Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PNPM MANDIRI TAWARKAN EKONOMI PRODUKTIF BAGI WARGA MISKIN

kemiskinan-sapa-pnpmmandiriinovator

SAPA - Ekonomi produktif bagi warga miskin menjadi salah satu unit kegiatan yang ditawarkan oleh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2013.

Selain untuk memberikan pelatihan, program tersebut juga menawarkan bantuan pinjaman biaya bagi warga yang ingin mendirikan usaha baru.

Koordinator Tim 04 PNPM Mojolaban, Heru Pradanto, mengatakan ekonomi produktif itu memang sengaja ditawarkan bagi warga desa yang belum memiliki skill atau keahlian tertentu, namun memiliki keinginan untuk berwirausaha.

Pihaknya mengaku sudah mensosialisasikan program itu melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di sejumlah desa dan tokoh masyarakat.

"Bila ada warga yang membutuhkan modal untuk membeli peralatan setelah mendapatkan pelatihan keahlian tertentu, kami menyediakan dana pinjaman Rp1 juta. Syaratnya usaha yang akan dijalankan itu adalah usaha baru," ujar Heru, Selasa (12/2/2013).

Ia mengatakan, dana bantuan itu sengaja diberikan kepada para pemula untuk membedakan dengan program ekonomi bergulir yang sudah beberapa berjalan. Sedangkan dana bantuan ekonomi bergulir itu sendiri diberikan kepada warga yang sudah memiliki usaha sebelumnya.

Lebih lanjut Heru mengatakan, program ekonomi produktif itu ditawarkan lantaran banyak warga yang kesulitan dengan permodalan ketika memulai usaha. Dulu, sambung Heru, pihaknya hanya memberikan pelatihan kehalian tertentu kepada warga yang membutuhkan. Namun tahun ini diusahakan untuk memberikan permodalan juga.

Ia mencontohkan, sebelumnya terdapat kelompok yang menginginkan pelatihan sablon. Sedangkan untuk peralatannya dulu tidak disediakan. Namun tahun ini bantuan modal untuk membeli peralatan bisa dipinjamkan kepada warga melalui ekonomi produktif itu.

Hingga kini pihaknya belum mengetahui bagaimana respon dari masyarakat mengenai program itu, sebab baru tahun ini diterapkan. Kendati demikian, imbuh Heru, yang perlu ditanamkan di benak warga yakni bantuan itu berupa pinjaman, bukan hibah.

"Selama ini banyak yang masih menganggap bahwa bantuan itu termasuk hibah yang tidak perlu dikembalikan. Tapi sebenarnya ini bersifat pinjaman ringan yang harus dikembalikan secara berkala. Perubahan mindset itu yang perlu diberikan," paparnya.

 

harianjogja dot com

Terpopuler

Terbaru

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Dalam Negeri memprediksi, alokasi...
DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

SAPA INDONESIA - DANA desa sudah dicairkan sekira 95,54%. Sejak...
SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SAPA INDONESIA - PENYERAPAN Dana Desa (DD) di enam desa di...
MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

SAPA INDONESIA - MENTERI Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo memperkirakan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook