Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PRESIDEN: RP 2.204,4 TRILIUN FOKUS UNTUK KURANGI KEMISKINAN

kemiskinan-sapa-22044fokus

SAPA INDONESIA - PRESIDEN Joko Widodo mengatakan, kebijakan strategis belanja negara dalam RAPBN 2018 diarahkan untuk mengurangi tingkat kemiskinan serta kesenjangan di masyarakat.

"Belanja negara pada 2018 yang direncanakan sebesar Rp 2.204,4 triliun akan diarahkan utamanya untuk pengurangan kemiskinan dan kesenjangan guna menciptakan keadilan dan perlindungan sosial pada masyarakat," kata Presiden Jokowi pada Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU tentang RAPBN Tahun Anggaran 2018 Beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut Presiden Joko Widodo, hal yang akan dilakukan adalah melalui peningkatan efektivitas program perlindungan sosial dan penajaman pada belanja pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Presiden memaparkan, upaya peningkatkan efektivitas dan penguatan program-program perlindungan sosial dilakukan melalui perluasan cakupan sasaran penerima manfaat Program Keluarga Harapan menjadi 10 juta keluarga, dan cakupan penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan sebesar 92,4 juta orang.

Selain itu, jelas dia, dalam rangka penyaluran subsidi yang lebih tepat sasaran, pemerintah mengalihkan penyaluran bantuan pangan Rastra menjadi bantuan pangan nontunai dan juga akan diperluas penerima manfaatnya.

Sedangkan untuk menjaga inflasi dan mempertahankan daya beli masyarakat, pemerintah juga tetap mengalokasikan subsidi BBM, listrik, pupuk, subsidi bunga untuk KUR dan perumahan, serta pelayanan publik.

Dalam rangka peningkatan akses peningkatan akses pendidikan, pemerintah juga akan melanjutkan kebijakan pemberian Kartu Indonesia Pintar yang menjangkau 19,7 juta siswa dan pemberian beasiswa bidik misi kepada 401,5 ribu siswa, serta alokasi bantuan operasional sekolah yang menjangkau 262,1 ribu sekolah umum dan madrasah di seluruh penjuru Tanah Air.

Masih dalam upaya peningkatan kualitas SDM, pemerintah secara konsisten melakukan intervensi untuk mengurangi dampak kekurangan gizi kronis yang berakibat kepada kegagalan dalam mencapai tinggi badan yang normal pada bayi atau stunting.

"Hal ini mengingat seribu hari pertama kehidupan akan sangat memengaruhi tumbuh kembang anak, terkait dengan kemampuan emosional, sosial dan fisik, serta kesiapan untuk belajar, berinovasi dan berkompetisi," paparnya.

Program tersebut, lanjutnya, juga dinilai akan sangat penting untuk memperbaiki kualitas anak-anak Indonesia ke depan sebagai investasi di sumber daya manusia Indonesia.

Sumber: Republika dot co dot id

Terpopuler

Terbaru

PEJABATNYA TEPUK TANGAN SAAT ANGKA KEMISKINAN TINGGI, BUPATI PANGKEP MARAH BESAR

PEJABATNYA TEPUK TANGAN SAAT ANGKA KEMISKINAN TINGGI, BUPATI PANGKEP MARAH BESAR

SAPA INDONESIA - BUPATI Pangkep, Syamsuddin Hamid, Senin (20/11/2017)...
GANJAR ENTASKAN KEMISKINAN LEWAT PERMODALAN MUDAH USAHA MIKRO

GANJAR ENTASKAN KEMISKINAN LEWAT PERMODALAN MUDAH USAHA MIKRO

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH Provinsi Jateng telah membuat skema...
NTB PRIORITAS PENANGANAN KEMISKINAN DAN RTLH

NTB PRIORITAS PENANGANAN KEMISKINAN DAN RTLH

SAPA INDONESIA - KEPALA Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset...
SATGAS DAPAT 10 RIBU LAPORAN PENYALAHGUNAAN DANA DESA

SATGAS DAPAT 10 RIBU LAPORAN PENYALAHGUNAAN DANA DESA

SAPA INDONESIA - SATGAS Dana Desa melakukan diskusi dengan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook