Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

KANTONG KEMISKINAN MENJADI SASARAN SINDIKAT PENJUALAN BAYI

 kemiskinan-pemiskinan-daganganak

SAPA - Banyaknya kasus dugaan perdagangan bayi yang telah berhasil diungkap oleh polisi menunjukkan bahwa sindikat perdagangan bayi menggunakan uang dan anak buah untuk mendapatkan bayi dari perempuan di kawasan ini.

"Indikasinya ada perempuan hamil, ada pelaku terjun ke lokasi, kemudian ada uang yang berpindah tangan seiring dengan lahirnya bayi," kata Kombes Pol Rikwanto, juru bicara Polda Metro Jaya.

Dalam penyelidikan terakhir, Polisi Jakarta Barat berhasil mengungkap komplotan yang diduga sindikat pedagang bayi yang beroperasi di Jakarta Barat.

Dari tangan para tersangka, polisi mendapati tiga bayi yang belum dijual, satu diantaranya sedang sakit.

Salah satu bayi diduga anak seorang M, yang menurut polisi sejak hamil sudah diincar sindikat untuk menyerahkan bayi yang dikandungnya.

"Jadi sudah ada rekanan yang memang kerjanya melihat dan bertugas mencari dimana ada perempuan hamil, yang kira-kira miskin akan kesulitan biaya kalau merawat anak," tambah Rikwanto.

Ketua Komnas Perlidungan Anak Arist Merdeka Sirait menyebut peran orang semacam ini sebagai 'petugas lapangan' dalam sindikat, yang bertujuan membujuk rayu calon korban.

"Modusnya bisa macam-macam, tapi yang paling utama mereka pertama menawarkan bantuan dulu, uang atau materi untuk menebus biaya kelahiran," kata Arist.

Bayi lalu ditahan sindikat, dengan alasan orang tuanya masih berhutang. Selanjutnya sindikat tak bisa lagi ditemukan jejaknya dan orangtua harus merelakan bayi mereka selamanya.

Modus semacam inilah yang juga menimpa M, 31, yang tinggal di Kelurahan Kamal, Kalideres Jakarta Barat. M kehilangan bayi perempuan yang baru berusia lima hari setelah tiga perempuan membayari ongkos kelahiran dan memberikan sejumlah uang senilai Rp3 juta.

 

'Sekaligus dua'

Kehandalan tim lapangan sindikat nampaknya tak perlu diragukan lagi. Mereka rupanya paham betul bagaimana mengambil kesempatan di tengah kebingungan orang tua yang kesulitan biaya persalinan.

"Saya memang rencana pengen punya anak kedua bukan mau jual anak, demi Tuhan," kata M dengan mata berkaca-kaca saat menjelaskan bagaimana anaknya yang lahir 28 Desember itu hilang.

Suami M, Suwandi (35), berprofesi sebagai supir angkot yang pendapatnnya tak tentu. Ongkos kelahiran yang mencapai Rp1,2 juta tak kunjung terbayar hingga hari kelima menjadi Rp1,4 juta.

Tak tahan menghadapi tekanan Bidan M mengaku akhirnya menerima uluran tangan tetangga kontrakan yang baru sebulan dikenal M, ibu dan anak D dan L.

Belakangan Polres Jakbar menciduk ibu dan anak itu karena diduga terkait sindikat perdagangan bayi.

"Saya sendiri yang bantu polisi menahan Ibu L supaya dia jangan kabur dulu sementara polisi menuju kesini," tambah M yang kini dikenai status wajib lapor.

Kampung Beting yang berbatasan langsung dengan bekas lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, Kramat Tunggak, menyimpan cerita yang mirip.

Lebih dari 800 kepala keluarga yang berdiam di Kp Beting baru diakui sebagai warga resmi Jakarta akhir Januari lalu, berkah terpilihnya Gubernur Jakarta Joko Widodo.

"Di daerah grey area begini, kerja sindikat bisa bebas sekali," kali Rocardo Hutahaen, tokoh warga setempat yang juga Ketua Rukun Warga XIX yang membawahi 12 Rukun Tetangga.

Profesi penduduk beragam termasuk pekerja seks komersial, buruh lepas, pedagang sangat kecil, pemulung bahkan hingga pengedar narkoba dengan taraf sekonomi sangat lemah.

Kasus jual-beli bayi sudah terekam sejak tahun 1990an kata Ricardo, yang terkini antara lain tahun 2010, 2011 dan tahun lalu.

Pada satu kasus tahun 2011, seorang ibu beranak enam, A, bahkan menyerahkan dua anaknya sekaligus pada orang yang diduga anggota sindikat.

Kasus ini sempat menjadi perhatian media, sejumlah stasun televisi swasta mendatangi Kp Beting dan mewawancarai A dan Ricardo.

 

RT/RW krusial
Meski berulang kali terjadi, Ricardo mengatakan satu kasus pernah berhasil digagalkan tahun lalu.

Sopiah, 20an, sempat didatangi sejumlah anggota sindikat yang menginginkan bayinya yang baru lahir di RS dengan imbalan pembayaran biaya persalin denagn operasi caesar senilai Rp4,5 juta.

"Begitu kita dengar kita kejar kesana, ternyata sudah banyak (anggota sindikat) yang ngelilingin dia," kata Ricardo.

Setelah negosiasi dengan pihak RS, akhirnya Sopiah dibolehkan membawa anaknya pulang dengan gratis.

"Ini berarti kontrol RT/RW itu penting sekali, jangan sampai lolos kalau ada orang asing masuk, ada yang hamil dan melahirkan enggak ketahuan," tegasnya.

Bayi keluarga miskin juga rawan diincar sindikat yang mengoperasikan panti asuhan gadungan.

Pengalaman Komnas Perlindungan Anak tahun 2006 di Bekasi dan Tangerang menunjukkan keluarga miskin dibujuk menyerahkan anaknya utnuk 'dirawat' di panti namun sebenarnya hendak dijual pada pihak ketiga.

"Kita menyamar dan berhasil membongkar di Bekasi waktu itu ya, ditawarkan anak dengan tarif 5-12 juta itu jelas sekali," kata Arist Merdeka Sirait.

Dalam kasus penyamaran kedua di Tangerang, Komnas PA menurut Arist mendapati hal yang sama dimana ratusan anak ditawarkan utnuk dijual.

Tersangka pengelola Panti Asuhan kemudian diciduk polisi dan dijatuhi hukuman sembilan tahun.

"Coba bayangkan, kejahatan pada ratusan anak sekarang pun sudah mau keluar penjara pula," keluh Arist.

 

bbc dot co dot uk

Terpopuler

Terbaru

DANA DESA HARUS MENJANGKAU 40% PENDUDUK LAPISAN BAWAH

DANA DESA HARUS MENJANGKAU 40% PENDUDUK LAPISAN BAWAH

SAPA INDONESIA - PRESIDEN Joko Widodo meminta agar program-program...
BUMDES DIMINTA KEMBANGKAN BISNIS ALTERNATIF

BUMDES DIMINTA KEMBANGKAN BISNIS ALTERNATIF

SAPA INDONESIA - BADAN Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan...
TERIMA DANA RATUSAN JUTA, DESA WANGUNREJO FOKUS KEMBANGKAN PERTANIAN

TERIMA DANA RATUSAN JUTA, DESA WANGUNREJO FOKUS KEMBANGKAN PERTANIAN

SAPA INDONESIA - DANA desa tahun 2017 sudah mulai didistribusikan...
KALAU PENYALURAN RASTRA TAK TELAT, KEMISKINAN PASTI TURUN

KALAU PENYALURAN RASTRA TAK TELAT, KEMISKINAN PASTI TURUN

SAPA INDONESIA - PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook