Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

DESA KLINTING MENUJU DESA RELIGI

kemiskinan-sapa-desareligibamnyumasSAPA - Pemerintah Kabupaten Banyumas diharapkan bisa aktif mendukung gerakan kesenian mereka dengan membangun aula dan membantu alat kesenian di desa Klinting guna menuju desa Religi.

Salah satu pegiat seni, Minoto Dharmo mengemukakan sarana tersebut dibutuhkan untuk mendukung usaha rakyat desa untuk mewujudkan Klinting sebagai desa wisata religi. Sejauh ini Pura Giri Kendheng tengah naik daun.

Noto, sapaannya, mengatakan bahwa selama ini semakin banyak wisatawan dari luar negeri yang datang ke Klinting, namun tak adanya ruang menampilkan seni tradisional, membuat penyambutan kurang maksimal.

Ia menjelaskan, aula dibutuhkan untuk latihan dan juga pementasan seni. Hingga kini sudah ada dua sanggar berdiri di desa itu, Sanggar Satya Dharma Bakti dan Sanggar Putra Guru Tumpang Jaya. Seni tari, karawitan dan ebeg menjadi seni tradisi andalan Klinting.

Tidak hanya umat Hindu yang ikut dalam sanggar, tapi juga masyarakat sekitar desa yang tergabung di sanggar. Ada sekitar 25 penari. "Sudah banyak penari muda (yang bergabung)," kata Noto seraya mengemukakan ada semangat pelestarian budaya di sanggar itu.

Mengenai alat kesenian, Noto yang juga kepala dusun setempat, gamelan yang selama ini dipakai sudah rusak. Karena tidak ada tempat, seperangkat gamelan terpaksa dititipkan ke rumah warga. "Kalau ada ruang sendiri kan perawatannya lebih mudah," tuturnya.

Pemerintah Kecamatan Somagede menegaskan terus mendukung langkah desa untuk mengembangkan konsep wisata. Sebab, inovasi dari desa juga sangat membantu menegaskan konsep Somagede sebagai kecamatan pariwisata.

Camat Somagede, Yarsono berharap wilayahnya bisa menjadi lokasi pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri bidang pariwisata. Program itu dibutuhkan untuk mematangkan konsep kecamatan wisata.

Program tersebut dinilai bisa menopang pengembangan konsep dari sisi pemberdayaan masyarakat. Sebab, pengembangan desa atau kecamatan wisata juga berbicara soal pemberdayaan wilayah di sekitar objek wisata.

"Proposal sudah ada," kata Yarsono merujuk pada proposal yang dibuat bersama mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Unsoed Purwokerto, beberapa waktu lalu. Ia mengaku sudah menyampaikan ide itu ke fasilitator PNPM di kabupaten.

Camat Somagede mengatakan, selama ini pengembangan objek wisata di kecamatan itu masih mengandalkan APBD. Hal tersebut, tentu saja memberatkan keuangan daerah. "Karena dana APBD kan sangat terbatas," ujar dia. Padahal partisipasi warga sudah menggeliat.

 

Sumber : Suara Merdeka dot com

Terpopuler

Terbaru

SEJAK DIGULIRKAN, DANA DESA TERUS MENINGKAT

SEJAK DIGULIRKAN, DANA DESA TERUS MENINGKAT

SAPA INDONESIA - SEJAK dana desa digulirkan tahun 2015 lalu...
MENDES PERCEPAT BENTUK HOLDING BUMDES

MENDES PERCEPAT BENTUK HOLDING BUMDES

SAPA INDONESIA - MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...
PLN: PEMANGKASAN SUBSIDI UNTUK WILAYAH TIDAK BERLISTRIK

PLN: PEMANGKASAN SUBSIDI UNTUK WILAYAH TIDAK BERLISTRIK

SAPA INDONESIA - MANAGER Senior Public Relations PT Perusahaan...
TEKAN KEMISKINAN, MENSOS TAMBAH 1 JUTA PENERIMA BANSOS PKH

TEKAN KEMISKINAN, MENSOS TAMBAH 1 JUTA PENERIMA BANSOS PKH

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH terus berupaya mengurangi angka...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook