Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

SEBAGIAN BESAR WARGA MISKIN ADALAH PETANI

kemiskinan-sapa-besarpetani

SAPA INDONESIA - PADA Maret 2017, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mampu menekan tingkat kemiskinan menjadi 13,01 persen. Jumlah itu turun 0,26 persen dari periode Maret 2016 yang mencapai 13,27 persen.

Rata-rata, penurunan angka kemiskinan di Jateng 2013-2017 sebesar 0,39 persen per tahun. Data badan Pusat Statistik (BPS) Jateng menyebutkan, angka kemiskinan Jateng tiap Maret yakni 14,56 persen pada 2013, 14,46 persen pada 2014, 13,58 persen pada 2015, 13,27 persen pada tahun lalu, dan tahun ini menjadi 13,01 persen.

Pada rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Jateng, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengatakan sulit untuk menurunkan angka kemiskinan Jateng secara maksimal, sesuai target revisi di RPJMD pada akhir 2018 sebesar 9,98 persen-10,4 persen.

"Pak Gubernur sering mengatakan kalau itu (kemiskinan-Red) PR (pekerjaan rumah) kami. Sekarang bagaimana respons kita (OPD Pemprov)?" kata Heru pada rakor yang digelar di Ruang Prayogasala kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jateng, Rabu (23/8).

Rakor TKPK diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng yang ikut menangani kemiskinan. Totalnya, ada 17 OPD yang memiliki 78 program penurunan kemiskinan dan terbagi menjadi 119 kegiatan.

Menurutnya, penanganan harus dimulai dengan data detail kemiskinan. Siapa, di mana, kondisi seperti apa, berapa jumlah keluarga, nominal pendapatan, usia, dan pendidikannya. Di sisi lain, ia meminta pemanfaatan dana desa juga bisa dimaksimalkan untuk pemberdayaan masyarakat desa.

Mengingat masih ada 15 kabupaten di Jateng yang masuk zona merah kemiskinan. Lima terendah adalah Wonosobo (20,53 persen), Kebumen (19,86 persen), Brebes (19,47 persen), Purbalingga (18,98 persen), dan Rembang (18,54 persen).

Jadi Patokan

Kepala BPS Jateng Margo Yuwono mengatakan, dari total penduduk miskin, 82,62 persen diantaranya berusia di atas 55 tahun dan 17,38 persen berusia 15-54 tahun. Sudah semestinya data tersebut dijadikan patokan untuk membuat kebijakan yang tepat.

Jika menurut lapangan pekerjaan yang digeluti, 55,95 persen penduduk miskin adalah petani, 10,5 persen bekerja di bidang usaha konstruksi, 10,01 persen bekerja di bidang perdagangan, hotel, serta rumah makan, dan 9,36 persen bekerja di bidang industri pengolahan.

Kepala Bappeda Jateng Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan ada beberapa langkah yang dilakukan untuk menekan angka kemiskinan. Pertama, ada dinas yang memiliki program pengentasan kemiskinan absolut.

Yakni penanganan dari sisi pangan, kesehatan, dan pendidikan. Kedua, penciptaan lapangan pekerjaan termasuk stimulan kegiatan usaha bagi warga miskin. Ketiga, pengembangan usaha melalui pendampingan dan membantu akses permodalan.

Sumber: Suara Merdeka dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

SAPA INDONESIA - MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencurigai...
PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) menegaskan...
PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

SAPA INDONESIA - PROGRAM padat karya cash dari dana desa diharapkan...
WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

SAPA INDONESIA - WAKIL Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook