Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

RTS PENERIMA PBPMPK MENGALAMI KENAIKAN 43.021 KK DI KULON PROGO

kemiskinan-sapa-raskinkulonprogobaikSAPA - Penerima Program Bantuan Pemberdayaan Masyarakat  Penanggulangan Kemiskinan (PBPMPK) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Tahun 2013 mengalami peningkatan mencapai 43.021 KK.

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulon Progo, Arif Prastowo, Kamis mengatakan penambahan RTS sebanyak 11.882 KK yaitu dari 31.139 menjadi 43.021 kepala keluarga.

Dikatakan, data RTS baru itu langsung dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang dibentuk Kementerian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra).

"Jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Kulon Progo memang mengalami peningkatan," kata Arif.
Ia mengatakan, pembagian beras untuk keluarga miskin (raskin) 2011 hingga 2012 berdasarkan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2010 yang mencapai 31.139 KK, sementara pembagian raskin 2013 mengacu perhitungan PPLS 2012 sebanyak 43.021 KK.

"Hari ini kami mengumpulkan kepala desa seluruh Kabupaten Kulon Progo untuk melakukan klarifikasi data dari TNP2K. Kami akan memberikan data tersebut untuk dicermati jumlah penerimanya," katanya.

Ia mengharapkan, pemerintah desa kembali menyerahkan data RTS yang telah dicermati paling lambat akhir Februari sehingga raskin segera diserahkan kepada masyarakat penerima raskin pada awal Maret mendatang.

"Jika pencermatan data kemikisnan ini cepat selesai, maka pembangian beras langsung dapat diberikan kepada masyarakat. Meski demikian, raskin yang diterima masyarakat akan diberikan secara bertahap untuk jatah Januari, Februari maupun Maret," katanya.

Menurut dia, raskin ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin dan hampir miskin. Untuk itu, ia mengimbau supaya jatah beras dibagikan kepada masyarakat tidak dijual ke pasar.

Ia mengatakan, setiap KK akan mendapat jatah beras sebanyak 15 kilogram setiap bulan dengan membayar ganti rugi sebesar Rp1.600 setiap kilogramnya.

"Beras yang didistribusikan Bulog merupakan kualitas medium atau baik. Beras yang dibagikan sangat layak konsumsi,"katanya.

Ia mengatakan, Bulog menjamin, jika masyarakat menerima beras yang tidak layak konsumsi saat pendistribusian raskin segera melapor kepada Dinsosnakertrans atau Bulog untuk mendapat ganti beras yang baru.

"Bulog menjamin, akan mengganti beras jika dalam pembagian beras untuk keluarga miskin terdapat beras yang tidak layak konsumsi dalam hitungan 1 x 24 jam," katanya.

 

Sumber : AntaraNews dot com

Terpopuler

Terbaru

BEDAH KEMISKINAN DAN OPTIMALISASI PEMANFAATAN ALSINTAN

BEDAH KEMISKINAN DAN OPTIMALISASI PEMANFAATAN ALSINTAN

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH melalui Kementerian Pertanian membuat...
MELEPAS BELENGGU KAPITALISME DANA DESA

MELEPAS BELENGGU KAPITALISME DANA DESA

SAPA INDONESIA - DANA desa sebagai salah satu kebijakan belanja...
PRESIDEN HARAP PENINGKATAN DANA DESA DAPAT TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA

PRESIDEN HARAP PENINGKATAN DANA DESA DAPAT TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA

SAPA INDONESIA - PRESIDEN Joko Widodo membuka Rapat Koordinasi...
PROGRAM PADAT KARYA TUNAI DIPERKIRAKAN SERAP 5 JUTA TENAGA KERJA

PROGRAM PADAT KARYA TUNAI DIPERKIRAKAN SERAP 5 JUTA TENAGA KERJA

SAPA INDONESIA - PENGGUNAAN dana desa 2018 wajib dilaksanakan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook