Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

KARTU JAMKESMAS KABUPATEN MADIUN NAIK 20 PERSEN

kemiskinan-sapa-jamkesmasmadiunSAPA - Jamkesmas untuk warga miskin di Kabupaten Madiun mengalami kenaikan 20 persen untuk tahun 2013.

Tahun 2012, ada 184.902 orang sasaran pemegang kartu Jamkesmas yang tersebar di 206 desa dan kelurahan yang ada di 15 kecamatan, tahun 2013 naik menjadi 231.571 orang.

Hal ini disebabkan perbedaan kreteria dari pemegang kartu Jamkesmas terbaru itu.

Jika sebelumnya berdasarkan data kemiskinan sesuai data base yang diberikan Badan Pusat Statistik (BPS), akan tetapi saat ini didasarkan atas penghasilan dan pendapatan ekonomi terendah dari 40 persen warga yang ada di Kabupaten Madiun sesuai data yang diberikan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

"Ada kenaikan 15 sampai 20 persen sasaran Jamkesmas. Itu bukan berarti angka kemiskinan di Kabupaten Madiun naik, tetapi kreteria penerimanya yang berbeda antara tahun-tahun sebelumnya dengan kartu Jamkesmas terbaru Tahun 2013 ini," terang Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Madiun, Aries Noegroho kepada Surya, Selasa (19/2/2013).

Aries menjelaskan jika tidak ada keterlambatan dalam pembagian kartu Jamkesmas terbaru itu.

Menurutnya, saat ini kartu Jamkesmas sudah ada di 26 puskesmas yang ada di Kabupaten Madiun.

Kartu itu tinggal dibagikan kepada warga yang berhak menerimaya. Akan tetapi disebabkan adanya kroscek data penerima untuk melaksanakan validasi data penerima membuat kartu terbaru itu belum dibagikan.

Apalagi, adanya sekitar 41.000 warga yang sebelumnya berhak mendapatkan kartu Jamkesmas, berdasarkan data base terbaru justru tidak berhak lagi menerima kartu Jamkesmas itu.

Padahal, mereka tergolong tetap sebagai warga yang berhak mendapatkan kartu sehat itu.

"Kartu belum dibagikan karena kami masih melaksanakan kroscek data penerima. Data sementara dari 26 puskusmas yang sudah menyelesaikan krocek data 9 puskesmas," katanya.

"Kami menemukan ada sebanyak 760 data tak tepat sasaran. Penerima yang dinyatakan sudah tak berhak menerima orangnya meninggal dunia. Tidak masalah karena kartu lama masih berlaku dan target kami tanggal 28 Peberuari saat kartu lama tak berlaku sudah dibagikan semua," imbuhnya.

Berdasarkan data yang diterima dari TNP2K itu kata Aries, tidak boleh ditambah, jika ada warga yang berhak menerima tetapi belum masuk dalam data base sebagai penerima. Akan tetapi, diperbolehkan adanya pengalihan Jamkesmas dalam satu desa jika penerima lainnya tidak berhak menerima karena meninggal dunia itu.

"Pokoknya tidak boleh ditambah. Hanya boleh diusulkan sesuai pengecekan jika ada penerima yang sudah meninggal dialihkan ke penerima lainnya asal masih dalam 1 desa penerima dan tidak menambah jumlah keseluruhan penerima," urainya.

Sementara mengenai adanya 41.000 orang yang sebelumnya menerima akan di tahun ini tidak masuk data TNP2K akan dimasukkan ke data Jaminan Kesehatan Masyarakat Kabupaten Madiun (Jamkeskama) yakni sesuai data Jamkesmasda dan Surat Perintah Membayar (SPM) yang dilengkapi surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari masing-masing desa atau kelurahan.

"Meski hanya berlaku di rumah sakit daerah, akan tetapi itu dapat membantu. Kecuali warga mengalami penderita penyakit tertentu yang diperbolehkan TNP2K memasukkan data penderita penyakit tertentu seperti menderita talasemia," paparnya.

Sedangkan penerima Jamkesmasda Tahun 2013 tidak ada perubahan yakni 7.670 warga miskin sasaran penerima.

"Kalau Jamkesmasda tidak ada perubahan sesuai data tahun 2012 kemarin," tandas mantan Direktur RSUD Caruban ini.


Sumber : Tribun jatim dot com

Terpopuler

Terbaru

INI LOKASI 12,7 JUTA HEKTAR LAHAN YANG SIAP DIMANFAATKAN WARGA MISKIN

INI LOKASI 12,7 JUTA HEKTAR LAHAN YANG SIAP DIMANFAATKAN WARGA MISKIN

SAPA INDONESIA - PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan...
BANTUAN RASKIN DIDUGA TAK SESUAI

BANTUAN RASKIN DIDUGA TAK SESUAI

SAPA INDONESIA - KALANGAN anggota DPRD Kabupaten Magelang,...
DUA BULAN SEKALI SAMBANGI WARGA MISKIN

DUA BULAN SEKALI SAMBANGI WARGA MISKIN

SAPA INDONESIA - SEJUMLAH perempuan renta rela antre demi mendapatkan...
BUPATI KUDUS LAUNCHING K-119 UNTUK KECEPATAN DAN KETEPATAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN

BUPATI KUDUS LAUNCHING K-119 UNTUK KECEPATAN DAN KETEPATAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN

SAPA INDONESIA - GEBRAKAN untuk melayani kesehatan gratis telah...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook