Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

BERDAYAKAN ORANG MISKIN UNTUK TINGGALKAN KEMISKINAN

kemiskinan-sapa-sbykuntoroSAPA - Pada acara pembukaan Konsultasi Nasional Pembangunan Pasca 2015, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengemukakan, di tengah derap kemajuan dalam berbagai bidang, khususnya di bidang ekonomi, teknologi, dan dinamika politik yang semakin demokratis dan tranparan, daya dukung bumi kini semakin hari semakin mengkhawatirkan akibat eksplorasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam dan lingkungan.

Tidak hanya itu, Presiden SBY menyebutkan kemiskinan di berbagai negara belum berkurang, dan muncul dalam banyak wajah ketidakberdayaan. Kesenjangan tidak hanya menjadi masalah di negara-negara miskin, tetapi juga di negara-negara berkembang dan maju.

"Meskipun menuai sukses di berbagai aspek, Millenium Development Goals (MDGs) yang akan segera berakhir pada 2015 masih belum berhasil mengatasi kemiskinan," kata Presiden SBY pada pembukaan Konsultasi Nasional Pembangunan Pasca 2015 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/2).

Menurut Kepala Negara, MDGs tidak mampu menangani sejumlah isu, seperti penyediaan lapangan kerja dan kesenjangan. MDGs juga tidak mampu menjawab akar persoalan pembangunan berkelanjutan, dan mengurai penyebab kemiskinan karena MDGs lebih menekankan pencapaian target dibanding prosesnya.

Namun demikian, terkait dengan upaya merumuskan agenda pembangunan pasca 2015, menurut Presiden SBY, setidaknya ada 3 (tiga) yang perlu dijadikan pertambangan. Pertama, pengalaman. Lewat MDGs, kita tahu mana yang berhasil, mana yang bermakna, mana yang tidak berhasil.

Kedua, lanskap pembangunan telah berubah drastis. Di satu sisi negara berkembang saat ini telah menjadi mesin pertumbuhan, di sisi lain geografi kemiskinan menunjukkan, bahwa sejumlah besar warga dunia yang tergolong miskin juga berada di negara berpenghasilan menengah. Dan ketiga, kita memerlukan kerangka kerja yang mampu menjawab tantangan dan peluangan saat ini dan di masa depan.

"Masa depan dunia memiliki kompleksitas malah yang semakin rumit. Pada 2050 mendatang, dunia akan dihuni oleh 9 miliar penduduk, makin besarnya dampak perubahan iklim, kerentanan terhadap goncangan ekonomi maupun natural, dan menipisnya sumber daya alam, sehingga makin melebarkan kesenjangan," papar SBY.

Kompleksitas persoalan dunia di masa depan itu, lanjut SBY, menjadi tantangan yang harus ditanggapi secara serius melalui agenda pembangunan global pasca 2015. Terkait hal ini, Presiden SBY mengingatkan perlunya perubahan cara pandang dan cara pikir baru atau paradigma dari semua pihak atau pemangku kepentingan.

"Pembangunan bukanlah desain 'dari atas' yang diimplementasikan 'di bawah' (top down), melainkan haruslah sebuah proses partisipatif yang bersigat bottom-up," tutur SBY.

Dengan paradigma baru ini, menurut Presidden SBY, untuk mengentaskan kemiskinan tidak lagi digunakan dengan praktik lama, seperti pinjaman dan dana bantuan pembangunan melainkan dengan melibatkan orang miskin itu sendiri, dan membangun kapasitasnya agar makin berdaya dan bisa meninggalkan kemiskinan.

"Dengan kata lain, dari pendekatan poverty alleviation menuju leaving poverty behind," tukas SBY.

Acara pembukaan Konsultasi Nasional Pembangunan Pasca 2015 itu juga dihadiri oleh Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menlu Marty Natalegawa, dan Menteri PU Djoko Kirmanto.

 

Sumber : Setkab dot go dot id

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN ANCAM WARGA YOGYAKARTA, JADI TAMU DI DAERAH SENDIRI

KEMISKINAN ANCAM WARGA YOGYAKARTA, JADI TAMU DI DAERAH SENDIRI

SAPA INDONESIA - PERKEMBANGAN wilayah perdesaan (rural) di...
RPJMN TARGETKAN RASIO GINI MENCAPAI 0,36 PADA 2019

RPJMN TARGETKAN RASIO GINI MENCAPAI 0,36 PADA 2019

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH berkomitmen mempercepat laju pemerataan...
KETIMPANGAN SOSIAL TURUN BANTU CAPAI TARGET SDGS

KETIMPANGAN SOSIAL TURUN BANTU CAPAI TARGET SDGS

SAPA INDONESIA - SEJALAN dengan penurunan rasio gini, indeks...
KORUPSI DANA DESA RP 137,9 JUTA, SEORANG KADES DITAHAN

KORUPSI DANA DESA RP 137,9 JUTA, SEORANG KADES DITAHAN

SAPA INDONESIA - KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Gunungkidul, Yogyakarta,...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook