Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

ANGKA KEMISKINAN DI BOYOLALI DITARGET TURUN 0,5 PERSEN DI TAHUN 2018

kemiskinan-boyolaliturun0koma52018

SAPA INDONESIA - MENURUT data dari BPS Boyolali, data makro kemiskinan tahun 2016 tercatat 117 ribu jiwa berada dalam garis kemiskinan atau sekitar 12,09 persen. Angka tersebut terus berkurang dibanding tahun 2015 sebesar 119.970 jiwa atau 12,45 persen.

Berdasarkan persentase tersebut, penduduk miskin Boyolali lebih baik atau di bawah rata-rata penduduk miskin Provinsi Jawa Tengah sebesar 13,27 persen.

Bahkan jika dibandingkan daerah di sekitarnya, Boyolali lebih rendah dari Kabupaten Karanganyar, Magelang, Grobogan, Sragen dan Klaten. Namun masih tinggi dari Kabupaten Sukoharjo dan Semarang.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemerintahan dan Sosial Budaya Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Boyolali dalam rapat koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Boyolali, Senin 25 September 2017 di aula kantor setempat.

"Angka kemiskinan Boyolali tahun 2016 sebesar 12,09 persen, menurun 0,36 persen dari tahun 2015 sebesar 12,45 persen," ungkap Khusnul.

Ke depan, pihaknya berharap penurunan angka kemiskinan bisa sesuai target sebesar 0,5 persen di tahun 2018. Untuk itu Khusnul berharap adanya sinergitas program penanganan kemiskinan agar lebih optimal.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni Pemutakhiran Data Basis Terpadu (PBDT) 2015 yang akan menjadi acuan penanggulangan kemiskinan. Jika BDT selesai diupdate akan dijadikan single data dalam penanggulangan kemiskinan.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Boyolali M. Said Hidayat meminta semua pihak untuk mengecek dan menganalisa data kemiskinan di Boyolali. "Cek lagi dan analisa serta membangun single data agar dibangun sebaik-baiknya," ungkapnya.

Wabup yang juga Ketua TKPKD meminta peran serta seluruh lini masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan di lapangan. Selain itu Wabup Said meminta adanya jalinan komunikasi dalam satu ruang korodinasi.

"Program pemerintah dan swasta dikoordinasikan dengan baik, maka mampu dibaca petanya," imbuhnya.

Sumber: Fakusjateng dot com

Terpopuler

Terbaru

DANA DESA RATUSAN JUTA RAIB MISTERIUS, OKNUM PAMONG NGAKU HILANG INGATAN USAI MAKAN SATE

DANA DESA RATUSAN JUTA RAIB MISTERIUS, OKNUM PAMONG NGAKU HILANG INGATAN USAI MAKAN SATE

SAPA INDONESIA - PELAKSANAAN program dengan memakai Dana Desa...
BISNIS INKLUSIF BANTU BERANTAS KEMISKINAN

BISNIS INKLUSIF BANTU BERANTAS KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH berupaya mencapai pertumbuhan ekonomi...
AGAR JKN DAPAT BERLANJUT

AGAR JKN DAPAT BERLANJUT

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH terus mengkaji sejumlah opsi agar...
TAK HANYA MASYARAKAT MISKIN, RENTAN MISKIN JUGA PERLU DIPERHATIKAN

TAK HANYA MASYARAKAT MISKIN, RENTAN MISKIN JUGA PERLU DIPERHATIKAN

SAPA INDONESIA - BADAN Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook