Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

WARGA BINAAN PNPM SUSAH PASARKAN PRODUKSINYA

kemiskinan-sapa-binaanpnpmsurabayaSAPA - Masyarakat yang selama ini dibina oleh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Kota Surabaya mengeluh dan mengaku kebingungan memasarkan hasil usahanya. Karena, meski sudah ada biaya pembuatan hasil produksi, namun selama ini mereka tidak punya tempat untuk memasarkan produksinya. Akibatnya, mereka tak mampu menjual hasil produknya. Sehingga, tak jarang hasil usaha PNPM muspro alias tak terjual.

"Kami bingung memasarkan hasil usaha kami. Banyak produk yang dihasilkan PNPM di antaranya berupa kue basah, berbagai jenis keripik serta usaha lainnya, tak terjual sesuai target. Akibatnya, hasil usaha kami seperti sia-sia," ungkap M Rifky, Koordinator PNPM Mandiri Kota Surabaya, Sabtu (16/2).

Karena itu PNPM Mandiri butuh uluran tangan bagi lembaga apa saja yang ada di masyarakat untuk bisa mengangkat nasib mereka. Siapa saja yang bisa menampung hasil usaha PNPM akan diikutinya.
Selama ini, tambahnya, PNPM hanya dibina dalam membuat usaha di berbagai jenis usaha. Namun, soal pemasaran hasil produk tidak ada pembinaan sama sekali. Kalau pun ada hanya sepintas saja, yang sudah tentu tidak berjalan secara terus menerus.

Padahal, katanya, pemasaran hasil produk adalah persoalan utama yang dihadapi masyarakat binaan PNPM. Apalagi, masalah memasarkan produk adalah kegiatan yang paling sulit di semua dunia usaha. "Ya, kan ?.
Menjual produk itu tidak gampang lho," jelas dia.

Karenanya, dia berharap agar banyak lembaga pemerintah atau swasta bisa membantu memasarkan produknya. Terkait hasil usahanya akan ditampung di pasar-pasar tradisional milik Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS). Intinya PDPS ingin menempatkan para produsen yang tergabung dalam PNPM Mandiri untuk bisa berjualan di semua pasar tradisional milik PDPS.

"Tawaran penampungan itu kami terima saja, siapa tahu bisa mengubah nasib kami," terangnya.
Menurutnya, dengan tawaran menempati kios dan los di pasar milik PDPS kesejahteraan warga binaan PNPM diharapkan nantinya lebih meningkat. Dampak yang diharapkan ada penyerapan tenaga kerja dan tersedianya lapangan pekerjaan. "Nantinya, yang kami harapkan warga Surabaya tidak lagi mencari pekerjaan justru menyediakan lapangan kerja," kata Rifky.

Menyoal adanya kemungkinan penolakan dari warga atas hasil usaha binaan, Rifky tak membatahnya, karena hal itu pasti ada. Namun, ia berkeyakinan dengan pendekatan kepada warga kota melalaui workshop atau sejenisnya, semuanya akan bisa diatasi.

"Termasuk berjualan di dalam pasar milik PDPS ini nanti ada pilot project dulu. Kalau gelombang pertama sukses, pastinya akan lebih mudah untuk mengajak yang lain," sembari mengatakan anggaran untuk pengentasan kemiskinan melalui PNPM Mandiri tahun 2013 sekitar Rp 16 miliar.

Direktur Utama PDPS, Karyanto Wibowo membenarkan nantinya produk masyarakat yang akan ditampung di stan ataupun los yang masih kosong di pasar yang di bawahi PDPS. Total ada 3 persen atau sekitar 9.000 stan atau loss yang disediakan PDPS. "Sebagai stimulan nantinya mereka akan kita bebaskan dari retribusi selama 6 bulan," katanya.

Tentunya, kata Karyanto butuh waktu untuk membiasakan masyarakat binaan PNPM masuk pasar. Karena sebagai tahap awal, nantinya akan diberikan workshop atau pelatihan untuk beradaptasi dengan pasar.
Karena tidak mudah membiasakan, warga yang semisal memproduksi barang di rumah kemudian pindah ke pasar.

Setelah dirasa cukup siap masuk pasar, tahapan selanjutnya adalah melihat domisili dan pasar yang cocok dengan produk yang dihasilkan. "Jangan sampai tempat tinggalnya di Lakarsantri kita tempatkan di Pasar Rungkut. Atau hasilnya kerajinan kita tempatkan di Pasar Kembang yang pusatnya jajan pasar. Kan nggak cocok," katanya.
Meski diberi kemudahan untuk masuk pasar, Karyanto menegaskan warga binaan PNPM harus tetap taat pada semua peraturan yang ditetapkan PDPS. "Kalau PNPM melanggar, ya. Kerjasamanya kami putus," ujar Karyanto.


Surabayapost dot com

Terpopuler

Terbaru

KUTUH DIJADIKAN “ROLE MODEL” PEMBANGUNAN DESA DI BADUNG

KUTUH DIJADIKAN “ROLE MODEL” PEMBANGUNAN DESA DI BADUNG

SAPA INDONESIA - WAKIL Bupati Badung, Ketut Suiasa, menegaskan...
PEMERINTAH BAKAL TAMBAH DANA DESA 10% DI TAHUN DEPAN

PEMERINTAH BAKAL TAMBAH DANA DESA 10% DI TAHUN DEPAN

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat...
KEMISKINAN BENGKULU DAN JANJI KPK YANG DILUPAKAN SANG GUBERNUR

KEMISKINAN BENGKULU DAN JANJI KPK YANG DILUPAKAN SANG GUBERNUR

SAPA INDONESIA - GUBERNUR BENGKULU Ridwan Mukti bersama istrinya,...
DANA DESA TAK KUNJUNG CAIR, KEPALA DESA BERANG PEMBANGUNAN TERHAMBAT

DANA DESA TAK KUNJUNG CAIR, KEPALA DESA BERANG PEMBANGUNAN TERHAMBAT

SAPA INDONESIA - PENCAIRAN Dana Desa di Kabupaten Purworejo...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook