Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

MDGS HARUS TETAP DIMASUKKAN KE AGENDA BARU

kemiskinan-sapa-mdgssbySAPA - Tetap pentingnya Tujuan Pembanguan Milenium atau MDGs dalam upaya untuk menanggulangi kemiskinan dan mencapai kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

"Oleh karena itu, MDGs harus dimasukkan ke dalam agenda pembangunan baru," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Konsultasi Tematik Global untuk Pengurangan Risiko Bencana, di Istana Negara, Selasa (19/2) pagi.

"Penting untuk kita meningkatkan dan membuat MDGs responsif terhadap tantangan baru yang muncul. Kita dapat menambah tujuan dan target baru untuk agenda pembangunan pasca 2015," Presiden menambahkan.

Agenda pembangunan pasca 2015, lanjut SBY, harus terus fokus pada pengentasan kemiskinan ekstrim sebagaimana tujuan utama MDGs. Namun dengan penekanan kuat pada pembangunan manusia.

"Termasuk kemiskinan ekstrim dan kelaparan, pendidikan, kesehatan, dan kesetaraan bagi anak perempuan dan perempuan. Agenda akhirnya harus mengarah pada pencapaian "kemiskinan global hingga ke tingkat nol" pada pertengahan abad ke-21," SBY menjelaskan.

Untuk itu penting menempatkan pembangunan berkelanjutan untuk kesejahteraan, dengan antara lain, melalui pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, kesempatan yang sama, perlindungan sosial, akuntabilitas, keadilan, dan kebebasan dari kekerasan.

Pemerataan pembangunan dan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan ekuitas juga harus didorong. "Ekuitas, dalam pandangan saya, sangat penting karena ini adalah tentang keadilan dan juga tentang akses yang sama terhadap sumber daya. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi dan keadilan akan saling memperkuat," ujar Presiden SBY.

Presiden juga percaya bahwa agar agenda pembangunan pasca 2015 berjalan sukses, haruslah mempertimbangkan lima aspek. Pertama, agenda harus jelas, singkat, menarik, dan punya tujuan ambisius namun dapat dicapai. Kedua, dukungan pendanaan yang memadai. Ketiga, inovasi teknologi. Keempat, dirumuskan melalui partisipasi aktif dari semua pihak terkait, termasuk masyarakat lokal. Kelima, kepemimpinan yang kuat di semua tingkatan.

 

Sumber : presidenri dot go dot id

Terpopuler

Terbaru

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Dalam Negeri memprediksi, alokasi...
DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

SAPA INDONESIA - DANA desa sudah dicairkan sekira 95,54%. Sejak...
SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SAPA INDONESIA - PENYERAPAN Dana Desa (DD) di enam desa di...
MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

SAPA INDONESIA - MENTERI Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo memperkirakan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook