Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PENGANGGURAN PENYEBAB UTAMA TINGGINYA ANGKA KEMISKINAN DI ACEH

kemiskinan-sapa-pengangguranpenyebabaceh

SAPA INDONESIA - BADAN Pusat Statistik (BPS) menyebutkan angka kemiskinan di Provinsi Aceh meningkat sebanyak 0,16 persen untuk Maret 2017. Salah satu penyebabnya adalah tingginya angka pengangguran di Aceh.

Demikian disampaikan Kepala BPS Aceh, Wahyudin, saat melakukan rapat koordinasi dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh atau DPRA, di ruang Badan Anggaran DPRA, Jumat, 11 Agustus 2017.

"Pengaruh angka pengangguran yang cukup tinggi, 7,47 persen di bulan Februari 2017 dan dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang ada di Sumatera, kita tertinggi ketiga angka pengangguran," kata Wahyudin.

Berdasarkan penilitian yang dilakukan BPS terhadap komoditi kebutuhan masyarakat diketahui beras menjadi fakto utama kemiskinan. Faktor lainnya adalah rokok.

Menurut Wahyudin, beras menjadi penyumbang terbesar garis kemiskinan dengan rincian 435 ribu per kapita per bulan. "Itu beras, itu menyumbang 2,6 persen untuk pedesaan, sedangkan di perkotaan 20 persen, itu paling tinggi," kata Wahyudin.

Faktor lain yang menyebabkan tingginya angka kemiskinan di Aceh adalah rokok. Menurut Wahyudin hampir semua penduduk di Aceh merokok.

Lalu bagaimana BPS menyimpulkan jika rokok menjadi faktor tambahan penyebab kemiskinan di Aceh? Menurut Wahyudin, kebutuhan rumah tangga menjadi tinggi dengan adanya perokok di dalam satu rumah.

"Itu yang kita hitung dari sekian banyak komoditi," katanya.

BPS merincikan faktor penyebab kemiskinan di Aceh, yaitu beras (20,24 % untuk perkotaan dan 26,05 % untuk perdesaan, rokok kretek/filter (13,19 % untuk perkotaan dan 14,28 % untuk perdesaan), tongkol/tuna/cakalang, (5,09 % untuk perkotaan dan 3,87 % untuk perdesaan), dan telur ayam ras (3,54 % untuk perkotaan dan 3,15 % untuk perdesaan).
Selanjutnya kue basah (2,88 % untuk perkotaan dan 3,43 % untuk perdesaan), dan gula pasir (2,68 % untuk perkotaan dan 3,34 % untuk perdesaan).

Sumber: Portalsatu dot com

Terpopuler

Terbaru

PKH MENDORONG ANAK-ANAK PENERIMA MANFAAT UNTUK BERPRESTASI

PKH MENDORONG ANAK-ANAK PENERIMA MANFAAT UNTUK BERPRESTASI

SAPA INDONESIA - PROGRAM Keluarga Harapan (PKH) yang menjadi...
CEGAH URBANISASI, INFRASTRUKTUR DESA PERLU DIGENJOT

CEGAH URBANISASI, INFRASTRUKTUR DESA PERLU DIGENJOT

SAPA INDONESIA - PEMBANGUNAN wilayah pedesaan dalam program...
RATUSAN DESA BELUM PUNYA BUMDES

RATUSAN DESA BELUM PUNYA BUMDES

SAPA INDONESIA - RATUSAN desa di Pamekasan belum memiliki badan...
DESA DIDORONG OPTIMALKAN PENYERAPAN DANA DESA

DESA DIDORONG OPTIMALKAN PENYERAPAN DANA DESA

SAPA INDONESIA - SAAT ini, masih ada satu desa di Boyolali,...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook