENTUK BUMDES

DANA DESA RP 79.83 MILIAR DIBAGI, DESA DIDORONG BENTUK BUMDES

SAPA INDONESIA - DANA desa tahap pertama sebanyak 60 % dibagikan...
DANA DESA TERMIN PERTAMA CAIR

DANA DESA TERMIN PERTAMA CAIR

SAPA INDONESIA - DANA desa termin pertama 2017 sudah mulai...
TERAPKAN SISKEUDES, KADES DIMINTA REKRUT SARJANA PENDAMPING

TERAPKAN SISKEUDES, KADES DIMINTA REKRUT SARJANA PENDAMPING

SAPA INDONESIA - PENGELOLAAN keuangan desa berupa dana desa...
BUMDES BUAT DESA LEBIH MANDIRI

BUMDES BUAT DESA LEBIH MANDIRI

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook